20 Tahun Berbahan Bakar Sampah Beracun, Pengusaha Tahu di Tropodo Deklarasi Stop Sampah Plastik

Dilema dialami oleh pengusaha tahu di Tropodo, Sidoarjo, Jawa Timur karena harga bahan bakar kayu yang mahal untuk gantikan sampah plastik beracun.


zoom-inlihat foto
sampah-tropoppdo.jpg
Kompas.com
Pekerja mengambil sampah plastik impor untuk bahan bakar tungku pemasak kedelai pada industri tahu di Desa Tropodo, Sidoarjo, Selasa (18/6/2019).


Organisasi non-profit, International Pollutans Elimination Network (IPEN) menemukan adanya kandungan polutan berbahaya di telur ayam yang diproduksi di Desa Bangun.

Polutan tersebut bisa menyebabkan penyakit kanker, parkinson, hingga cacat saat lahir.

Temuan tersebut dirilis dalam laporan berjudul Plastic Waste Poisons Indonesia's Food Chain atau Sampah Plastik Meracuni Rantai Makanan Indonesia.

Baca: Jadi Orang Penting Pemerintahan, Wishnutama Akui Tak Ada Perubahan: Anak Masih Naik Kendaraan Umum

Baca: Ingat Hani Saksi Kematian sekaligus Sahabat Mirna yang Tewas Diracun Sianida? Begini Kondisinya Kini

Baca: Lagi, Anggota Kodim 0707/Wonosobo Nyinyir soal Wiranto, Suami Diancam Sanksi: Tulis Pisau Beracun

Dalam laporan tersebut dikatakan bahwa Desa Tropodo dan Desa Bangun setiap hari menerima 50 ton plastik berkualitas rendah dari sampah plastik yang dimpor Indonesia.

Di Desa Tropodo disebutkan bahwa sampah plastik digunakan untuk bahan bakar pembuatan tahu dan di Desa Bangun sampah plastik ada yang ditimbun dan dibakar di area terbuka.

Sampah plastik yang hendak dimasukkan ke tungku api pembakaran untuk memproduksi tahu.
Sampah plastik yang hendak dimasukkan ke tungku api pembakaran untuk memproduksi tahu. (BBC)

Akibatnya telur dan ayam di dua desa tersebut tersebut tercemar oleh limbah plastik yang dibakar.

Ada lima besar negara uang mengespor sampah palstik ke Indonesia pada tahun 2018 yakni Australia, Jerman, Kepulauan Marshall, Belanda, serta AS.

Timbunan sampah plastik juga ditambah dengan produksi sampah palstik dalam negeri, yakni 9 ton plastik setuap tahun.

"Sampah plastik yang tidak diinginkan lalu dibeli oleh para broker, pedaur ulang kecil, atau 'disumbangkan’ kepada komunitas sebagai bagian dari program pengembangan komunitas dari pabrik kertas," tulis IPEN.

Sampah-sampah plastik berkualitas rendah itu kemudian berakhir di penimbunan terbuka atau open dumps, pabrik tahu, pabrik kapur, atau tempat-tempat di mana masyarakat membakar plastik sebagai bahan bakar.

Baca: Kenali Jenis Penyakit dan Cara Menjaga Kesehatan di Musim Hujan

Baca: Diduga Meninggal Karena Penyakit Jantung, Kenali Gejala dan Faktor Penyakit yang Diidap Cecep Reza

Baca: Penelitian Terbaru, Rokok Vape dengan Cepat Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung hanya Dalam 1 Bulan

Menanggapi hal itu Bupati Sidoarjo Saiful llah sudah meminta kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk melarang impor sampah plastik ke Indonesia khususnya di Jawa Timur.

Ia juga tidak ingin pencemaran akibat pembakaran limbah sampah plastik dari pabrik tahu itu semakin meluas dan berdampak terhadap kesehatan, sehingga pengusaha harus menggunakan bahan bakar yang lebih ramah lingkunga.

Apalagi telah ditemukan sampel telur ayam di Malang mengandung racun karena tercemar pembakaran sampah plastik di pabrik tahu di desa tersebut.

Pekerja pabrik tahu di Desa Tropodo, Kecamatan Krian, Sidoarjo, Jawa Timur, memasukkan limbah plastik impor sebagai bahan bakar pengganti kayu, Selasa (26/11/2019).
Pekerja pabrik tahu di Desa Tropodo, Kecamatan Krian, Sidoarjo, Jawa Timur, memasukkan limbah plastik impor sebagai bahan bakar pengganti kayu, Selasa (26/11/2019). (Kompas.com)

Saiful sendiri baru mengetahui penggunaan limbah plastik untuk bahan bahan bakar pembuatan tahu sudah dilakukan selama 20 tahun.

"Ya, 20 tahun kita enggak tahu."

"Tahu-tahu kita ada berita telur mengandung racun, masak kita teruskan."

"Apalagi nanti (pencemaran) sampai (menyebar) ke yang lain, makanan ternak yang lain," kata Saiful.

Baca: Ingin Turunkan Berat Badan dan Hilangkan Racun di Tubuh? Minum Air Saat Perut Kosong

Baca: Sering Dianggap Remeh, Inilah Bahaya Sampah Elektronik

Baca: Disertasi UIN Boleh Hubungan Seks Luar Nikah, MUI:Ini Musibah, Disangka Ilmiah Padahal Tempat Sampah

Menurutnya saat ini semua pihak harus berbenah dan membiasakan diri untuk hidup lebih sehat.

"Sekarang ini kita mulailah untuk membenahi masyarakat kita supaya hidup sehat."

"Ya kita pakai bahan-bahan yang sehat dan ramah lingkungan," ujar Saiful.





Halaman
1234
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Red CobeX (2010)

    Red CobeX adalah sebuah film komedi Indonesia yang
  • Film - Utusan Iblis (2025)

    Utusan Iblis adalah sebuah film horor Indonesia yang
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved