Kesaksian Edi, Satu-satunya Saudara yang Selamat Pembantaian Minah yang Bunuh 3 Saudara Kandungnya

Kesaksian Edi, Satu-satunya Saudara yang Selamat Pembantaian Minah yang Bunuh 3 Saudara Kandungnya


zoom-inlihat foto
kasus-pembunuhan-di-kebun-banyumas-pelaku.jpg
KOMPAS.com/FADLAN MUKHTAR ZAIN
Tersangka dihadirkan dalam ungkap kasus penemuan empat kerangka manusia di kebun saat konferensi pers di Mapolres Banyumas, Purwokerto, Jawa Tengah, Selasa (27/8/2019).


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Dari 5 anak Misem, ibu Saminah, yang membantai 3 saudara kandungnya di Banyumas, tersisa Edi Pranoto, adik Saminah.

Edi Pranoto menjadi satu-satunya saudara Saminah yang tersisa setelah Minah membunuh tiga saudara yang lain.

Ini kesaksian Edi yang selama bertahun-tahun hanya bisa menduga keberadaan para saudaranya yang dibunuh Minah.

Edi sudah lama meninggalkan rumah Misem (lokasi) pembunuhan, tepatnya setelah ia menikah.

Kasus pembunuhan yang melibatkan tersangka Saminah alias Minah (53), bersama tiga anak kandungnya yaitu Sania Roulita, Irvan Firmansyah, dan Achmad Saputra alias Putra membuat heboh warga Banyumas.

Baca: Ibu Tua Ini Tiap Lebaran Masih Masak buat Anak-Cucunya, Padahal Semua Sudah Dibantai Saminah

Baca: Polisi Gelar Prarekonstruksi Kasus Temuan 4 Kerangka Manusia di Banyumas

Minah dan tiga anak kandungnya tega menghabisi saudara kandung Minah, antara lain Supratno atau Ratno (56), Sugiyono alias Yono (51), dan Hari Setiawan alias Heri (46).

Satu korban lainnya adalah Fifin Dwi Loveana alias Pipin (27, anak kandung Ratno).

Belakangan polisi mengungkap motif pembunuhan adalah rebutan tanah warisan Misem, ibu kandung korban dan tersangka.

Tim Inafis Polres Banyumas saat melakukan olah TKP penemuan 4 tengkorak dan kerangka manusia di belakang rumah warga Desa Pasinggangan Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, pada Minggu (25/8/2019).
Tim Inafis Polres Banyumas saat melakukan olah TKP penemuan 4 tengkorak dan kerangka manusia di belakang rumah warga Desa Pasinggangan Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, pada Minggu (25/8/2019). (Tribunjateng.com/Permata Putra Sejati)

Kasus ini terungkap setelah jenazah para korban ditemukan secara tidak sengaja di halaman belakang rumah Misem.

Kala itu Rasman (tetangga Misem) membersihkan lokasi tersebut, Sabtu (24/8) lalu.

Tribun Jateng berkesempatan melakukan wawancara khusus dengan anak keempat Edi Pranoto, yang lolos dari pembunuhan karena tak tinggal serumah dengan Misem.

Berikut wawancara lengkapnya:

Bagaimana reaksi setelah tahu ternyata saudara-saudara meninggal karena dibunuh?

Saya sedih sekali dan sama sekali tidak menyangka tersangka pembunuhan adalah saudara sendiri.

Tidak bisa dibayangkan dan tidak tahu harus berkata-kata apa lagi.

Apakah ada firasat terkait kejadian ini?

Kebetulan saya sudah tinggal terpisah dengan ibu (Misem) dan saudara-saudara yang lain, di Banyumas. Saya sejak menikah memilih tinggal bersama mertua di Desa Kaliori, Kecamatan Kalibagor.

Saya tidak kepikiran jika Saminah dan anak-anaknya itu masih saudara sendiri, kakak kandung saya, tidak mungkin tega membunuh.

Sesama saudara sendiri mana tega, tetapi ternyata malah mereka sendiri yang membunuh.

Sebagai saudara saya pernah bertanya kepada Saminah, namun jawabannya pasti tidak tahu.





Halaman
1234
Editor: haerahr
BERITATERKAIT
Ikuti kami di
KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved