Prediksi Potensi Bencana 2020, Cuaca, Karhutla, hingga Status Gunung Api yang Meningkat

BNPB memaparkan Kaleidoskop Bencana 2019 dan Outlook bencana 2020, Senin (30/12/2019). Berikut rincian prediksi potensi bencana pada 2020 mendatang:


zoom-inlihat foto
prediksi-bencana-alam-2020.jpg
KOMPAS.com/Dian Erika
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, saat memberikan pemaparan pada acara Kaleidoskop Bencana 2019 dan Outlook bencana 2020 di Graha BNPB, Jakarta Timur, Senin (30/12/2019).


Langkah ini disarankan dilakukan pada puncak musim hujan, yakni Februari-Maret.

"Tujuannya untuk cadangan air di musim kemarau nanti, " tambahnya.

Gunung api berstatus waspada hingga siaga

Gunung Bromo menyemburkan material vulkanis terlihat dari Pos Pantau Pengamatan Gunung Api Bromo, Probolinggo, Jumat (18/12/2015).
Gunung Bromo menyemburkan material vulkanis terlihat dari Pos Pantau Pengamatan Gunung Api Bromo, Probolinggo, Jumat (18/12/2015). (Surya/Sugiharto)

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kasbani, mengatakan ada 21 gunung api di Indonesia yang berstatus waspada hingga siaga.

"Indonesia memiliki 127 gunung berapi aktif. Kemudian, dari situ (dari jumlah tersebut) ada 69 gunung yang dipantau terus menerus dengan menempatkan pos pemantauan. Dari situ (yang dipantau) ada sekitar 21 gunung yang levelnya di atas normal," ujar Kasbani di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Senin (30/12/2019).

Dia lantas menjelaskan apa yang dimaksud status di atas normal itu.

"Itu artinya waspada (level 2), siaga (level 3), dan awas (level 4). Akan tetapi saat ini kan yang level 4 tidak ada, " lanjut Kasbani.

Kasbani mencontohkan, Gunung Sinabung dan Gunung Agung, masuk dalam kategori level 3 (siaga).

Sementara itu, Gunung Kerinci, Gunung Merapi, Gunung Krakatau, Gunung Bromo, Gunung Slamet, Gunung Rinjani, Gunung Gamalama masuk kategori level 2 (waspada).

Disinggung tentang kondisi 21 gunung yang dimaksud pada 2020 mendatang, Kasbani memperkirakan masih stabil di kategori waspada hingga siaga.

Baca: Gunung Api Semburkan Awan Panas Setinggi 800 Meter, Sleman Diguyur Hujan Abu Tipis

Baca: Konferensi Pers BMKG Terkait Gempa Banten, Ini Daftar Wilayah Berstatus Waspada dan Siaga

Dia melanjutkan, seluruh gunung api berstatus waspada hingga siaga terpantau dengan sangat baik.

Sehingga, masyarakat tidak perlu khawatir jika terjadi perubahan aktivitas secara mendadak.

"Jadi tidak perlu ada kekhawatiran, ada perubahan-perubahan aktivitas tentu akan kami evaluasi apakah dia (gunung) ada peningkatan, penurunan ancaman, itu nanti sesuai levelnya dia, dia akan berbeda," ungkap Kasbani.

Salah satu langkah pengawasan secara ketat yang dilakukan PVMBG adalah menambah pemasangan Closed Circuit Television (CCTV) di sejumlah gunung.

Pada Minggu (29/2019), CCTV ditambahkan di puncak Gunung Agung, Bali, pada ketinggian 3.142 meter di atas permukaan laut.

"Pemasangan CCTV ini untuk memantau langsung segala aktivitas permukaan kawah secara terus menerus dan berkelanjutan. Masyarakat pun bisa ikut memantau kawah Gunung Agung melalui website maupun aplikasi MAGMA Indonesia yang dapat diunduh melalui playstore," ujar Kasbani. 

"GPS itu untuk mengetahui deformasi gunung, untuk mengetahui kembang kempisnya gunung, kalau dia itu membengkak kelihatan, kalau membengkak hati-hati," tambah Kasbani.

(TRIBUNNEWSWIKi/Magi, KOMPAS/Dian Erika Nugraheny)





KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved