Pengamat: Jokowi Bukan Kader Murni PDIP, melainkan Pengusaha yang Jadi Aktor Politik

Editor: Febri Ady Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Joko Widodo didampingi Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarno Putri dan Ketua DPP PDIP Puan Maharani saat menghadiri Puncak Bulan Bung Karno 2023 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (24/6/2023). PDI Perjuangan menggelar konsolidasi akbar yang dihadiri ratusan ribu orang relawan, simpatisan hingga kader, sekaligus untuk memperingati puncak Bulan Bung Karno (BBK) dengan bertemakan Kepalkan Tangan Persatuan untuk Indonesia Raya.

Ginting berujar bahwa rencana politik Megawati juga berbeda dengan rencana politik Jokowi maupun Prabowo.

“Bisa jadi Megawati tidak lagi memiliki kepercayaan politik yang tinggi kepada Jokowi setelah terjadinya dinamika politik yang hebat, seperti putra bungsu Jokowi, Kaesang, justru tidak berada di kandang banteng. Melainkan memegang bunga mawar putih alias PSI."

Jokowi bermain api dengan Megawati

Pengamat politik Ujang Komarudin mengatakan bergabungnya Kaesang Pangarep dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) memperlihatkan bahwa Jokowi bermain api dengan Megawati.

Meski baru beberapa hari menjadi anggota PSI, Kaesang ditunjuk menjadi Ketua Umum PSI untuk menggantikan Giring Ganesha.

Langkah Kaesang bergabung dengan PSI, bukan PDIP seperti keluarganya, memunculkan pertanyaan mengenai hubungan Jokowi dengan Megawati dan PDIP.

"Melihat bahwa Jokowi sedang bermain api dengan Megawati Soekarnoputri (Ketum PDIP), juga sedang bermain-main dengan PDIP ya apapun itu jadi keputusannya Jokowi," kata Ujang yang menjadi akademisi di Universitas Al Azhar Indonesia, Senin, (25/9/2023), dikutip dari Warta Kota Live.

Ujang menyebut PDIP memiliki aturan bahwa semua anggota keluarga inti kader partai tidak boleh aktif di partai lain. 

Dia kemudian mempertanyakan sikap PDIP yang mengangap Kaesang sudah tidak masuk ke dalam keluarga inti Jokowi setelah menikah dengan Erina Gudono.

"Tapi ada aturan di internal PDIP bahwa satu keluarga satu partai artinya sejatinya kalau kita konsisten dengan peraturan PDIP, mestinya Jokowi dipecat," ujarnya.

Baca: ISI Bisikan Jokowi ke Ganjar Pranowo Saat Megawati Pidato di Rakernas PDIP, Kode Keras ?

Ujang selanjutnya menyinggung kasus Gubernur Maluku Irjen Polisi (Purn.) Murad Ismail yang dipecat oleh PDIP.

Murad adalah Ketua DPD PDIP Maluku, sedangkan istrinya menjadi calon legislatif dari Partai Amanat Nasional (PAN).

PDIP menanggapinya dengan mencopot Murad dan memecatnya dari keanggotaan partai itu.

"Pengalaman Gubernur Maluku yang istrinya ke partai lain dipecat, lagi-lagi PDIP mengatakan bahwa beda Kartu Keluarga (KK) Kaesang dan Jokowi sehingga boleh. Tapi apapun itu mereka kan keluarga inti," katanya.

Ujang meyakini terpilihnya Kaesang sebagai Ketua Umum PSI sudah didesain atau dirancang. Dia juga menyebut PSI adalah partai Jokowi.

"Malam ini Kaesang jadi Ketum PSI, gantikan Giring Ganesha, ya itu skema yang sudah didesain dan direncanakan. Saya sudah prediksi seperti itu, itu kan keinginan Jokowi kita tahu kan PSI partainya Jokowi. Manut tegak lurus sama Jokowi, jadi kalau Kaesang ketumnya tidak aneh karena memang partainya Jokowi," kata dia.

Baca: Kaesang Jabat Ketum PSI, Pengamat: Bukti Nyata Politik Dinasti, Jokowi Ingin Amankan Kekuasaan

(Tribunnewswiki)

Baca berita lain tentang Jokowi di sini.

 



Editor: Febri Ady Prasetyo

Berita Populer