Briptu Fadhilatun Nikmah nekat membakar suaminya karena emosi.
Diketahui, Fadhilatun murka karena gaji ke-13 sebesar Rp2,8 juta hanya tersisa Rp800 ribu.
Lantas, seperti apa sosok Briptu Fadhilatun Nikmah?
Briptu Fadhilatun Nimah adalah seorang anggota polisi yang bertugas di SPKT Polres Mojokerto Kota.
Sementara suaminya, Briptu Rian bertugas sebagai anggota Satsamapta Polres Jombang.
Ia bersama suami dan anak-anaknya selama ini tinggal di rumah dinas Aspol nomor J1, Jalan Pahlawan, Kelurahan Miji, Kranggan, Kota Mojokerto.
Baca: Viral Video 4 Menit Ibu dan Anak Kecil Baju Biru Part 2 di Twitter, Pengakuan Suami Hany Mengejutkan
Briptu Fadhilatun diketahui seorang mamah muda beranak tiga.
Buah cinta dari pasangan Briptu Fadhilatun dan Briptu Rian tersebut saat ini masih balita dan bayi.
Belakangan terungkap bahwa Briptu Fadhilatun belum lama melahirkan bayi kembar.
Bayi kembar tersebut merupakan anak kedua dan ketiga mereka.
"Si saudara FN ini kan memiliki anak yang masih kecil. Yang pertama itu umur dua tahun, yang kedua dan ketiga (kembar) umurnya empat bulan. Ini kan lagi banyak-banyaknya membutuhkan biaya," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Dirmanto, Minggu (9/62024).
Biodata
Nama: Fadhilatun Nikmah
Tempat dan tanggal lahir: 1996
Agama: Islam
Umur: 28 tahun
Profesi: Polwan
Pangkat: Briptu
Suami: Rian Dwi Wicaksono
Anak: 3
Instagram/IG:
Facebook:
Twitter/X:
TikTok:
YouTube:
Di sisi lain motif kasus polwan bakar suami yang meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis di RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto.
Diduga Briptu Fadhilatun emosi karena suaminya yang berdinas sebagai Anggota Satsamapta Polres Jombang selalu menghabiskan uang gajinya untuk bermain judi online.
Baca: Video Viral Ibu Baju Oren dan Anaknya Part 2 Dicari Linknya di Twitter, Terungkap Sosok Pemerannya
Uang tabungan dari gaji tersebut, lanjut Dirmanto, dianggap oleh Briptu FN seharusnya dapat digunakan untuk membiayai hidup keduanya, beserta ketiga anak mereka.
"Saudara almarhum korban sering menghabiskan uang belanja yang harusnya dipakai untuk membiayai hidup ketiga anaknya. Ini temuan sementara yang bisa kami sampaikan," ujarnya di Lobby Gedung Ditreskrimum Mapolda Jatim, Minggu (9/6/2024).
Atas motif tersebut, muncul rasa jengkel dalam diri Briptu FN, sehingga tanpa sadar melakukan aksi kekerasan terhadap suaminya Briptu RDW.
Perasaan jengkel yang dialami oleh Briptu FN didasarkan pada pertimbangan kondisi ketiga anaknya yang berusia di bawah lima tahun (balita), masih membutuhkan banyak biaya hidup.
Namun, menurut Dirmanto, aksi kekerasan yang dilakukan oleh Briptu FN pada siang hari itu, merupakan kejadian pertama kali.
"Ini baru pertama kali. Karena saking jengkelnya. Karena tersangka ini memiliki anak tiga. Anak pertama usia 2 tahun, anak kedua dan ketiga adalah kembar, berusia 4 bulan. Nah ini kan banyak banyaknya membutuhkan biaya," jelasnya.
Disinggung mengenai konstruksi hukum atas kasus tersebut, termasuk dengan proses penanganan hukumnya, mengingat tersangka Briptu FN, merupakan oknum Anggota Polres Mojokerto Kota.
Baca: Profil Kompol Galih Wardani, Alumni Akpol 2006 yang Diperiksa Propam Terkait Kasus Vina Cirebon
Dirmanto menegaskan tersangka Briptu FN bakal dikenakan konstruksi pasal berkaitan dengan KDRT.
"Sementara ini, kami terapkan pasal KDRT," ungkap Mantan Kapolsek Wonokromo itu.
Sementara itu, korban Briptu Rian saat ini sudah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum, Desa Sumberjo, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, Minggu (9/6/2024).
Kasus tersebut saat ini masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.
Kejadian polwan bakar polisi di Mojokerto berawal saat Briptu FN mengecek uang di ATM pada pukul 09.00 WIB.
Betapa syoknya FN mengetahui gaji ke-13 sebesar Rp 2,8 juta hanya tersisa Rp 800 ribu.
Ia pun langsung menelepon meminta suaminya, Briptu RDW untuk segera pulang.
Baca: Profil 7 Alumni Akpol 1997 yang Sudah Pecah Bintang Jadi Jenderal, Ada Petinggi BIN hingga Bakamla
Sembari jalan ke rumah di Asrama Polisi Mojokerto, FN sempat membeli bensi di botol air kemasan.
Briptu FN kembali menghubungi RDW lewat chat berisi foto bensin di depan anak-anaknya.
"Bila tak pulang, semua anak-anak dibakar".
Saat RDW sampai rumah, FN menyuruh ART-nya mengajak anak-anak main ke luar rumah.
Mereka lantas cekcok di dalam rumah dengan kondisi rumah terkunci.
Briptu FN kemudian memborgol tangan kiri RDW dikaitkan dengan tangga lipat di garasi.
Dalam kondisi duduk, RDW disiram bensin.
FN kemudian membakar tisu sambil berkata 'ini lho yang lihaten iki'.
Api pun langsung menyambar sekujur tubuh RDW.
Ia sempat berusaha menyelamatkan diri, namun tangannya terborgol ke tangga.
Sampai kemudian dia teriak minta tolong pada tetangga.
(tribunnewswiki.com/tribun network)
Baca lebih lengkap seputar berita terkait lainnya di sini