Bela Israel Habis-habisan, Ukraina Tuding Rusia & Putin Dukung Hamas

Editor: Febri Ady Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy diwawancarai oleh wartawan ketika berkunjung ke Pelabuhan Chornomorsk di Laut Hitam. (29/7/2022)

Institut Penelitian Perang (ISW) berujar bahwa Rusia mungkin mengambil keuntungan dari adanya serangan Hamas ke Israel dan sebaliknya.

Konflik antara Hamas dan Israel juga disebut telah mengalihkan perhatian dunia dari perang Ukraina-Rusia yang masih berkecamuk.

Beberapa akun pro Ukraina di Twitter mengklaim bahwa satuan tempur Hamas yang menyerang Israel bisa jadi dilatih oleh tentara bayaran Grup Wagner dari Rusia.

Namun, akun-akun itu tidak memberikan bukti keterlibatan Wagner. Di samping itu, Wagner juga diketahui tidak berada di wilayah Palestina.

Sementara itu, ada pula yang menyebut bahwa hanya Rusia yang bisa melatih Hamas menggunakan pesawat nirawak untuk menargetkan kendaraan lapis baja Israel dan pos pengintaian.

Lalu, apakah Rusia benar-benar terlibat langsung dalam serangan Hamas ke Israel?

Oleg Ignatov, seorang analis di lembaga Crisis Group, mengatakan hingga saat ini belum ada bukti bahwa Rusia terlibat langsung.

“Saya belum melihat bukti apa pun, saya belum melihatnya secara jelas,” kata Ignatov dikutip dari Newsweek, (10/10/2023).

“Sulit untuk membayangkan bahwa Rusia ikut serta dalam perencanaan serangan itu.”

“Tentu saja kita hidup di dunia yang tidak bisa mengesampingkan segala [kemungkinan]. Namun, saya belum melihat satu pun bukti.”

Baca: Tembakkan Ribuan Rudal ke Israel, Hamas Dapat Senjata dari Mana?

Rusia diketahui menjalin hubungan dengan Hamas. Pada bulan Maret 2023 Hamas mengirimkan delegasi ke Rusia untuk melakukan pembicaran dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov.

Selepas pertemuan itu Lavrov memperingatkan bahwa “kesabaran Hamas terhadap Israel telah habis”.

Selain itu, beberapa pemimpin Hamas juga berkunjung ke Rusia pada bulan Mei dan September 2023.

Ignatov mengatakan adanya pembicaraan antara Rusia dan Hamas tidak bisa dimaknai bahwa Rusia memberikan bantuan langsung kepada Hamas.

Menurut Ignatov, hal itu adalah bagian dari kebijakan Rusia mengenai persoalan Timur Tengah. Bagi Rusia, bisa berhubungan dengan setiap pihak adalah hal yang menguntungkan.

Ignatov mengatakan Rusia saat ini lebih suka terlibat dalam upaya pembicaraan perdamaian dibandingkan dengan mendukung salah satu pihak.

“Rusai akan lebih tertarik untuk ikut serta dalam perundingan yang memungkinkan.”

“Artinya, Rusia tidak akan tertarik untuk mendukung salah satu pihak.

Baca: HAMAS Serang Israel, Ketua Fraksi PKS: Indonesia Berdiri Tegak Dukung Perjuangan Bangsa Palestina

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang konflik Hamas-Israel di sini.



Editor: Febri Ady Prasetyo
BERITA TERKAIT

Berita Populer