TRIBUNNEWSWIKI.COM - Inilah sosok Benneisha Edelyn, putri kesayangan dari calon gubernur Maluku Utara Benny Laos.
Benneisha Edelyn menangis pilu melihat jasad ayahnya terbaring kaku di dalam peti mati.
Benneisha Edelyn adalah putri dari Benny Laos dan istrinya, Sherly Tjoanda.
Sebagai anak perempuan satu-satunya, Benneisha Edelyn merasakan sakitnya ditinggal sang ayah untuk selamanya.
Video Benneisha Edelyn menangis di peti mati ayahnya pun jadi sorotan di media sosial.
Benny Laos meninggal dunia dalam insiden speedboat meledak di Pelabuhan Regional Bobong, Desa Bobong, Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten Pulau Taliabu, Malut, Sabtu (12/10/2024) pukul 14.10 WIT.
Saat itu Benny Laos selesai melakukan kampanye di Taliabu didampingi istrinya, Sherly Tjoanda.
Namun tiba-tiba speedboat milik Benny Laos itu meledak dan terbakar saat tengah mengisi BBM.
Benny Laos meninggal dunia setelah menjalani perawatan di RSUD Bobong.
Sementara istrinya, Sherly Tjoanda selamat dalam insiden tersebut.
Sherly dan jenazah Benny Laos kemudian diterbangkan dari Taliabu ke ke Luwuk, Banggai, Sulawei Tenggara menggunakan helikopter.
Keduanya lalu terbang menuju ke Jakarta menggunakan pesawat pribadi.
Jenazah Benny Laos disemayamkan di RSPAD Gatot Soebroto sejak Minggu (13/10/2024) sore.
Benny Laos dibaringkan di atas peti berwarna putih dengan nuansa gold.
Jenazah Benny Laos tampak mengenakan jas putih dengan dasi berwarna biru.
Putrinya, Benneisha Edelyn terlihat menunduk pilu sambil menangis memegangi peti mati sang ayah.
Ia harus kehilangan sang ayah untuk selamanya di usia 17 tahun.
Pada video yang beredar di media sosial, Benneisha Edelyn yang memakai baju abu-abu itu tampak melihat wajah sang ayah.
Peti mati tampak dibuka dan Benneisha Edelyn terus menatap ayahnya dengan pilu.
Benneisha Edelyn kemudian terlihat menyampaikan sesuatu kepada ayahnya yang sudah terbujur kaku itu.
Terlihat beberapa orang mencoba menenangkan Benneisha Edelyn.
Namun gadis cantik itu justru makin histeris dalam tangisnya.
Benneisha Edelyn bahkan hampir ambruk di depan peti jenazah Benny Laos.
Pemandangan memilukan itu pun disorot oleh orang-orang sekitarnya.
Terlihat beberapa wanita langsung mendekati Benneisha Edelyn lalu memeluknya.
Pada video lainnya, Benneisha Edelyn berusaha tegar saat menyambut pelayat yang datang.
Ia bersama adiknya, Edrick sesekali tersenyum meski wajahnya sembab.
Sementara itu anak Benny Laos yang lain, Edbert Laos masih dalam perjalanan dari Amerika Serikat.
Rencananya jenazah Benny Laos akan dimakamkan di San Diego Hills pada Selasa (15/10/2024).
Pada akun Instagramnya, Benneisha Edelyn sempat memposting foto-foto di atas speedboat sang ayah.
Kerabat Benny Laos, Choel Malarangeng mengatakan, dalam insiden itu speedboat terpecah dua di depan.
"Untungnya ibu Sherly ada di kamar depan, jadi begitu terkuak bisa ditarik keluar," kata Choel Malarangeng.
Sementara itu Benny Laos, kata dia, kurang beruntung karena saat kejadian berada dalam kamar yang ada di bagian bawah.
"Rupanya pusat ledakan ada di sekitar Pak Benny Laos. Jadi ketika itu terjadi, kapal miring, Pak Benny sempat 3-4 menit berada dalam air dalam kapal, baru kemudian bisa dievakuasi keluar," jelas dia.
Bahkan saat berhasil dievakuasi, lanjutnya, kondisi Benny Laos saat itu sudang pingsan.
"Menurut saksi yang ada, beliau sudah pingsan, tapi nadinya masih ada. Sehingga dicoba selama 3-4 jam, tapi manusia hanya bisa berusaha, Tuhan menentukan lain," pungkasnya.
Terkuak keberadaan Benny Laos saat speedboat Bella 72 meledak di Pelabuhan Bobong
Benny Laos bahkan sempat tenggelam selama 4 menit.
Akibat terjebak dari speedboat yang terbakar, Benny Laos mengalami luka bakar dan patah kaki.
Benny Laos kemudian dinyatakan meninggal dunia di RSUD Bobong.
Saat itu Benny Laos yang merupakan calon Gubernur Maluku Utara nomor urut 4 blusukan dengan Desa Bobong.
Ia berencana melanjutkan kampanye ke Desa Kawalo dan Pulau Bacan di Kabupaten Halmahera Selatan.
Sebelum menempuh perjalanan lewat laut, speedboat Bella 72 milik Benny Laos ini mengisi bahan bakar minyak.
Kapolres Pulau Taliabu AKBP Totok Handoyo menerangkan bahwa Wakapolres Pulau Taliabu, Kompol Sirajuddin sempat naik ke atas speedboat Benny Laos.
"Saat pengisian bahan bakar personel yang dipimpin Wakapolres Taliabu mengawasi dan mengamankan pengisian bahan bakar minta tersebut," katanya.
Wakapolres Pulau Taliabu, Kompol Sirajuddin naik ke atas speedboat bersama Kasi Dokkes dan Kasat Lantas.
Di atas speedboat Sirajuddin mengatakan mesin kapal tetap menyala saat dilakukan pengisian bahan bakar minyak.
Ia juga mencium bau bensin yang sangat menyengat.
Bukan hanya itu, saat pengisian bahan minyak menurutnya ada 3 orang yang tetap merokok.
"Wakapolres sudah mengingatkan bahwa selama pengisian agar para penumpang keluar dulu," kata AKBP Totok Handoyo.
Namun peringatan tersebut tidak diindahkan.
Baca juga: Cagub Maluku Utara Tinggalkan Harta Rp 700 Miliar, Istrinya Selamat, Sherly Bongkar Perlakuan Dokter
Penumpang tetap berada di dalam speedboat untuk berteduh dari panasnya matahari.
"5 menit setelah keluar dari speed, ledakan dan korbaran api di speed," katanya.
Menurutnya, Benny Laos kemudian dievakuasi dari dalam speedboat.
"Kondisinya diselamatkan dari dalam speed," katanya.
Seorang kerabat, Choel Malarangeng mengungkap bahwa Benny Laos dan istrinya, Sherly Tjoanda berada di ruang berbeda dalam speedboat.
Sherly Tjoanda berada di bagian depan speedboat.
Sedangkan Benny Laos ada di dek kamar bawah speedboat Bella 72.
Ketika speedboat meledak kata Choel, Sherly bisa ditarik keluar.
Kini Sherly Tjoanda selamat, mengalami luka bakar dan tengah dirawat di RSPAD Gatot Subroto.
"Pak Benny Laos kurang beruntung karena berada di bawah," kata Choel Malarangeng.
Akibat ledakan dan kobaran api yang langsung membesar, speedboat langsung tenggelam.
Hal itu menyebabkan Benny Laos sempat tenggelam selama kurang lebih 4 menit.
"Kapal miring, pak Benny sempat 3-4 menit berada di dalam air," kata Choel Malarangeng.
Ketika dievakuasi, menurut Choel, Benny dalam kondisi pingsan.
"Nadinya masih ada," katanya.
Sampai kemudian Benny Laos dibawa ke RSUD Bobong.
Sekitar pukul 17.00 WIT, Benny Laos dinyatakan meninggal dunia.
"Manusia bisa berusaha, Tuhan menentukan," kata Choel Malarangeng.
Sementara Sherly Tjoanda sembari menangis mengungkap kebobokrang RSUD Bobong saat menangani Benny Laos.
"Bapak pertolongan pertama nggak punya alat yang memadai, pompa napas dan jantung," kata Sherly Tjoanda.
"Mana ada alat untuk cek detak jantung, bagaiamana ?. Manusiakanlah manusia," kata Sherly Tjoanda sambil menangis.
(tribunnewswiki.com/tribun network)