Bukti Presiden Soekarno Bela Mati-matian Palestina: Larang Israel Ikut Asian Games 1962 di Jakarta

Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Bukti Presiden Soekarno Bela Mati-matian Palestina: Larang Israel Ikut Asian Games 1962 di Jakarta

Jadwal pertandingan melawan Israel ini ditetapkan di Israel.

Akhirnya, pemerintah Indonesia pun mengajukan surat permohonan pada FIFA agar pertandingan tersebut dilakukan di Indonesia.

Namun, permohonan itu ditolak FIFA.

Baca: Keluarga di Banyuwangi Jual Rumah Rp 750 Juta, Setengah Hasilnya Disumbang ke Palestina

Baca: Viral Video Pria Hina Palestina Sembari Joget di TikTok, Langsung Dijerat UU ITE

Akhirnya, mau tak mau Soekarno pun bertindak tegas.

Timnas Indonesia diperintahkan mengundurkan diri dari pertandingan itu.

Akhirnya, Indonesia harus menutup mata rapat-rapat mimpi menjadi jawara di Piala Dunia.

4. Bersumpah Terus Perjuangkan Palestina

Ir Soekarno dan Mohammad Hatta. (Arsip Nasional RI) (Arsip Nasional RI)

Pada 1962, dalam sebuah pidato kenegaraan, Bung Karno terlihat berapi-api membela Palestina.

“Selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menantang penjajahan Israel,” tegas Soekarno.

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, pembantaian yang dilakukan Israel kepada Palestina masih terjadi.

Bahkan ratusan orang menjadi korban akibat serangan yang dilakukan Israel.

Ahmad Sahide, Dosen Ilmu Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY)  mengatakan konflik Israel-Palestina sebagai konflik permanen, dilansir dari Kompas.com.

"Saya memberi istilah konflik ini dengan istilah Permanent Conflict (konflik permanen), sebab konflik ini berkepanjangan dan dan belum ada titik temu sebagai solusinya," kata Sahide, Minggu (16/7/2021).

Keributan yang terjadi di Palestina ini berawal saat orang Yahudi memaksakan mendirikan negara di tanah yang sudah ada penduduknya (Palestina) pada 1948.

Orang Yahudi mengaku mempunyai ikatan historis dengan tanah tersebut sebelum berdiaspora pada abad satu Masehi.

Konflik tersebut, lanjut Sahide, sulit untuk didamaikan karena tidak adanya dukungan politik bagi Palestina.

"Israel mempunyai dukungan politik yang kuat, sementara Palestina hanya mempunyai dukungan moril yang kuat," terang penulis buku Gejolak Politik Timur Tengah (2017) ini.

Sahide juga mengungkapkan, minimnya dukungan politik ini mengakibatkan tidak adanya strategi perjuangan bagi Palestina, seperti yang dilakukan Yahudi saat akan mendirikan negara.

"Saat itu, orang-orang Yahudi melakukan penggalangan dana dan mendekati negara-negara yang berpengaruh di kancah dunia," terangnya dia.

Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Tak Banyak yang Tahu, Soekarno Ternyata Sejak Lama Bela Palestina, 4 Aksinya ini Jadi Bukti Kuat!

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Ka, Tribun Jatim)



Penulis: Ika Wahyuningsih
Editor: Natalia Bulan Retno Palupi
BERITA TERKAIT

Berita Populer