Akan tetapi apakah benar bahwa malas mandi tanda depresi?
Ternyata, seseorang yang mengalami depresi akan mengalami gangguan fungsi eksekutif yang membuat tugas sehari-hari terasa sulit, termasuk mandi.
Namun, tidak semua orang yang malas mandi mengalami depresi. Untuk lebih jelasnya, ketahui penjelasan dan gejala depresi berikut ini.
Seseorang yang mengalami depresi akan kesulitan untuk melakukan tugas sehari-hari, termasuk mandi.
Namun, seseorang yang malas mandi belum tentu mengalami depresi.
Baca: Ucapan COO yang Bikin Finalis Miss Universe Indonesia Nangis hingga Depresi, Singgung Luka Traumatik
Dilansir dari Medical News Today, depresi menyebabkan penderitanya tidak memiliki energi, memiliki pikiran negatif, dan brain fog atau tidak bisa berpikir secara jernih.
Kondisi ini kemudian akan membuat penderita menganggap bahwa mandi adalah kegiatan yang melelahkan dan tidak penting.
Bahkan, penderita juga akan meragukan harga dirinya dan merasa tidak pantas untuk merawat tubuhnya, termasuk untuk mandi.
Gangguan fungsi eksekutif juga dianggap dapat membuat seseorang yang depresi merasa malas untuk mandi.
Fungsi eksekutif merupakan bagian otak yang terletak di bagian lobus frontal.
Fungsi eksekutif berkaitan dengan kemampuan kognitif yang membantu seseorang untuk melakukan kegiatan sehari-hari, seperti untuk menentukan tujuan, membuat rencana untuk mencapai tujuan tersebut, dan mencapai tujuan yang dibuat.
Penderita depresi umumnya akan mengalami gangguan fungsi eksekutif tersebut sehingga mengalami penurunan kemampuan untuk menyelesaikan kegiatan sehari-hari, termasuk menjaga kebersihan diri.
Meskipun malas mandi merupakan salah satu gejala depresi, kondisi ini tidak bisa dijadikan satu-satunya diagnosis.
Dilansir dari Mayo Clinic, gejala depresi sangatlah kompleks dan akan berbeda-beda untuk masing-masing individu.
Namun, gejala yang muncul umumnya akan berlangsung selama beberapa minggu atau beberapa bulan hingga berdampak negatif pada kegiatan sehari-hari, termasuk untuk melakukan hal yang sederhana, seperti mandi.
Beberapa gejala depresi yang akan dialami, seperti:
- Merasa sedih, hampa, atau tidak berdaya
- Memiliki kemarahan yang meledak-ledak, mudah tersinggung atau frustasi, bahkan pada hal-hal kecil
- Merasa kehilangan minat atau kesenangan pada hampir semua kegiatan, termasuk hubungan seksual, hobi, atau kegiatan olahraga
- Mengalami gangguan tidur, termasuk insomnia atau tidur terlalu lama
- Merasa sangat lelah dan tidak memiliki energi, bahkan hal-hal yang sederhana terasa sangat melelahkan
- Mengalami penurunan nafsu makan dan menalami penurunan berat badan atau ingin makan lebih banyak dan mengalami kenaikan berat badan
- Merasa cemas atau gelisah Mengalami penurunan kemampuan untuk berpikir, berbicara, atau menggerakkan tubuh
- Merasa tidak berharga atau bersalah, terlalu fokus pada kesalahan masa lalu atau menyalahkan diri sendiri
- Mengalami kesulitan untuk berpikir, berkonsentrasi, mengambil keputusan, dan mengingat sesuatu
- Memiliki pikiran untuk mengakhiri hidup atau melakukan percobaan bunuh diri
- Mengalami masalah kesehatan fisik yang datang tiba-tiba, seperti sakit punggung atau pusing
Gejala depresi dapat muncul secara bertahap dan membuat penderita tidak menyadari bahwa ada sesuatu yang salah pada dirinya.
Gejala depresi umumnya akan muncul sepanjang hari, setiap hari, selama lebih dari dua minggu.
Meskipun malas mandi tanda depresi, Anda diimbau untuk tidak melakukan diagnosis pribadi dan mencari bantuan medis ketika mengalami gejala di atas.
Selain itu, seseorang yang malas mandi belum tentu mengidap depresi karena diagnosis hanya bisa dilakukan secara medis.
Baca: Bipolar
Baca: Sindrom Baby Blues
Depresi klinis atau gangguan depresi mayor akan menyebabkan penderitanya merasa sedih secara terus-menerus dan kehilangan minat terhadap aktivitas yang dulunya disukai.
Penyebab gangguan depresi mayor tidak diketahui secara pasti, namun terdapat beberapa faktor yang memengaruhinya, seperti faktor genetik dan stres.
Untuk lebih memahaminya, ketahui penyebab gangguan depresi mayor berikut ini.
Penyebab gangguan depresi mayor Penyebab depresi mayor tidak diketahui secara pasti.
Namun, terdapat beberapa faktor yang bisa memicu gangguan kesehatan mental ini.
Disarikan dari Mayo Clinic dan Cleveland Clinic, ada beberapa faktor penyebab gangguan depresi mayor, seperti:
- Mengalami perubahan fisik di dalam otak, namun penyebabnya tidak diketahui secara pasti
- Memiliki ketidakseimbangan kimiawi otak yang secara alami bisa menyebabkan depresi
- Mengalami perubahan keseimbangan hormon, seperti saat hamil atau memasuki masa menopause
- Memiliki anggota keluarga, termasuk orang tua, yang juga mengidap depresi klinis
- Memiliki adverse childhood experience (ACE) atau pengalaman masa kecil yang tidak menyenangkan, seperti pelecehan dan trauma, sehingga memicu timbulnya depresi klinis saat dewasa
- Menghadapi situasi yang memicu stres berat, seperti kematian orang yang dicintai dan perceraian
Meskipun begitu, para ahli percaya bahwa bagian otak yang disebut hippocampus memiliki peran penting untuk memicu terjadinya gangguan depresi mayor.
Penderita umumnya memiliki ukuran hippocampus yang lebih kecil sehingga fungsinya terganggu.
Selain itu, kurangnya jumlah gray matter yang merupakan komponen utama di dalam sistem saraf pusat juga akan memengaruhi bagaimana penderita berbicara, mengambil keputusan, dan mengatur emosi yang dirasakan.
Penderita gangguan depresi mayor akan memiliki gejala yang lebih serius jika dibandingkan dengan gejala depresi lainnya karena tidak hanya memengaruhi mental, tetapi juga fisiknya.
Penderita umumnya akan mengalami gejala gangguan depresi mayor, seperti merasa sedih secara terus-menerus dan berbicara atau bergerak lebih lambat dari biasanya, setiap hari selama setidaknya dua minggu.