"Kita akan koordinasi dengan Komnas Perlindungan Perempuan dan Anak serta kita juga akan menjumpai penyidik Polrestabes Medan bahwasanya ini kasus yang perlu diatensi," tutup Irwansyah.
Kronologi Terungkapnya Kasus Pemerkosaan
Kasus pemerkosaan dan penculikan yang dialami oleh RAP ini terungkap setelah PA melihat gerak-gerik tak wajar dari sang putra.
"Kejadiannya hari Senin, jadi pada malam Selasanya itu baru dia mulai cerita pada saya. Saya bertanya, RAP kamu kok murung gitu. Mata kamu bengkak kayak baru nangis begitu,"tanya PA pada putranya seperti diceritakan kembali PA kepada wartawan.
RAP mengaku ketakutan atas ancaman pelaku yang mau membunuh ibunya jika dia bercerita.
Namun, PA terus berusaha menggali perlahan agar mengetahui persoalan.
Baca: Tega Jual Anak Kandungnya ke Pria Hidung Belang, Seorang Ibu di Medan Divonis 4 Tahun Penjara
Baca: Bocah di Medan Tewas setelah Digigit Anjing, Ibu Sebut Sang Anak Bertingkah Layaknya Hewan
"Kata dia 'sakit'. Sakit apa emang saya bilang. Orang itu semua jahat kata dia. Tapi bunda janji, jangan tinggali RAP dulu kata dia.'"Iya, bunda enggak tinggalin RAP lagi janji' saya bilang,"cerita PA.
RAP baru bercerita bahwa dia baru saja mengalami penculikan dan pemerkosaan.
Kasus ini berawal dari RAP yang pergi ke grosir untuk membeli sesuatu.
Dia mengajak temannya tapi tidak ada yang mau dan ibunya sedang bekerja.
"Sebelum sampe ke grosir itu, datang mobil pikap. Aku minggir, ya udah tiba-tiba berhenti. Ditangkapnya aku langsung digerekkannya aku ke mobil pikapnya itu," ujar RAP didampingi PA ibunya, serta Irwansyah Nasution penasihat hukumnya.
Menurut RAP orang-orang di dalam mobil tersebut mengenakan topeng.
Di dalam mobil, RAP dipaksa buka celana dan beberapa pelaku menyodorkan alat vitalnya ke mulut.
"Enggak mau aku. Nampak pisau, takutlah aku. Nurutlah aku, takut aku mati," terang RAP.
Selain diancam menggunakan pisau, pelaku juga menyulut kaki kiri korban dengan rokok.
Akibat tindakan para pelaku, RAP langsung muntah-muntah dan mengalami pedih di lubang dubur.
Menurut keterangan RAP, kata PA pelaku berjumlah kurang lebih 10 orang.
"Berapa orang, saya bilang. Dia bilang, rame. Lebih dari 10 orang bunda. Saya enggak sempat menghitung karena saya diancam pakai pisau. Langsung orang itu telanjang buka celana dan langsung aku disuruh duduk diatasnya, kata RAP gitu," terang PA.