"Obrolannya itu bahwa di sini itu salah satu perguruan, dipimpin seorang Mahaguru."
"Namanya Mahaguru itu Puang La'lang. Kebetulan saya memang pernah dengar namanya tapi sama orangnya sendiri belum pernah ketemu. Jadi niatan awal, saya ingin kenalan, begitu saja," kata Adam kepada ABC News melalui sambungan telepon.
Adam menceritakan bahwa orang yang mengajaknya bicara mengatakan padanya bahwa setiap anggota di tarekat tersebut akan selama dunia-akhirat.
"Saya justru jadi ingin tahu, selamat dunia akhirat itu bagaimana ya?", tutur Adam.
Beberapa lama setelah perbincangan, ia melihat sosok yang dianggap sebagai 'Sang Mahaguru' terlihat naik mimbar untuk menyampaikan ceramah.
Pada momen ini, Adam merasa semakin heran.
"Ceramahnya itu yang menurut saya tidak masuk akal, habis sholat Jumat dianjurkan sholat Dhuhur dan sholat Ashar, digabung lagi, itu kan aneh. Tapi saya tidak lakukan, kan saya sudah sholat Jumat," kata Adam.
Semakin penasaran, Adam kemudian memutuskan untuk ikut acara pertemuan jamaah tarekat tersebut di minggu berikutnya.
Adam mengakui bahwa total telah diadakan 4 kali pertemuan dalam satu bulan yang ia ikuti.
Pada puncak pertemuannya, dirinya mengaku sempat dibaiat menjadi anggota tareket.
Proses baiat yang dialaminya ia ceritakan kepada ABC News.
"Jadi dalam kamar tidurnya itu, kita antri satu-satu masuk, jadi lain kita masuk untuk dibaiat, lain (pintu) untuk keluarnya."
"Jidat kita itu ditulisi lafadz Allahu Akbar."
"Lalu di pintu keluar, berdirilah si Puang La'lang. Jadi semua jamaah saya lihat jabat tangan, kasih uang, begitu."
Setelah melalui proses baiat, Adam juga ditawari kartu surga oleh satu orang anggota tarekat tersebut.
Adam mengaku diharuskan membayar Rp 250 ribu untuk mendapatkan kartu surga tersebut.
"Kartu surga itu disampaikan oleh salah satu anggota bahwa harus bayar 250 ribu, tapi saya enggak bayar. Saya dikasih kartu dunia-akhirat itu ya saya ambil tapi enggak bayar."