Dewi Tanjung (Dewi Ambarwati Tanjung)

Dewi Tanjung merupakan politikus PDIP. Ia pernah beberapa kali melaporkan politikus seperti Amien Rais, Habib Rizieq dan Bachtiar Nasir atas tuduhan makar dan people power. Ia juga melaporkan Novel Baswedan atas tuduhan rekayasa kasus penyiraman air keras.


zoom-inlihat foto
politikus-pdi-p-dewi-tanjung-2.jpg
RINDI NURIS VELAROSDELA
Politikus PDI-Perjuangan, Dewi Tanjung di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (12/8/2019).(RINDI NURIS VELAROSDELA)

Dewi Tanjung merupakan politikus PDIP. Ia pernah beberapa kali melaporkan politikus seperti Amien Rais, Habib Rizieq dan Bachtiar Nasir atas tuduhan makar dan people power. Ia juga melaporkan Novel Baswedan atas tuduhan rekayasa kasus penyiraman air keras.




  • Informasi Awal


TRIBUNNEWSWIKI.COM – Dewi Ambarwati Tanjung atau dikenal sebagai Dewi Tanjung merupakan politikus PDIP.

Dewi Tanjung lahir di Padang, Sumatera Barat pada 15 Januari 1980.

Dia pernah mendaftar sebagai calon legislatif untuk daerah pemilihan Jawa Barat V.(1)

Politikus PDI-P Dewi Tanjung melaporkan Amien Rais, Rizieq Shihab, dan Bachtiar Nasir ke Polda Metro Jaya pada Selasa (14/5/2019) atas sangkaan makar.(KOMPAS.com/Vitorio Mantalean)
Politikus PDI-P Dewi Tanjung melaporkan Amien Rais, Rizieq Shihab, dan Bachtiar Nasir ke Polda Metro Jaya pada Selasa (14/5/2019) atas sangkaan makar.(KOMPAS.com/Vitorio Mantalean) (OMPAS.com/Vitorio Mantalean)

  • Caleg DPR RI


Dalam rekam jejaknya, Dewi Tanjung pernah mencalonkan diri sebagai calon anggota legislatif (Caleg) DPR RI Dapil V Jawa Barat (Bogor) dengan nomor urut enam.

Namun, dari sembilan kader PDIP yang maju di Jabar, Dewi hanya meraup 7.311 suara.

Dewi Tanjung kalah dari pesaingnya, Adian Napitupulu.(2)

  • Hina Eggi Sudjana di Bandung Lawyer Club


Caleg Partai Amanat Nasional (PAN) Eggi Sudjana melaporkan Dewi Tanjung ke Bareskrim Polri.

Laporan tersebut telah teregristrasi dengan nomor: LP/B/IV/2019/BARESKRIM bertanggal 25 April 2019.

Dewi Tanjung dilaporkan atas dugaan tindak pidana pencemaran nama baik melalui media elektronik.

Menurut kuasa hukum Eggi Sudjana, Dewi Tanjung menjelek-jelekan Eggy di sebuah grup WhatsApp bernama Bandung Lawyer Club (BLC).

Di Bandung Lawyer Club itu diduga Dewi Tanjung menyerang pribadi Eggi Sudjana dengan mengatakan Eggi Sudjana itu hanya mencari keuntungan kepada Prabowo.

Dalam laporannya, Pitra membawa sejumlah barang bukti.

Seperti bukti video yang beredar di akun YouTube Dewi Tanjung dan tangkapan layar pesan-pesan WhatsApp yang menghina Eggi Sudjana.

Atas perbuatannya, Dewi disangkakan telah melanggar Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Pasal 45 ayat 3 Juncto Pasal 27 ayat 3.(3)

  • Persoalan Partai Kapitra Ampera


Nama Dewi sempat mencuat pada Desember 2018.

Ia terlibat dalam perseteruan antara rekan satu partainya, Kapitra Ampera, dengan pengacara pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Eggi Sudjana.

Saat iu, Eggi menuding Kapitra melakukan ancaman pembunuhan terhadapnya.

Eggi mengklaim mengetahui ancaman tersebut dari Dewi Tanjung.

Belakangan, Kapitra membantah dan melaporkan balik Eggi.

Saat lapor polisi, Kapitra ditemani Dewi Tanjung dan keduanya membantah seluruh tudingan Eggi tersebut.(2)

  • Makar dan People Power


Pada Mei 2019 Dewi Tanjung melaporkan Amien Rais mengenai People Power.

Tak hanya Amien Rais, tapi ia melaporkan juga pimpinan Front Pemberla Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab dan eks pimpinan 212 Bachtiar Nasir.

Ketiganya juga dilaporkan atas dugaan makar.

Pelaporan Amien Rais, kata Dewi, berkaitan dengan orasi politikus senior PAN itu di depan KPU pada 1 Maret 2019.

Adapun pelaporan pada Rizieq Shihab, ujar Dewi, adalah berdasarkan video yang beredar luas di grup WhatsApp di mana Imam Besar FPI tersebut menyerukan people power.

Dan meminta Presiden Jokowi turun. Sementara Bachtiar Nasir berdasarkan videonya di youtube yang menyerukan revolusi berkali-kali.

