"Saya berhak menemuinya, terutama setelah dia mendeskripsikan percakapan dengan pemimpin asing secara salah dan begitu ngawur," katanya.
Tak hanya itu, dia juga melancarkan kritikan kepada Ketua Komite Intelijen House of Representatives (DPR AS) dari Demokrat, Adam Schiff.
Dia menuduh Schiff sudah berbohong kepada majelis rendah parlemen AS itu.
"Schiff seharusnya diselidiki atas dugaan Penipuan dan Pengkhianatan," ujarnya.
Trump melanjutkan, dia menuntut tak hanya dipertemukan dengan si pelapor.
Namun juga dengan pejabat yang sudah memberikannya informasi.
"Apakah orang ini sedang memata-matai Presiden AS? Ada konsekuensi Besar!" lanjut presiden yang diusung oleh Partai Republik itu.
Buntut pengumuman penyelidikan yang digaungkan Ketua DPR AS Nancy Pelosi, Gedung Putih langsung merilis transkrip percakapan Trump dan Zelensky.
Trump bertindak
Presiden AS Donald Trump menuntut sosok "pelapor" yang membuat dirinya hendak dimakzulkan segera diungkap, seraya menyebut prosesnya "sampah".
Permintaannya muncul setelah Republik berusaha mengungkap si "whistleblower", dan menyerang kredibilitasnya setelah DPR AS melakukan penyelidikan.
DPR yang dikuasai Demokrat membuka investigasi setelah Trump dituduh meminta Presiden Ukraina guna menyelidiki rival politiknya, Joe Biden.
Hanya disebut sebagai mantan pejabat intelijen Gedung Putih, si pelapor adalah yang mengungkapkan bagaimana Trump berupaya menekan Ukraina.
Baca: Bintang Film Dewasa yang Pernah Tidur dengan Presiden Donald Trump Menang Gugatan Rp 6 Miliar
Baca: CEO McDonald Dipecat Usai Pacari Karyawannya: Inilah Saatnya Saya Untuk Pergi
Baca: Donald Trump Benarkan Kabar Tewasnya Hamza bin Laden, Putra Osama bin Laden
Baca: 5 Promo Kuliner Hari Pelanggan Nasional Mulai Dari McDonalds Hingga Carls Jr
Baik di Twitter maupun kepada awak media, presiden 73 tahun itu mendesak supaya identitas whistleblower yang membuat dia akan dimakzulkan disebarkan.
"Dia adalah sosok anti-Trump yang begitu besar," katanya kepada awak media di Gedung Putih seperti dikutip AFP Minggu (3/11/2019).
Dia juga menghukum pejabat yang menentang Gedung Putih dengan bersaksi terkait skandal Ukraina, dengan menyebut mereka "bukan pendukung Trump".
"Jadi, seperti kalian tahu, ini sampah."
"Seluruh proses pemakzulan ini sampah."
"Si pelapor sangat salah hingga membuat Yang Mulia turun tangan."
"Ungkap identitasnya dan akhiri Pemakzulan Hoax!" tegasnya.