"Karena ini mata pencaharian pertama. Bayar listrik, air, sama biaya keseharian kan dari sini," paparnya.
Meski begitu, Asep mengaku tak menyerah dnegan kondisi tersebut.
Ia akan meneurskan usaha itu bersama keluarganya.
"Enggak pernah mikir nyerah, semangat terus. Badai dateng baru kami nyerah, sebelum badai dateng, ya enggak nyerah," ungkap dia.
Asep pun berharap agar dinding tersebut dapat segera dibongkar, agar aktivitasnya kembali normal.
"Karena sangat merugikan, ya harapannya dinding ini sama pembuatnya bisa segera dihancurkan. Biar kami lega lah," harap dia.
Baca: TP3 Enam Laskar FPI Klaim Kantongi Belasan Data Upaya Pembunuhan terhadap Rizieq Shihab
Baca: Kades Digeruduk Warga karena Mati Lampu Tak Bisa Nonton Ikatan Cinta, Bikin Pengumuman di WhatsApp
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dampak Rumah Warga di Ciledug Ditutup Tembok, Bocah Harus Memanjat hingga Kehilangan Anggota Fitness"