Saat itu Benny Laos yang merupakan calon Gubernur Maluku Utara nomor urut 4 blusukan dengan Desa Bobong.
Ia berencana melanjutkan kampanye ke Desa Kawalo dan Pulau Bacan di Kabupaten Halmahera Selatan.
Sebelum menempuh perjalanan lewat laut, speedboat Bella 72 milik Benny Laos ini mengisi bahan bakar minyak.
Kapolres Pulau Taliabu AKBP Totok Handoyo menerangkan bahwa Wakapolres Pulau Taliabu, Kompol Sirajuddin sempat naik ke atas speedboat Benny Laos.
"Saat pengisian bahan bakar personel yang dipimpin Wakapolres Taliabu mengawasi dan mengamankan pengisian bahan bakar minta tersebut," katanya.
Wakapolres Pulau Taliabu, Kompol Sirajuddin naik ke atas speedboat bersama Kasi Dokkes dan Kasat Lantas.
Di atas speedboat Sirajuddin mengatakan mesin kapal tetap menyala saat dilakukan pengisian bahan bakar minyak.
Ia juga mencium bau bensin yang sangat menyengat.
Bukan hanya itu, saat pengisian bahan minyak menurutnya ada 3 orang yang tetap merokok.
"Wakapolres sudah mengingatkan bahwa selama pengisian agar para penumpang keluar dulu," kata AKBP Totok Handoyo.
Namun peringatan tersebut tidak diindahkan.
Baca juga: Cagub Maluku Utara Tinggalkan Harta Rp 700 Miliar, Istrinya Selamat, Sherly Bongkar Perlakuan Dokter
Penumpang tetap berada di dalam speedboat untuk berteduh dari panasnya matahari.
"5 menit setelah keluar dari speed, ledakan dan korbaran api di speed," katanya.
Menurutnya, Benny Laos kemudian dievakuasi dari dalam speedboat.
"Kondisinya diselamatkan dari dalam speed," katanya.
Seorang kerabat, Choel Malarangeng mengungkap bahwa Benny Laos dan istrinya, Sherly Tjoanda berada di ruang berbeda dalam speedboat.
Sherly Tjoanda berada di bagian depan speedboat.
Sedangkan Benny Laos ada di dek kamar bawah speedboat Bella 72.
Ketika speedboat meledak kata Choel, Sherly bisa ditarik keluar.