Menurut Lydia, mereka (orang-orang Jerman) yang kurang tahu tentang Indonesia biasanya cenderung mengasosiasikan negara ini dengan Bali.
Hal tersebut diakuinya adalah imbas promosi dari tanah air.
"Ya.. itu memang juga dari promosi Indonesia sendiri. Indonesia itu bikin promosi tentang Bali. Pariwisata, selalu mau ke Bali, Bali, Bali," tutur Lydia.
Menurutnya memperkenalkan Indonesia perlu dilakukan secara luas.
"Jangan hanya Jawa, saya sendiri juga Jawa-sentris ya. Itu orang sering bilang oh jangan cuma Jawa saja. Indonesia lebih banyak...,” paparnya.
Semboyan "Bhinneka Tunggal Ika” lah yang menurutnya harus disampaikan.
Terbatasnya pengetahuan orang-orang tentang Indonesia juga ia kaitkan dengan ruang lingkup akademis.
Menurutnya, memang banyak jurusan dan kajian tentang Asia Tenggara, namun sayangnya, pengetahuan tersebut hanya berada dalam lingkungan universitas saja.
Orang-orang yang datang ke acara kebudayaan Indonesia di Jerman pun biasanya adalah mereka yang sudah tahu tentang Indonesia.
Kendati menyebut diri sendiri sebagai Jawa-sentris, Lydia mengaku belum punya rencana untuk meneliti daerah lain.
Sempat terbesit di pikirannya apakah ini sudah saatnya untuk selesai dengan Jawa.
"Akhirnya saya ke Jawa bulan Juli. Ah tiba-tiba ada banyak ide lagi, masih banyak hubungan dan ini masih terus. Ya ini pribadi. Orang lain juga bisa ya meneliti tentang hal lain," tutur perempuan yang masih sering bolak-balik ke Jawa ini.
--