Pasien Suspect Virus Corona Meninggal, Jenazahnya Dibungkus Plastik, Kemenkes: Bukan Covid-19

Seorang pasien suspect (terduga) terpapar virus corona meninggal dunia setelah beberapa hari mendapat perawatan medis di RS Kariadi Semarang


Pasien Suspect Virus Corona Meninggal, Jenazahnya Dibungkus Plastik, Kemenkes: Bukan Covid-19
AFP
Petugas kesehatan yang mengenakan alat pelindung ikut serta dalam latihan dalam menangani pasien Covid-19, di Rumah Sakit Sanglah di Denpasar, Bali, pada 12 Februari 2020. 


Seorang pasien suspect (terduga) terpapar virus corona meninggal dunia setelah beberapa hari mendapat perawatan medis di RS Kariadi Semarang

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Virus corona Covid-19 yang mewabah di China dan seluruh dunia, menjadi momok bagi masyarakat.

Bahkan baru-baru ini seorang pasien suspect (terduga) terpapar virus corona meninggal dunia setelah beberapa hari mendapat perawatan medis di ruang isolasi RSUP Kariadi Semarang, Jawa Tengah.

Sebelumnya, pasien ini sempat disebut suspect virus corona Covid-19 karena gejala yang dianggap hampir sama.

Meski pasien tersebut diisolasi, namun pihak rumah sakit menegaskan bahwa pasien tersebut meninggal bukan karena Covid-19.

Baca: Update Terbaru Virus Corona hingga 28 Februari: 2.811 Orang Meninggal, 32.765 Pasien Sembuh

RS Kariadi menerangkan bahwa pasien tersebut meninggal pada Minggu (23/2/2020) karena penyakit Bronkopneumonia yang menyerang bagian paru-paru.

"Jadi pasien pria usia 37 tahun yang meninggal pada Minggu (23/2/2020) itu, karena penyakit Bronkopneumonia sehingga paru-parunya mengalami kerusakan akibat infeksi, bukan karena virus corona," kata Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) RSUP dr Kariadi, Fathur Nur Kholis, di Semarang, Rabu, seperti dikutip dari Kompas.com.

Para pekerja medis yang mengenakan alat pelindung memindahkan seorang tersangka pasien virus korona (C) ke rumah sakit lain dari Rumah Sakit Daenam di mana total 16 infeksi sekarang telah diidentifikasi dengan virus corona COVID-19, di daerah Cheongdo dekat kota tenggara Daegu pada 21 Februari 2020 Kasus coronavirus Korea Selatan hampir dua kali lipat pada 21 Februari, naik di atas 200 dan menjadikannya negara yang paling parah terkena dampak di luar China ketika jumlah infeksi yang terkait dengan sekte keagamaan meningkat.
YONHAP / AFP
Para pekerja medis yang mengenakan alat pelindung memindahkan seorang tersangka pasien virus korona (C) ke rumah sakit lain dari Rumah Sakit Daenam di mana total 16 infeksi sekarang telah diidentifikasi dengan virus corona COVID-19, di daerah Cheongdo dekat kota tenggara Daegu pada 21 Februari 2020 Kasus coronavirus Korea Selatan hampir dua kali lipat pada 21 Februari, naik di atas 200 dan menjadikannya negara yang paling parah terkena dampak di luar China ketika jumlah infeksi yang terkait dengan sekte keagamaan meningkat. YONHAP / AFP (YONHAP / AFP)

Pernyataan Kemenkes

Sementara itu Kementerian Kesehatan menyatakan, pasien tersebut meninggal dunia bukan karena virus corona Covid-19.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan dr. Anung Sugihantoro, M.Kes mengatakan, hasil diagnosis akhir menunjukkan pasien tersebut terjangkit virus H1N1pdm09 atau flu babi.

"Pasien yang dinyatakan suspect dan meninggal di RSDK (RS Dr Kariadi) Semarang, setelah hasil laboratoriumnya keluar dinyatakan bukan karena Covid-19," kata Anung saat dihubungi Kamis (27/2/2020) siang, seperti dikutip dari Kompas.com.





Halaman
1234
Editor: Ekarista Rahmawati Putri






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved