Dewi Tanjung Dilaporkan Balik Novel Baswedan ke Polisi: Saya Siap Hadapi Risikonya

Politikus PDI Perjuangan Dewi Tanjung malah bersyukur dirinya dilaporkan balik ke polisi, ia menghargai langkah yang diambil Novel Baswedan tersebut.


zoom-inlihat foto
politikus-pdi-p-dewi-tanjung-2.jpg
Kompas.com/RINDI NURIS VELAROSDELA
Politikus PDI-Perjuangan, Dewi Tanjung di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (12/8/2019).


Politikus PDI Perjuangan Dewi Tanjung malah bersyukur dirinya dilaporkan balik ke polisi, ia menghargai langkah yang diambil Novel Baswedan tersebut.

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Setelah melaporkan penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, politikus PDI Perjuangan Dewi Tanjung malah bersyukur dirinya dilaporkan balik ke polisi.

Dewi Tanjung menghargai langkah yang diambil Novel Baswedan tersebut.

"Tidak apa-apa beliau kan punya hak juga melaporkan balik, sama seperti saya. Jadi nggak ada yang harus ditanggapi balik kan," ujar Dewi Tanjung ketika dihubungi Tribunnews.com, Kamis (7/11/2019).

Dewi mengaku siap meladeni dan menghadapi lapiran yang dibuat penyidik KPK, Novel Baswedan.

Menurutnya, keputusan yang diambil dirinya yaitu dengan melaporkan Novel Baswedan memiliki risiko.

Baca: Dewi Tanjung (Dewi Ambarwati Tanjung)

Baca: Novel Baswedan

"Ya iyalah pastilah (siap menghadapi). Saya melaporkan beliau, kalau beliau lapor balik ya saya harus hadapi. Namanya segala sesuatu kan ada risikonya," kata Dewi Tanjung.

Seperti diberitakan, Novel Baswedan akan memolisikan balik politikus PDI Perjuangan Dewi Ambarwati atau Dewi Tanjung.

"Kami akan mengambil langkah hukum baik perdata maupun pidana terkait dengan fitnah yang ditujukan kepada Novel Baswedan," kata Alghiffari Aqsa selaku tim advokasi Novel Baswedan kepada Tribunnews.com, Kamis (7/11/2019).

Penyidik KPK Novel Baswedan serta sejumlah aktivis antikorupsi dan wadah pegawai (WP) KPK memperingati 500 hari penyerangan air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan, di gedung KPK, Jakarta, Kamis (1/11/2018). Peringatan digelar untuk mendorong pemerintah dalam hal ini Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyelesaikan kasus-kasus penyerangan terhadap para aktivis. WP KPK juga mengaitkan kasus tersebut dengan tewasnya aktivis HAM, Munir Said Thalib pada 2004 lalu
Penyidik KPK Novel Baswedan serta sejumlah aktivis antikorupsi dan wadah pegawai (WP) KPK memperingati 500 hari penyerangan air keras kepada penyidik KPK Novel Baswedan, di gedung KPK, Jakarta, Kamis (1/11/2018). Peringatan digelar untuk mendorong pemerintah dalam hal ini Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyelesaikan kasus-kasus penyerangan terhadap para aktivis. WP KPK juga mengaitkan kasus tersebut dengan tewasnya aktivis HAM, Munir Said Thalib pada 2004 lalu (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

Diketahui Novel Baswedan dilaporkan Dewi Tanjung ke Polda Metro Jaya atas tuduhan telah merekayasa kasus penyiraman air keras.

Alghiffari menduga laporan Dewi bermaksud menggiring opini publik untuk mengaburkan dan mengecilkan dukungan kepada upaya penuntasan kasus penyiraman air keras Novel baswedan.





Halaman
1234
Penulis: Nur Afitria Cika Handayani
Editor: Adya Rosyada Yonas






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved