Serangan tanpa henti Trump kepada si pelapor terjadi setelah hasil jajak pendapat menunjukkan dia mulai rapuh, dengan penyelidikan DPR AS meraih momentum.
Survei dari NBC/Wall Street Journal menunjukkan sebanyak 49 persen publik AS percaya dia harus dimakzulkan, dengan 53 persen menerimanya.
Adapun polling Fox News memaparkan 49 persen ingian Trump lengser, dan 60 persen yakin dia meminta negara asing menyelidiki lawan politiknya.
Dengan berbagai keterangan mantan pejabat dan diplomat, sang presiden diyakini mendesak Ukraina untuk mencari tahu kesalahan Joe Biden.
Baca: Turis Inggris Tewas Dicekik saat Berhubungan Badan dengan Teman Kencan yang Dikenalnya Lewat Tinder
Baca: Viral Video Detik-detik Robohnya Crane saat Badai Dorian di Kanada
Baca: Hari Ini dalam Sejarah: Kemerdekaan Brasil
Apalagi sempat muncul isu dia menahan bantuan militer 400 juta dollar AS, atau Rp 5,6 triliun, supaya Kiev menginvestigasi Biden dan anaknya, Hunter.
Kuasa hukum whistleblower, Mark Zaid, di Twitter menyatakan kliennya sudah menawarkan politisi Republik untuk menjawab secara tertulis.
Permintaan yang diberikan kepada anggota Komite Intelijen DPR AS, Devin Nunes, menekankan upayanya agar penyelidikan dilakukan nonpartisan.
"Beragam pesan Republik yang dipimpin Trump pagi ini menyoroti adanya permintaan agar identitas klien saya diungkap," papar Zaid.
(Tribunnewswiki.com/Bolasport.com/Haris/Ardi Priyatno)