Kasus KDRT di Pamulang: Hanya Karena Uang Kembalian, Istri yang Diduga Hamil Tewas Dipukuli Suami

Penulis: Maghita Primastya Handayani
Editor: Putradi Pamungkas
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Jasad Thayyibah (28) yang tewas dipukuli suaminya, Ansari (40) di kediamannya di Jalan Cabe 1 RT 05 / RW 04 Kelurahan Pondok Cabe Ilir, Minggu (26/7/2020) pukul 11.30 WIB.

"Mengenai hamil, kami belum tahu. Dari hasil autopsi nanti bisa diketahui," kata Supiyanto.

Sering dianiaya suami, Thayyibah kerap menangis meminta tolong

Supiyanto menjelaskan aksi KDRT yang dialami Thayyibah telah berlangsung selama beberapa hari belakangan.

Hal itu didapati pihaknya usai mendapati keterangan dari beberapa saksi dan warga setempat.

"Berdasarkan keterangan empat saksi atau tetangga bahwa beberapa hari lalu korban menangis dalam beberapa malam dan diduga dianiaya suaminya," tandas Supriyanto.

"Istrinya itu sering menangis meminta tolong karena dipukuli oleh suaminya," lanjutnya.

Supriyanto menjelaskan pihaknya telah memeriksa 4 orang saksi dan juga tengah mencari sejumlah barang bukti.

"Ada 4 saksi yang kami mintai kekerangan. Mereka merupakan tetangga korban," ucapnya.

"Diduga korban sudah sering menganiaya istrinya ini. Terdapat sejumlah luka lembam pada tubuh korban," kata Supiyanto.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 44 Ayat 3 Undang-Udang (UU) Nomor 23 Tahun 2001 denga ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Baca: Bela Putrinya yang Dikatai Juling oleh Tetangga, Seorang Ibu Tewas Dianiaya Menggunakan Balok Kayu

Baca: Ayah Kandung Aniaya Putrinya Hanya karena Masalah Jemuran, Seret 7 Meter & Pukul Wajah Hingga Lebam

Baca: Terbukti Aniaya Dipo Latief dan Tak Harus Dipenjara, Nikita Mirzani Bersyukur Dapat Keadilan

(TRIBUNNEWSWIKI/Magi, WARTAKOTA/Andika Panduwinata)

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive.com dengan judul "Sebelum Tewas Dibunuh Suaminya, Thayyibah Sering Menangis Meminta Tolong Akibat Dipukuli"



Penulis: Maghita Primastya Handayani
Editor: Putradi Pamungkas
BERITA TERKAIT

Berita Populer