Nasib Pelajar Kurang Mampu di Amerika Serikat: Tak Punya Laptop, Pengajaran Tertunda

Penulis: Dinar Fitra Maghiszha
Editor: Melia Istighfaroh
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Siswa Bell High School, Kenia Molina di depan bangunan sekolahnya di Bell, California pada 15 April 2020, yang tetap ditutup karena pandemi virus corona dan diharuskan melanjutkan pendidikan mereka melalui kelas online / jarak jauh. Sebagai angkatan 2020, Kenia Molina perlu menemukan laptop agar bisa lulus sekolah menengah. Kesenjangan teknologi telah menyebabkan ribuan siswa miskin kehilangan pendidikan selama berminggu-minggu. Dengan hampir tutupnya semua sekolah dan universitas di AS pada tahun akademik, siswa Los Angeles harus menyelesaikan tahun terakhirnya melalui pembelajaran virtual dengan komputer sumbangan di rumahnya.

Orang tua mereka juga masih harus bekerja untuk membayar biaya pendidikan, sebuah pengorbanan besar memastikan anak-anak mereka punya kesempatan bersekolah.

Terkadang, orang tua mereka menyuruh saudaranya untuk mengawasi anak-anak mereka dalam pengajaran virtual di tempat yang bukan rumahnya.

Bagaimana dengan guru / pengajar?

Akibat pandemi ini, para guru juga diharuskan beradaptasi dengan cepat belajar menggunakan saluran Youtube dan aplikasi telekonferensi seperti Zoom.

"Mereka (Guru) menjaga agar siswa tetap berada dalam pengajaran, sehingga ke depan kita tak kehilangan enam bulan pembelajaran," kata Chait.

"Aman untuk mengatakan bahwa pendidikan kita telah berubah selamanya," kata guru matematika, Andrew Rowland, yang menciptakan aplikasi pendidikan Classkick.

"Sekarang semakin banyak guru yang dididik bagaimana mereka dapat menggunakan pengajaran virtual secara efektif," tambahnya.

Bagi Molina, perubahan ini kemungkinan akan berlanjut hingga universitas.

Tetapi sebelum itu terjadi, ia telah merasakan aneka perubahan besar termasuk mengubah kehidupan nyata pendidikan ke dalam layar komputer, dan kelulusan sekolah menengahnya, yang dimungkinkan akan diadakan juga secara virtual.

"Itu adalah kenangan yang tak bisa kulupakan," katanya.

"Tapi kita sungguh tidak bisa berbuat banyak akan hal itu," tambahnya.

Adanya penutupan institusi pengajaran juga memengaruhi penyediaan makanan gratis di sekolah yang biasanya menjadi sandaran bagi keluarga kurang mampu.

Itu dijawab oleh distrik sekolah di Los Angeles yang telah menyiapkan 63 titik distribusi makanan gratis dengan total setengah juta makanan per hari.

California adalah salah satu negara bagian di AS yang pertama kali menutup sekolah pada pertengahan Maret.

Infeksi COVID-19 telah merenggut setidaknya 900 orang di California.

Ketika pada akhirnya sekolah-sekolah akan dibuka kembali, Gubernur California, Gavin Newsom mengingatkan agar terus menjaga jarak sosial.

-

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)



Penulis: Dinar Fitra Maghiszha
Editor: Melia Istighfaroh
BERITA TERKAIT

Berita Populer