Disarikan dari Mayo Clinic dan Cleveland Clinic, ada beberapa faktor penyebab gangguan depresi mayor, seperti:
- Mengalami perubahan fisik di dalam otak, namun penyebabnya tidak diketahui secara pasti
- Memiliki ketidakseimbangan kimiawi otak yang secara alami bisa menyebabkan depresi
- Mengalami perubahan keseimbangan hormon, seperti saat hamil atau memasuki masa menopause
- Memiliki anggota keluarga, termasuk orang tua, yang juga mengidap depresi klinis
- Memiliki adverse childhood experience (ACE) atau pengalaman masa kecil yang tidak menyenangkan, seperti pelecehan dan trauma, sehingga memicu timbulnya depresi klinis saat dewasa
- Menghadapi situasi yang memicu stres berat, seperti kematian orang yang dicintai dan perceraian
Meskipun begitu, para ahli percaya bahwa bagian otak yang disebut hippocampus memiliki peran penting untuk memicu terjadinya gangguan depresi mayor.
Penderita umumnya memiliki ukuran hippocampus yang lebih kecil sehingga fungsinya terganggu.
Selain itu, kurangnya jumlah gray matter yang merupakan komponen utama di dalam sistem saraf pusat juga akan memengaruhi bagaimana penderita berbicara, mengambil keputusan, dan mengatur emosi yang dirasakan.
Penderita gangguan depresi mayor akan memiliki gejala yang lebih serius jika dibandingkan dengan gejala depresi lainnya karena tidak hanya memengaruhi mental, tetapi juga fisiknya.
Penderita umumnya akan mengalami gejala gangguan depresi mayor, seperti merasa sedih secara terus-menerus dan berbicara atau bergerak lebih lambat dari biasanya, setiap hari selama setidaknya dua minggu.