Dari lima pertandingan di mana Madrid paling banyak mencatat umpan silang, mereka seret gol atau gagal menang dalam laga melawan Celta Vigo (2-2), Athletic Bilbao (0-0), Real Sociedad (3-4), Levante (1-0) ) dan Atlético di final Piala Super (0-0).
Karim Benzema adalah pencetak gol terbanyak Madrid musim ini dengan 18 gol.
Di belakang mantan penyerang Lyon itu, ada kapten Sergio Ramos (7 gol), Rodrygo (7), Toni Kroos (5), Luka Modric (5) gol) dan Casemiro (4).
Luka Jovic, penyerang tengah yang didatangkan dengan mahar besar 60 juta euro (Rp. 909 milliar) pada musim panas lalu, baru mengemas dua gol di Liga Spanyol.
Belum lagi Eden Hazard sering cedera dan Gareth Bale menyimpan konflik dengan Zidane.
Baca: Jelang El Clasico, Inilah Lima Momen Brutal Barcelona vs Real Madrid
Melihat kembali ke musim 2016-17 ketika Madrid mengangkat gelar Liga dan Liga Champions, pasukan Zidane rata-rata membuat 2,8 gol per pertandingan.
Sedangkan di musim 2019-20 ini sangat anjlok dengan rata-rata 1,74 gol di setiap pertandingan.
Saat ini, Luka Modric dan kolega membutuhkan rata-rata 6,8 tembakan untuk membuat satu gol di liga.
Musim lalu, di musim pertama tanpa Ronaldo, Madrid membutuhkan 6,9 tembakan per gol.
Dengan peraih lima Ballon d’Or itu, Real Madrid tidak pernah membutuhkan lebih dari enam tembakan per gol, kecuali di musim pertamanya.