Alasan Kuliner Papua Tak Ada yang Digoreng dan Manfaatnya bagi Tubuh

Kuliner khas Papua tidak mengenal proses menggoreng dalam pengolahannya. Namun, justru hal itu yang membuat kandungan gizi makanan terjaga dengan baik


zoom-inlihat foto
warga-papua.jpg
Kompas.com
Warga bersama-sama mengangkat batu untuk mengambil makanan yang dimasak dengan bakar batu di Lapangan Trikora, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, Kamis (15/9/2016). Tradisi bakar batu merupakan salah satu tradisi terpenting di Papua yang berfungsi sebagai tanda rasa syukur, menyambut tamu, atau acara perdamaian setelah perang antar suku.


"Makanya penduduk Papua kalau enggak sagu makanan pokoknya itu ikan."

"Hasil olahan ikan juga banyak di sini," kata Rika.

"Paling terkenal ya kuah kuning itu dan ada juga ikan bakar batu yang dimasaknya dengan cara tradisional bakar batu," lanjutnya.

Kuliner Papua: Rumit tetapi Lezat

Papua terkenal dengan kekayaan ragam budaya dan alamnya Tak hanya itu, Papua menyimpan harta tersembunyi berupa kuliner yang nikmat dan kaya gizi.

“Cara masaknya sederhana."

"Mereka memanfaatkan kekayaan alam di sekitar mereka untuk diolah jadi makanan."

"Misalnya ini, keladi (talas) ini kan hasil kebun mereka yang bisa mereka ambil dari sekitar,” ujar Rika.

Baca: Ayam Betutu

Baca: Nasi Megono

Baca: Nasi Megono (Khas Pekalongan)

Baca: Nasi Balap Puyung

Makanan khas Papua memang biasanya memanfaatkan bahan-bahan yang ada di sekitar masyarakat.

Mulai dari hasil kebun seperti keladi, daun melinjo, daun pakis, kelapa, dan bunga pepaya.

Penduduk yang tinggal di tepi pantai juga banyak memanfaatkan laut dan sungai untuk berburu ikan.

“Makanya penduduk Papua kalau enggak sagu makanan pokoknya itu ikan."

"Hasil olahan ikan juga banyak di sini."

"Paling terkenal ya kuah kuning itu dan ada juga ikan bakar batu yang dimasaknya dengan cara tradisional bakar batu,” jelasnya.

Seporsi keladi tumbuk dengan ikan suir dan sayur pakis lodeh.
Seporsi keladi tumbuk dengan ikan suir dan sayur pakis lodeh. (Kompas.com)

Cara masak khas Papua memang masih sangat tradisional.

Salah satu tradisi yang masih dipertahankan adalah memasak dengan bakar batu.

Cara bakar batu ini merupakan ritual memasak bersama yang bertujuan untuk memanjatkan rasa syukur, bersilaturahmi dengan keluarga dan kerabat, menyambut kabar bahagia, atau mengumpulkan prajurit untuk berperang.

Martince atau yang akrab disapa Mama Tien hingga kini masih sering memasak dengan cara bakar batu tersebut.

"Batu kali besar disusun."

"Lalu api dinyalakan."





Halaman
1234
Penulis: Haris Chaebar
Editor: haerahr
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved