Akan Dimakzulkan sebagai Presiden, Donald Trump: Awas Perang Saudara

Dinamika politik Amerika Serikat semakin memanas. Demokrat hendak melengserkan Trump dan politisi dari Partai Republik itu peringatkan perang saudara.


zoom-inlihat foto
trump-ancam-perang-saudara.jpg
Kompas.com dan Grid.id
Donald Trump, mengancam akan ada perang saudara jika ia dilengserkan. Ilustrasi perang saudara Amerika Serikat di masa lalu.


"Saya berhak menemuinya, terutama setelah dia mendeskripsikan percakapan dengan pemimpin asing secara salah dan begitu ngawur," katanya.

Tak hanya itu, dia juga melancarkan kritikan kepada Ketua Komite Intelijen House of Representatives (DPR AS) dari Demokrat, Adam Schiff.

Adam Schiff, politisi dari Partai Demokrat, Amerika Serikat.
Adam Schiff, politisi dari Partai Demokrat, Amerika Serikat. (ejinsight.com)

Dia menuduh Schiff sudah berbohong kepada majelis rendah parlemen AS itu.

"Schiff seharusnya diselidiki atas dugaan Penipuan dan Pengkhianatan," ujarnya.

Trump melanjutkan, dia menuntut tak hanya dipertemukan dengan si pelapor.

Namun juga dengan pejabat yang sudah memberikannya informasi.

"Apakah orang ini sedang memata-matai Presiden AS? Ada konsekuensi Besar!" lanjut presiden yang diusung oleh Partai Republik itu.

Buntut pengumuman penyelidikan yang digaungkan Ketua DPR AS Nancy Pelosi, Gedung Putih langsung merilis transkrip percakapan Trump dan Zelensky.

Trump bertindak

Presiden AS Donald Trump menuntut sosok "pelapor" yang membuat dirinya hendak dimakzulkan segera diungkap, seraya menyebut prosesnya "sampah".

Permintaannya muncul setelah Republik berusaha mengungkap si "whistleblower", dan menyerang kredibilitasnya setelah DPR AS melakukan penyelidikan.

DPR yang dikuasai Demokrat membuka investigasi setelah Trump dituduh meminta Presiden Ukraina guna menyelidiki rival politiknya, Joe Biden.

Hanya disebut sebagai mantan pejabat intelijen Gedung Putih, si pelapor adalah yang mengungkapkan bagaimana Trump berupaya menekan Ukraina.

Baca: Bintang Film Dewasa yang Pernah Tidur dengan Presiden Donald Trump Menang Gugatan Rp 6 Miliar

Baca: CEO McDonald Dipecat Usai Pacari Karyawannya: Inilah Saatnya Saya Untuk Pergi

Baca: Donald Trump Benarkan Kabar Tewasnya Hamza bin Laden, Putra Osama bin Laden

Baca: 5 Promo Kuliner Hari Pelanggan Nasional Mulai Dari McDonalds Hingga Carls Jr

Baik di Twitter maupun kepada awak media, presiden 73 tahun itu mendesak supaya identitas whistleblower yang membuat dia akan dimakzulkan disebarkan.

"Dia adalah sosok anti-Trump yang begitu besar," katanya kepada awak media di Gedung Putih seperti dikutip AFP Minggu (3/11/2019).

Dia juga menghukum pejabat yang menentang Gedung Putih dengan bersaksi terkait skandal Ukraina, dengan menyebut mereka "bukan pendukung Trump".

"Jadi, seperti kalian tahu, ini sampah."

"Seluruh proses pemakzulan ini sampah."

"Si pelapor sangat salah hingga membuat Yang Mulia turun tangan."

"Ungkap identitasnya dan akhiri Pemakzulan Hoax!" tegasnya.

Ilustrasi perang saudara di Amerika Serikat yang terjadi di masa lampau.
Ilustrasi perang saudara di Amerika Serikat yang terjadi di masa lampau. (Grid.id)




Halaman
1234
Penulis: Haris Chaebar
Editor: haerahr
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved