Baru Dilantik, Jokowi Beri Waktu Satu Bulan kepada Kapolri Baru untuk Ungkap Kasus Novel Baswedan

Presiden Jokowi memberikan waktu satu bulan kepada Kapolri Idham Azis untuk ungkap kasus Novel Baswedan


zoom-inlihat foto
jokowi-resmi-lantik-idham-azis.jpg
Youtube Sekretariat Presiden
Jokowi resmi lantik Idham Azis


Presiden Jokowi memberikan waktu satu bulan kepada Kapolri Idham Azis untuk ungkap kasus Novel Baswedan

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) beri waktu satu bulan kepada Kapolri Jenderal (Pol) Idham Azis, untuk mengungkap kasus Novel Baswedan.

Hal itu disampaikan Jokowi setelah melantik Idham Azis sebagai Kapolri yang baru, di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat (1/11/2019).

"Saya sudah sampaikan ke Kapolri baru, saya beri waktu sampai awal Desember," kata Jokowi saat berbincang dengan wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat sore, dikutip oleh Kompas.com.

Namun Presiden Jokowi tidak menjawab pertanyaan wartawan apakah ia akan membentuk tim gabungan pencari fakta independen jika target itu tak terpenuhi.

Baca: Dibuang Manchester United Demi Bek Termahal Dunia, Chris Smalling Justru Tampil Apik di Roma

Baca: Manfaat Aplikasi Mobile JKN-KIS, Cara Pendaftaran hingga Kemudahan yang Akan Didapat Pengguna

Presiden Joko Widodo meresmikan pengoperasian Palapa Ring di sebuah acara di Istana Merdeka, Senin (14/10/2019).(YouTube Sekretariat Kabinet)
Presiden Joko Widodo meresmikan pengoperasian Palapa Ring di sebuah acara di Istana Merdeka, Senin (14/10/2019).(YouTube Sekretariat Kabinet) (Kompas.com)

Sebelumnya, Jokowi juga sempat memberi target ke Kapolri terdahulu, Tito Karnavian.

Kala itu ia memberikan waktu kepada Tito Karnavian untuk mengungkap kasus Novel dalam 3 bulan.

Target tersebut diberikan Jokowi pada 19 Juli, setelah tim gabungan pencari fakta yang dibentuk Tito gagal mengungkap kasus tersebut.

Akan tetapi kasus Novel belum juga terungkap hingga tenggat waktu yang diberikan berakhir.

Jokowi justru mengangkat Tito Karnavian menjadi menteri dalam negeri.

Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan di gedung KPK, Jakarta, Selasa (11/12/2018)
Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan di gedung KPK, Jakarta, Selasa (11/12/2018) (DYLAN APRIALDO RACHMAN/KOMPAS.com)

Novel Baswedan disiram air keras oleh orang tak dikenal pada 11 April 2017 lalu.





Halaman
123
Penulis: Ahmad Nur Rosikin
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi






KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2020 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved