Dari Griezmann, Coutinho hingga Dybala: Ini Alasan Lionel Messi Bikin Karier Bintang Lain Redup

Penulis: Haris Chaebar
Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ekspresi kekecewaan Lionel Messi, dalam laga Barcelona vs Osasuna di Stadion Camp Nou, Kamis (16/7/2020) waktu setempat pada laga pekan 37 Liga Spanyol.

Pique akan didukung oleh tiga wakilnya, yakni Sergio Busquets, Sergi Roberto, dan Marc-Andre ter Stegen.

Ter Stegen masuk ke dalam daftar karena dianggap sebagai sosok yang dihormati di ruang ganti dan selalu bersedia mengambil tanggung jawab ekstra saat dibutuhkan.

Sejauh ini, Lionel Messi baru dua musim menjabat sebagai kapten Barcelona.

Messi masih kalah dibandingkan dengan Andres Iniesta yang memimpin Barca dalam periode 2015-2018.

Iniesta menggantikan tugas Xavi Hernandez yang sekadar menjadi kapten pada 2014 hingga 2015.

Namun, Iniesta, Xavi, dan Messi tak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan kapten terhebat Barcelona sepanjang sejarah.

Sosok tersebut adalah Carles Puyol.

Puyol merupakan pemain yang paling lama mengemban tugas sebagai kapten Barcelona, yakni dari 2004 sampai 2014.

Bek tengah legendaris Barcelona ini cuma membela Barca di sepanjang kariernya.

Carles Puyol promosi dari tim muda ke tim senior Barcelona pada 1 Juli 1999.

Dalam era kepemimpinan Puyol, Barcelona meraih 17 gelar, termasuk tiga kali menguasai Liga Champions pada 2006, 2009, dan 2011.

(Tribunnewswiki.com/Ris)



Penulis: Haris Chaebar
Editor: Putradi Pamungkas
BERITA TERKAIT

Berita Populer