Dalam melaporkan tiga orang tersebut, Dewi menyertakan empat barang bukti berupa kepingan CD yang merekam semua video Amien Rais, Habib Rizieq Shihab dan Bachtiar Nasir.

Dewi mengatakan, dirinya melaporkan Amien Rais, Habib Rizieq Shihab, dan Bachtiar Nasir.

Laporan tersebut teregistrasi dalam laporan nomor LP/2998/V/2019/PMJ/Dit. Reskrimum tertanggal 14 Mei.

Ketiganya dilaporkan dengan Pasal tindak pidana pemufakatan jahat dan atau makar atau tindak pidana informasi dan atau transaksi alat elektronik,

Pasal 107 KUHP dan atau Pasal 116 Jo Pasal 87 KUHP Jo Pasal 55 KUHP Jo Pasal 56 KUHP dan atau Pasal 14,

Pasal 15 UURI No 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan atau

Pasal 28 ayat 2 Jo Pasal 45A Ayat 2 UURI no 19 tahun 2016 tentang perubahan UURI no 10 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.(4)

Amien Rais, Rizieq Shihab, Bachtiar Nasir
Amien Rais, Rizieq Shihab, Bachtiar Nasir.(KOMPAS/KRISTIANTO PURNOMO/RADITYA HELABUMI/WISNU WIDIANTORO)

  • Sebut kasus Novel rekayasa


Pada 6 November 2019 Dewi Tanjung kembali menyambangi kantor polisi untuk kasus penyiraman air keras Novel Baswedan.

Kader PDIP itu menuding Novel melakukan rekayasa dalam kasus penyiraman air keras ke mantan Ketua KPK itu.

Dewi Tanjung berpendapat banyak kejanggalan dalam kasus tersebut.

Seperti efek dari air keras yang hanya merusak bagian mata Novel.

Menurut dia, dampak dari air keras seharusnya juga merusak hingga bagian pipi.

Dewi Tanjung menilai ada kejanggalan dari video-video yang memperlihatkan kondisi Novel, termasuk salah satu video Novel dengan keadaan mata tidak rusak yang viral di sosial media.

Dia mengaku sudah membawa sejumlah barang bukti atas laporannya tersebut.

Namun Dewi enggan menjelaskan lebih jauh.

Pengunggah video itu menyertakan keterangan tertulis:

"Mata Novel Baswedan saat baru ditayangin di NET TV 18 april 2017..!?dia kaget dg tiba2 kemunculan wartawan NET, liat matanya dan pipi mulus pdhl baru kasus penyiraman," tulisnya.

Dari video itu, sejumlah pemilik akun media sosial di Twitter lantas menuduh adanya rekayasa dalam penyiraman air keras terhadap Novel.

Akun-akun itu mencuit dengan narasi soal adanya skenario di kasus Novel Baswedan.

Novel sendiri telah menanggapi serangan kepadanya di media sosial twitter.

Dia menyatakan sempat mengalami luka bakar di bagian wajahnya saat awal peristiwan penyiraman air keras itu.

Namun luka tersebut pulih hanya dalam waktu 5 hari saja setelah ditangani dokter ahli di Singapura.(5)

Faktanya, laporan medis Novel dari Klinik Eye & Retina Surgeons, Singapura, pada 26 Mei 2017, mencatat bahwa Novel pertama kali datang ke klinik itu pada 12 April 2017.

Saat itu, Novel dipindahkan setelah menjalani perawatan karena cedera kimia asam sulfat di Jakarta Eye Centre pada 11 April, pukul 5 pagi.

Laporan medis itu juga menuliskan ada luka bakar ringan sampai sedang pada wajah dan kelopak mata yang telah dirawat. Cedera kimiawi melibatkan kedua mata.

"Ketajaman visualnya masing-masing adalah 6/24 dan 6/15 pada mata kanan dan kiri," tulis laporan medis itu.

Pada pemeriksaan, ada permasalahan 90 persen di bagian jaringan atas para epitel batas kornea yang hilang.

Karena adanya iskemik (terhambatnya aliran darah pada pembuluh darah mata yang mengakibatkan kematian jaringan) di limbal (batas warna pada kornea) yang terjadi pada mata kiri.

Pada mata kanan Novel Baswedan, kornea agak membengkak dengan lipatan membran descemet.

Ruang bagian depan dalam dan kosong, dan tidak ada kekeruhan lensa.

Di mata kiri tidak ada pembengkakan kornea, tetapi tercatat kekeruhan lensa capsular anterior.(6)

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Saradita Oktaviani)



Nama Dewi Ambarwati Tanjung
Lahir 15 Januari 1980, Padang, Sumatera Barat
Riwayat Karir Politisi
Berita Terkini Melaporkan kasus penyiraman air keras Novel Baswedan sebagai rekayasa
   


Sumber :


1. kbr.id
2. kumparan.com
3. www.alinea.id
4. mediaindonesia.com
5. www.beritasatu.com
6. nasional.tempo.co


Penulis: saradita oktaviani
Editor: Melia Istighfaroh






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved