Penyebab Orang Menyukai Film Horor Beserta Dampak Negatif dan Positifnya

Penulis: Sekar Dwi Setyaningrum
Editor: Fathul Amanah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Potongan adegan film Pegabdi Setan (2017)

Bahkan kalori yang dibakar lebih banyak dibandingkan kamu berjalan kaki selama 30 menit.

Membantu mengatasi rasa takut yang sebenarnya

Menonton film horor dapat membantu seseorang menghadapi rasa takut terhadap kekerasan.

Bahkan bisa menjadi langkah untuk membantu seseorang dalam mengendalikan rasangan untuk bersikap agresif maupun kejam.

Menonton film horor dapat menjadi terapi untuk orang agar tidak melakukan tindak kekerasan.

Dampak Negatif

Meningkatkan risiko pengentalan darah

Menonton film horor terlalu sering dapat membuat darah mengental.

Meski demikian, pembekuan darah yang muncul ini diprediksi tidak akan mengarah pada pembentukan gumpalan darah.

Terkena gangguan tidur

Penelitian mengungkapkan bahwa orang yang menonton film horor sebelum berumur 14 tahun akan mengalami gangguan tidur.

Bahkan mereka dapat merasa cemas melakukan berbagai kegiatan, walaupun kegiatan itu aman.

Cerita horor yang hanya diciptakan oleh imajinasi pembuatnya dapat membuat anak-anak yang menonton film tersebut menjadi percaya.

Mereka belum dapat membedakan antara realita dan fantasi.

Rasa takut akan membuat mereka mengalami kesulitan tidur.

Meningkatkan potensi pingsan

Ketika merasa takut dan cemas, maka tubuh akan mengeluarkan hormon adrenalin.

Jantung kemudian memompa darah semakin banyak ke bagian kaki sebagai persiapan untuk lari.

Sebagai akibatnya, aliran darah ke bagian tubuh atas (khususnya kepala) menjadi berkurang dan mengakibatkan seseorang mudah pingsan.

Kondisi ini bisa saja terjadi ketika kamu sangat ketakutan saat menonton film horor.

(TribunnewsWiki/Sekar)

Jangan lupa subscribe youtube channel TribunnewsWiki ya!



Penulis: Sekar Dwi Setyaningrum
Editor: Fathul Amanah
BERITA TERKAIT

Berita Populer