TRIBUNNEWSWIKI.COM - Salat Jumat di Teheran, Iran pada Jumat (28/2/2020) telah dibatalkan karena wabah coronavirus.
Hal itu dilakukan untuk menekan penyebaran coronavirus yang semakin meluas di Iran.
Dilansir dari kantor berita Islamic Republic News Agency (IRNA), Kementerian Kesehatan Iran meminta pihak berwenang untuk membatalkan salat Jumat dan ibadah berjamaah lainnya.
Juru bicara Kementerian Kesehatan, Kianoush Jahanpour, mengatakan semua kegiatan yang melibatkan orang banyak harus dibatalkan sampai pemberitahuan lebih lanjut.
Salah satu di antara penderita coronavirus adalah Masoumeh Ebtekar, Wakil Presiden Iran untuk Urusan Wanita dan Keluarga.
Baca: WHO Ingatkan Jangan Ada Negara yang Beranggapan Bisa Bebas dari Virus Corona: Itu Kesalahan Fatal
Baca: Pakai Masker Bukan Solusi, Begini Cara Terbaik untuk Cegah Penularan Virus Corona
Ebtekar adalah anggota kedua dari pemerintah Iran yang diketahui terinfeksi coronavirus.
Orang pertama di pemerintahan Iran yang terkena pertama kali adalah Iraj Harirshi, Wakil Menteri Kesehatan Iran yang mulanya ditugaskan untuk menangani penyebaran virus.
Iraj Harirshi dinyatakan positif terkena coronavirus pada 25 Februari 2020.
Saat ini, semua anggota tim Ebtekar akan menjalani tes untuk coronavirus.
Baca: Fakta Kasus Penimbunan Masker di Cakung, Manfaatkan Isu Corona, Omzet Rp 250 juta per Hari
Baca: Pasien Suspect Virus Corona Meninggal, Jenazahnya Dibungkus Plastik, Kemenkes: Bukan Covid-19
Selain itu, Kianush Jahanpur mengatakan bahwa pada Kamis (27/2/2020), jumlah kematian yang terkait dengan coronavirus di Iran telah meningkat menjadi 26 korban.
Dengan begitu, Iran menjadi negara dengan angka kematian tertinggi di luar negara China, tempat penyakit tersebut berasal.
Pada Jumat (28/2/2020) tercatat 245 orang dinyatakan positif mengidap coronavirus, angka tersebut meningkat tajam dari jumlah sebelumnya, yaitu 106 orang.
Di Jenewa, kepala kesehatan PBB Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan bahwa dunia masih bisa menghentikan coronavirus jika tindakan tegas segera diambil.
"We are at decisive point, this virus has pandemic potential,” (kita berada di titik di mana harus tegas, virus ini memiliki potensi pandemi), kata Tedros.
Baca: Update Terbaru Virus Corona hingga 28 Februari: 2.811 Orang Meninggal, 32.765 Pasien Sembuh
Baca: Oda ‘Sensei’ Sakit, Rilis One Piece Chapter 973 Ditunda, Intip Spoilernya di Sini!
Sementara itu, di Washington, Wakil Presiden A.S. Mike Pence mengatakan pada Kamis (27/2/2020) ancaman coronavirus terhadap publik Amerika tetap rendah.
Lebih dari 82 ribu orang di kurang lebih 40 negara telah terinfeksi coronavirus, terutama di China.
Coronavirus yang dikenal dengan penyakit pernapasan yang disebabkan oleh virus, telah membunuh lebih dari 2.700 orang di seluruh dunia.
Kamis (27/2/2020), Belanda melaporkan kasus pertamanya mengenai coronavirus.
Penyakit tersebut diderita oleh seorang pria asal Tilburg yang baru-baru ini bepergian ke Italia.
Baca: 5 Film Hollywood yang Tayang di Bulan Maret 2020, Mulan hingga A Quite Place Part II
Baca: Arab Saudi Stop Visa Umrah dan Turis, Jamaah Indonesia Terlantar di Bandara Soekarno-Hatta
Baca: Viral Fenomena Sawah Mendidih di Sumenep Madura, Pengamat Ungkap Penyebabnya, Sebut Tak Membahayakan
Iran telah menjadi sorotan utama coronavirus di Timur Tengah, di mana lebih dari 240 kasus telah dilaporkan.
Banyak dari kasus-kasus itu dikaitkan dengan para pelancong yang berkunjung ke Iran untuk tujuan kunjungan keagamaan.
Pemerintah meningkatkan langkah-langkah untuk memerangi pandemi global dengan membatasi perjalanan domestik oleh orang-orang yang terinfeksi atau dicurigai terinfeksi.
Selain itu, pemerintah juga membatasi akses ke situs ziarah utama Syiah (Holy Sites Shia Islam).
Dilansir dari rferl.org, pada sebuah konferensi pers Menteri Kesehatan Iran, Saeed Namaki, mengatakan bahwa penutupan sementara sekolah-sekolah di daerah yang terkena dampak akan diperpanjang selama tiga hari.
Sementara itu, penutupan sementara untuk universitas akan diperpanjang mulai dari 29 Februari 2020.
Televisi pemerintah kemudian melaporkan bahwa salat Jumat di Teheran telah dibatalkan.
Tidak hanya itu, kantor-kantor berita semi-resmi lain mengutip perkataan para pejabat yang juga mengatakan bahwa salat Jumat juga akan dibatalkan di kota-kota lain.
Baca: Kasus Kepsek Perkosa Siswi Sejak SD, Pakai Foto untuk Ancam Korban, Dihapus Karena Kepergok Istri
Baca: Konflik Suriah: 34 Tentara Turki Tewas Terbunuh dalam Serangan Udara Pasukan Koalisi Suriah-Rusia
Baca: Hari Ini Dalam Sejarah, 28 Februari 1911: Lahirnya Ketua PDRI, Syafruddin Prawiranegara
Sementara itu, pada Kamis (27/2/2020) Arab Saudi menangguhkan visa untuk kunjungan ke situs-situs suci Islam untuk ziarah umrah.
Namun, belum diketahui apakah ziarah haji tahunan yang tahun ini dimulai pada bulan Juli juga akan diberlakukan hal yang sama.
Di Pakistan, sekolah-sekolah di provinsi Sindh dan Balochistan ditutup, Pakistan juga menangguhkan penerbangan ke dan dari Iran.
Pakistan juga mulai menyaring ratusan orang yang baru saja tiba dari negara tetangganya.
Negara-negara Asia Selatan melaporkan dua kasus positif coronavirus pada orang-orang yang baru-baru ini bepergian ke Iran sebagai bagian dari kelompok peziarah dari minoritas Syiah Pakistan.
Pemerintah Irak juga memerintahkan untuk menutup sekolah dan universitas, kafe, bioskop, dan ruang publik lainnya hingga 7 Maret 2020.
Perjalanan ke atau dari beberapa negara yang terkena dampak terburuk, termasuk Cina, Iran, Jepang, Korea Selatan, dan Italia, juga dilarang.
Badan Pariwisata Federal Rusia merekomendasikan operator tur nasional menunda kunjungan ke Iran, Italia, dan Korea Selatan sampai wabah di sana dikendalikan.
Langkah itu dilakukan setelah Moskow mengumumkan akan berhenti mengeluarkan visa untuk perjalanan reguler dan transit bagi warga Iran.
(Tribunnewswiki.com/Ron)