Lydia Kieven, Ahli Budaya Jawa Asal Jerman: Tersentuh Sosok Panji, Sempat Malu Ajari Warga Indonesia

Penulis: Dinar Fitra Maghiszha
Editor: Ekarista Rahmawati Putri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Dr. Lydia Kieven, ahli budaya Jawa di Jerman

TRIBUNNEWSWIKI.COM - Siapa sangka kecintaan kebudayaan Jawa hanya dimiliki oleh orang Jawa. Dr. Lydia Kieven, seorang peneliti kebudayaan Jawa telah bertahun-tahun melakukan riset kebudayaan melalui pertunjukan seni dan transfer ilmu.

Bagi Lydia Kieven, belajar budaya jawa adalah bentuk ungkapan terima kasih.

Dr. Lydia Kieven lahir di daerah Köln, Jerman.

Di negara Jerman, Lydia Kieven dikenal sebagai ahli budaya Jawa.

Dilansir oleh Deutsche Welle, (5/11/2019), dalam acara kebudayaan 'Cultoography' yang diselenggarakan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Duisburg-Essen di bulan Oktober lalu, Lydia tampil di atas panggung bersama dua temannya.

Mereka menceritakan kisah cinta antara Panji dan Sekartaji.

Penampilan Lydia Kieven dan teman-temannya diselingi pembacaan puisi, lantunan gamelan dengan diiringi tembang macapat.

Penonton yang datang nampak terpukau lantaran cerita Panji berhasil dibuat lebih hidup.

Dr. Lydia Kieven memaparkan penelitiannya tentang Panji dan kisah kesederhanaanya (Deutsche Welle)

Mengenal Lydia Kieven Lebih Jauh

Lydia Kieven merupakan seorang perempuan yang dulunya mengikuti kuliah Malaiologie atau bahasa, sastra dan budaya Indonesia.

Lydia telah melakukan penelitian tentang Jawa selama bertahun-tahun.

Penelitian Lydia meliputi kesenian dan sastra Jawa kuno (altjavanische Kunst und Literatur).

Lydia juga tercatat sering mengunjungi candi-candi dan relief di Yogyakarta dan Jawa Timur.

Lydia juga telah fasih berbahasa Indonesia.

Jatuh Cinta dengan Jawa

Bagaimana mulanya Lydia tertarik dengan Indonesia bermula saat temannya mengajak pergi berlibur ke Bali.

Sebelumnya, ia selalu punya keinginan untuk pergi ke India, namun tidak jadi.

"Ayo, di Bali ada agama Hindu, di sana mungkin kayak miniatur India," ujarnya menirukan sang teman, dalam Deutsche Welle, (5/11/2019).

Saat berada di Bali, dirinya mengakui mendengar tentang Jawa dan candi-candi yang berdiri di sana.

Lantaran ingin tahu lebih banyak lagi, ia pun pergi ke Jawa.

Halaman
1234


Penulis: Dinar Fitra Maghiszha
Editor: Ekarista Rahmawati Putri

Berita Populer