Hari Ini Dalam Sejarah, 28 Februari 1911: Lahirnya Ketua PDRI, Syafruddin Prawiranegara

Hari ini dalam sejarah, 28 Februari 1911, lahir seorang pejuang kemerdekaan yang pernah menjabat sebagai Menteri, Gubernur Bank Indonesia, Wakil Perdana Menteri dan Ketua Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI), Syafruddin Prawiranegara.


Hari Ini Dalam Sejarah, 28 Februari 1911: Lahirnya Ketua PDRI, Syafruddin Prawiranegara
KOMPASIANA dan bukittinggikota.sikn.go.id
Syafruddin Prawiranegara 

Hari ini dalam sejarah, 28 Februari 1911, lahir seorang pejuang kemerdekaan yang pernah menjabat sebagai Menteri, Gubernur Bank Indonesia, Wakil Perdana Menteri dan Ketua Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI), Syafruddin Prawiranegara.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Hari ini dalam sejarah, 28 Februari 1911, lahir seorang pejuang kemerdekaan yang pernah menjabat sebagai Menteri, Gubernur Bank Indonesia, Wakil Perdana Menteri dan Ketua Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI), Syafruddin Prawiranegara.

Syafruddin Prawiranegara lahir dengan nama kecil 'Kuding' yang diambil dari kata Udin merujuk nama 'Sjafruddin'.

Ayahnya keturunan Banten sementara ibunya berasal dari Minangkabau.

Kakek buyut dari pihak ibu, Sutan Alam Intan, merupakan keturunan raja Pagaruyung di Sumatera Barat.

Sutan Alam melahirkan kakeknya yang kemudian mempunyai anak bernama Raden Arsyad Prawiraatmadja, ayah Syafruddin.

Syafruddin menikah dengan Tengku Halimah Syehabuddin dan memiliki delapan orang anak. [1]

Baca: 17 AGUSTUS - Serial Pahlawan Nasional: Syafruddin Prawiranegara

Syafruddin Prawiranegara dan Soekarno
Syafruddin Prawiranegara dan Soekarno (kompas.com)

  • Pendidikan dan Pekerjaan


Dalam hal pendidikan, Syafruddin Prawiranegara masuk sekolah ELS pada tahun 1925.

Setelah lulus, ia melanjutkan pendidikan ke MULO di Madiun tahun 1928, dan AMS di Bandung tahun 1931.

Lulus dari MULO dan AMS, Syafruddin masuk perguruan tinggi di Rechshoogeschool (Sekolah Tinggi Hukum) di Jakarta tahun 1939.

Ia berhasil memeroleh gelar Meester in de Rechten setingkat Magister Hukum.

Dalam hal pekerjaan, Syafruddin pernah bekerja sebagai pegawai siaran radio swasta (1939-1940), petugas Departemen Keuangan Belanda (1940-1942), dan pegawai Departemen Keuangan Jepang.

Paska kemerdekaan, ia ditunjuka menjadi Badan Pekerja Komita Nasional Indonesia Pusat (KNIP) tahun 1945. [2]

Syafruddin Prawiranegara
Syafruddin Prawiranegara (Wikimedia)

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Kelahiran Konstantin Agung, Kaisar Roma Pertama yang Memeluk Kristen

  • PDRI


Soekarno dan Hatta menunjuk Syafruddin untuk membentuk Pemerintahan Darurat RI (PDRI) di Sumatera.

Hal itu dilakukan ketika Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta ditangkap saat Agresi Militer II yang kemudian diasingkan ke Pulau Bangka.

Saat itu Hatta telah menduga dirinya dan Soekarno bakal ditahan Belanda, maka segera mereka berdua memberi mandat kepada Syafruddin untuk melanjutkan pemerintahan.

Ini dimaksudkan agar tak terjadi kekosongan kekuasaan.

Berkat usaha PDRI, Belanda mengadakan perundingan dengan Indonesia.

Akhirnya setelah Perjanjian Roem-Royen, Soekarno dkk dibebaskan dan kembali ke Yogyakarta.

Pada 13 Juli 1949, Soekarno dkk mengadakan sidang PDRI bersama sejumlah menteri.

Sehari setelahnya tanggal 14 Juli 1949, diadakan serah terima pengembalian mandat dari PDRI secara resmi di Jakarta. [3]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah, 21 Februari 1848, Manifesto Komunis Karl Marx dan Friedrich Engels Terbit

  • Jabatan Pemerintahan


Beberapa jabatan yang pernah diemban oleh Syafruddin Prawiranegara adalah Wakil Perdana Menteri, Menteri Keuangan dan Menteri Kemakmuran.

Tahun 1946, ia pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan.

Setelah kekuasaan PDRI berakhir, ia menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri RI tahun 1949.

Ia menjabat lagi sebagai Menteri Keuangan tahun 1949-1950.

Saat menjadi Menteri Keuangan, Syafruddin mengeluarkan kebijakan pengguntingan nilai Rp 5 ke atas yang banyak dikritik sejumlah kalangan.

Pada tahun 1951, Syafruddin menjabat sebagai Gubernur Bank Sentral Indonesia yang pertama. [4]

Baca: Hari Ini dalam Sejarah: 21 Februari 1965 Aktivis Afro-Amerika Malcolm X Dibunuh saat Berpidato

  • Konflik Politik


Pada awal tahun 1958, Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) didirikan di Sumatra Tengah sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap pemerintah atas ketimpangan sosial.

Syafruddin diangkat sebagai Perdana Menteri PRRI dan kemudian membentuk Kabinet tandingan sebagai jawaban atas dibentuknya kabinet Ir Juanda di Jawa, tetapi PRRI tetap mengakui Soekarno sebagai Presiden PRRI, karena ia diangkat secara konstitusional.

Namun, PRRI segera ditumpas oleh pemerintahan pusat hingga pada bulan Agustus 1958,.

Perlawanan PRRI dinyatakan berakhir dan pemerintah pusat di Jakarta berhasil menguasai kembali wilayah-wilayah yang sebelumnya bergabung dengan PRRI. 

  • Masa Tua


Pada masa tuanya, Syafruddin lebih memilih dakwah sebagai kesibukannya.

Syafruddin sempat menyusun buku Sejarah Moneter, dengan bantuan Oei Beng To, direktur utama Lembaga Keuangan Indonesia.

Syafruddin Prawiranegara meninggal di Jakarta, pada tanggal 15 Februari 1989, pada umur 77 tahun.

"Saya ingin mati di dalam Islam. Dan ingin menyadarkan, bahwa kita tidak perlu takut kepada manusia, tetapi takutlah kepada Allah". [5]

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)



Informasi Detail
Nama Hari Ini Dalam Sejarah
Tanggal 28 Februari 1911
Peristiwa Lahirnya Syafruddin Prawiranegara


Sumber :


1. initu.id
2. initu.id
3. pahlawancenter.com
4. pahlawancenter.com
5. merahputih.com


Penulis: Dinar Fitra Maghiszha
Editor: Ekarista Rahmawati Putri






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • RS Darurat Corona di Batam

    Presiden Jokowi memberi batasan waktu hingga hari Senin
  • FILM - A Knights Tale

    A Knights Tale adalah film medieval yang bercerita
  • Atiqah Hasiholan

    Atiqah Hasiholan adalah seorang aktris, model, dan pembawa
  • FILM - A Reason to

    A Reason to Live merupakan film KoreaSelatan yang
  • Roro Fitria Bersama 30 Ribu

    Kemenkumhan membebaskan 30 ribu narapidana untuk meminimalisir penyebaran
© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved