"Mengenai hamil, kami belum tahu. Dari hasil autopsi nanti bisa diketahui," kata Supiyanto.
Sering dianiaya suami, Thayyibah kerap menangis meminta tolong
Supiyanto menjelaskan aksi KDRT yang dialami Thayyibah telah berlangsung selama beberapa hari belakangan.
Hal itu didapati pihaknya usai mendapati keterangan dari beberapa saksi dan warga setempat.
"Berdasarkan keterangan empat saksi atau tetangga bahwa beberapa hari lalu korban menangis dalam beberapa malam dan diduga dianiaya suaminya," tandas Supriyanto.
"Istrinya itu sering menangis meminta tolong karena dipukuli oleh suaminya," lanjutnya.
Supriyanto menjelaskan pihaknya telah memeriksa 4 orang saksi dan juga tengah mencari sejumlah barang bukti.
"Ada 4 saksi yang kami mintai kekerangan. Mereka merupakan tetangga korban," ucapnya.
"Diduga korban sudah sering menganiaya istrinya ini. Terdapat sejumlah luka lembam pada tubuh korban," kata Supiyanto.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat pasal 44 Ayat 3 Undang-Udang (UU) Nomor 23 Tahun 2001 denga ancaman hukuman 15 tahun penjara.
Baca: Bela Putrinya yang Dikatai Juling oleh Tetangga, Seorang Ibu Tewas Dianiaya Menggunakan Balok Kayu
Baca: Ayah Kandung Aniaya Putrinya Hanya karena Masalah Jemuran, Seret 7 Meter & Pukul Wajah Hingga Lebam
Baca: Terbukti Aniaya Dipo Latief dan Tak Harus Dipenjara, Nikita Mirzani Bersyukur Dapat Keadilan
Artikel ini telah tayang di Wartakotalive.com dengan judul "Sebelum Tewas Dibunuh Suaminya, Thayyibah Sering Menangis Meminta Tolong Akibat Dipukuli"