Kejadian polwan bakar polisi di Mojokerto berawal saat Briptu FN mengecek uang di ATM pada pukul 09.00 WIB.
Betapa syoknya FN mengetahui gaji ke-13 sebesar Rp 2,8 juta hanya tersisa Rp 800 ribu.
Ia pun langsung menelepon meminta suaminya, Briptu RDW untuk segera pulang.
Baca: Profil 7 Alumni Akpol 1997 yang Sudah Pecah Bintang Jadi Jenderal, Ada Petinggi BIN hingga Bakamla
Sembari jalan ke rumah di Asrama Polisi Mojokerto, FN sempat membeli bensi di botol air kemasan.
Briptu FN kembali menghubungi RDW lewat chat berisi foto bensin di depan anak-anaknya.
"Bila tak pulang, semua anak-anak dibakar".
Saat RDW sampai rumah, FN menyuruh ART-nya mengajak anak-anak main ke luar rumah.
Mereka lantas cekcok di dalam rumah dengan kondisi rumah terkunci.
Briptu FN kemudian memborgol tangan kiri RDW dikaitkan dengan tangga lipat di garasi.
Dalam kondisi duduk, RDW disiram bensin.
FN kemudian membakar tisu sambil berkata 'ini lho yang lihaten iki'.
Api pun langsung menyambar sekujur tubuh RDW.
Ia sempat berusaha menyelamatkan diri, namun tangannya terborgol ke tangga.
Sampai kemudian dia teriak minta tolong pada tetangga.
(tribunnewswiki.com/tribun network)
Baca lebih lengkap seputar berita terkait lainnya di sini