Kesaksian Edi, Satu-satunya Saudara yang Selamat Pembantaian Minah yang Bunuh 3 Saudara Kandungnya

Kesaksian Edi, Satu-satunya Saudara yang Selamat Pembantaian Minah yang Bunuh 3 Saudara Kandungnya


zoom-inlihat foto
kasus-pembunuhan-di-kebun-banyumas-pelaku.jpg
KOMPAS.com/FADLAN MUKHTAR ZAIN
Tersangka dihadirkan dalam ungkap kasus penemuan empat kerangka manusia di kebun saat konferensi pers di Mapolres Banyumas, Purwokerto, Jawa Tengah, Selasa (27/8/2019).


Ya sudahlah orang namanya tidak tahu bagaimana lagi. Semenjak itu saya jarang bertanya, terkait keberadaan saudara-saudara yang lain.

Keempat kerangka korban pembunuhan satu keluarga di Banyumas saat akan dimasukan kedalam mobil Ambulan, pada Kamis (29/8/2019).
Keempat kerangka korban pembunuhan satu keluarga di Banyumas saat akan dimasukan kedalam mobil Ambulan, pada Kamis (29/8/2019). (Tribunjateng.com/Permata Putra Sejati)

Bagaimana suasana hubungan keluarga besar Misem sebelum ada kejadian ini?

Hubungan dengan kakak (Minah) memang kurang baik.

Tetapi, terkait dengan pertengkarannya saya kurang paham.

Ketika saya memutuskan untuk pergi dan memilih tinggal bersama mertua, keadaan rumah waktu itu sudah ramai, karena dalam satu rumah ada kakak (Supratno) dan (Sugiyono) adek (Heri) dan satu orang keponakan, yaitu (Vivin/Pipin).

Saya memilih pergi dan tinggal bersama mertua karena justru ingin meringankan beban orangtua.

Saya kira satu rumah berlima sudah cukuplah.

Bukan saya mau sombong, karena sudah ada penghasilan, tetapi setidaknya rezeki saya ada saja dan alhamdulillah lancar meski sedikit-sedikit, oleh karena saya memilih memisahkan diri.

Seperti apa gambaran sifat Minah yang Anda kenal?

Tersangka Irvan dan Putra saat memperagakan membuang para korban ke dalam lubang dibelakang rumah Misem di
Banyumas, pada Rabu (28/8/2019).
Tersangka Irvan dan Putra saat memperagakan membuang para korban ke dalam lubang dibelakang rumah Misem di Banyumas, pada Rabu (28/8/2019). (Tribunjateng.com/Permata Putra Sejati)

Minah "Ora tau ngomong" (Jarang ngomong) tertutup apalagi saya lebih sering di tempat mertua jadi tidak tahu persis seperti apa kebiasan-kebiasannya.

Selepas saya menikah saya langsung pindah ke rumah mertua.

Kejadian (pembunuhan) terjadi setelah saya di rumah mertua terus.

Jadi saya otomatis tidak mengerti secara persis.

Setelah kejadian saya baru tahu ternyata ada pembunuhan.

Karena saya berpikiran di sini (Rumah Misem) sudah ada kakak, adik, keponakan jadi cukuplah tidak usah tinggal terlalu ramai, cukup saya di rumah mertua saja.

Benarkah pengakuan Minah bahwa para tersangka takut dibunuh korban?

Kalau itu saya juga tidak tahu secara persis.

Saat sering terjadi ribut itu saya tidak tahu dan tidak menyaksikan langsung karena posisi saya ada di rumah mertua.

Saya berkunjung ke rumah ibu (Misem) terkadang jika ada waktu libur, kadang Sabtu Minggu, untuk mengantar makanan.

Saat mengantar makanan itu, Saminah ya tidak ada omongan apa-apa, karena memang diam dan tertutup.





Halaman
1234
Editor: haerahr
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved