Kini Sherly Tjoanda selamat, mengalami luka bakar dan tengah dirawat di RSPAD Gatot Subroto.
"Pak Benny Laos kurang beruntung karena berada di bawah," kata Choel Malarangeng.
Akibat ledakan dan kobaran api yang langsung membesar, speedboat langsung tenggelam.
Hal itu menyebabkan Benny Laos sempat tenggelam selama kurang lebih 4 menit.
"Kapal miring, pak Benny sempat 3-4 menit berada di dalam air," kata Choel Malarangeng.
Ketika dievakuasi, menurut Choel, Benny dalam kondisi pingsan.
"Nadinya masih ada," katanya.
Sampai kemudian Benny Laos dibawa ke RSUD Bobong.
Sekitar pukul 17.00 WIT, Benny Laos dinyatakan meninggal dunia.
"Manusia bisa berusaha, Tuhan menentukan," kata Choel Malarangeng.
Sementara Sherly Tjoanda sembari menangis mengungkap kebobokrang RSUD Bobong saat menangani Benny Laos.
"Bapak pertolongan pertama nggak punya alat yang memadai, pompa napas dan jantung," kata Sherly Tjoanda.
"Mana ada alat untuk cek detak jantung, bagaiamana ?. Manusiakanlah manusia," kata Sherly Tjoanda sambil menangis.
(tribunnewswiki.com/tribun network)