TRIBUNNEWSWIKI.COM - Perdana Menteri sementara Malaysia, Tun Dr Mahathir Mohamad tiba di Gedung Yayasan Al-Bukhary untuk mengadakan pertempuan dengan anggota Parti Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu).
Mahathir Mohamad yang sudah kembali lagi menjabat sebagai Ketua Parti Bersatu mengadakan pertemuan dengan anggota partai untuk membahas mengenai krisis politik yang sedang melanda negeri jiran.
Sebelumnya, pria 94 tahun ini tiba di kantor perdana menteri dengan menggunakan mobil istana dengan nomor registrasi Rimau 1925.
Beberapa menit berselang, Mahahthir sampai di Yayasan Al-Bukhary dan mengadakan pertemuan pukul 10 pagi, dilansir Bernama, Jumat (28/2/2020).
Pertemuan Mahathir dengan anggota parti Bersatu dinilai akan membahas perkembangan politik negara baru-baru ini.
Lebih jauh lagi, keduanya akan memutuskan apakah Parti Bersatu akan bergabung kembali dengan koalisi Pakatan Harapan (PH).
Parti Bersatu yang mempunyai 26 wakil rakyat dari total 222 kursi di parlemen ini sebelumnya telah mengumumkan pengunduran dirinya dari koalisi.
Satu hal yang menarik perhatian, partai ini juga menunjuk pimpinannya, Tan Sri Muhyiddin Yassin sebagai kandidat perdana menteri pengganti Mahathir Mohamad.
Baca: Tak Jadi Mundur, Mahathir Mohamad Resmi Jabat Kembali Ketua Parti Bersatu Malaysia
Jabat Ketua Parti Bersatu
Perdana Menteri Sementara Malaysia, Tun Dr Mahathir Mohamad resmi menjabat kembali sebagai Ketua Parti Pribumi Bersatu Malaysia (Bersatu).
Jabatan yang dilepaskannya hari Senin (24/2/2020) ini kembali dipimpinnya setelah melalui proses pertimbangan dengan anggota Parti Bersatu.
"Saya diminta kembali sebagai Ketua Bersatu (pada) tiga hari yang lalu. Saya minta waktu untuk mempertimbangkannya dan hari ini saya setuju untuk kembali sebagai Ketua Bersatu, " kata Mahathir Mohamad dalam konferensi pers setelah pidatonya perihal Paket Stimulus Ekonomi 2020 di Gedung Perdana Putra, dilansir Bernama, Kamis (27/2/2020).
Saat ditanya wartawan apakah Parti Bersatu akan bergabung kembali dengan koalisi Pakatan Harapan (PH), Dr Mahathir mengatakan dia perlu mendiskusikan hal ini dengan partai.
"Aku harus duduk bersama Bersatu dulu untuk mencari tahu apa yang terjadi," tambahnya.
Baca: Rival Anwar Ibrahim di PKR, Azmin Ali Mantapkan Dukungan untuk Mahathir Mohamad Tetap Jadi PM
Pertemuan dengan Presiden Bersatu
Sementara saat ditanya perihal apa yang terjadi saat pertemuannya dengan Presiden Bersatu, Tan Sri Muhyiddin Yassin di Gedung Perdana Putra hari ini Kamis (27/2), Mahathir menyebut telah membahas banyak hal.
Salah satu hal yang Mahathir terangkan kepada wartawan adalah menyebut Muhyiddin sebagai kemungkinan kandidat untuk mengisi jabatan perdana menteri.
"Jika semua milih dia (Muhyiddin), aku akan terima," kata Mahathir.
"Jika dia ke parlemen dan dipilih secara mayoritas maka dia punya hak untuk menjadi calon perdana menteri, dan raja (Sultan Abdullah) dapat mengangkatnya. Dia bisa dilantik dan tentu saja dia bisa membentuk kabinetnya," katanya.
Sementara saat Mahathir ditanya apakah Parti Bersatu akan mencalonkan dua nama termasuk namanya untuk jabatan perdana menteri, Dr Mahathir mengatakan belum ada putusan dari partai.