Renti Marningsih adalah korban tewas ditabrak Marisa Putri di Jalan Tuanku Tambusai jalur selatan, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Riau pada Minggu (4/8/2024).
Peristiwa tersebut lantas viral di media sosial, pelaku Marisa Putri kini telah ditangkap Polresta Pekanbaru dan terancam hukuman 12 tahun penjara.
Baca: Video Erika Blunder 8 Menit Viral di TikTok dan Twitter X, Sang Selebgram Akhirnya Beri Pengakuan
Saat konferensi pers Polresta Pekanbaru, Marisa Putri telah minta maaf pada keluarga Renti Marningsih.
Marisa Putri mengakui kesalahannya dan telah lalai sehingga menyebabkan Renti Marningsih harus kehilangan nyawa.
Namun demikian, permintaan maaf Marisa Putri tentu tidak serta merta menghapus luka di hati keluarga Renti Marningsih.
Kini anak Renti Marningsih muncul dan membagikan curahan hati memilukan mengenai kejadian tersebut.
Berikut curahan hati pilu lengkap Yeyen anak Renti Marningsih.
Seandainya pagi itu aku ngelarang mama pergi, apa aku masih bisa meluk mama hari ini?
Seandanya mama lewat jalan lain, apa aku masih bisa ngeliat mama pulang denan tersenyum?
Seandainya aku kaya, mama ga perlu pergi kerja.
Apa mama bakal ngebukain aku pintu rumah dan bilang "poyen mama sudah pulang".
Penyesalan satu persatu bermunculan, seharusnya aku makan nasi yang mama masak pagi itu kalau tau ternyata itu adalah amsakan terakhir mama.
Seharusnya aku selalu meluk dan cium mama, bukan hanya di saat hari raya, ulang tahun mama dan juga hari terakhir aku melihatnya.
Baca: Viral Video Erika Blunder 8 Menit di Twitter dan TikTok, Link Tersebar, Begini Kronologinya
Seharusnya aku ngeperlakuin mama lebih baik lagi, aku memang anak yang durhaka.
Kenangan pagi itu akan selalu akan kuingat, di mana mama minta maaf tidak sempat untuk memasak lauk dan bilang "nanti beli lauk di simpang aja ya mama belum sempat masak, mau ke pasar dulu.
Besok-besok kalau mau beli lauk di sana aja, enak-enak.
Ma, ga ada yang lebih enak dari masakan mama.
Seharusnya ak bisa ngejawab seperti itu, tapi aku pergi gitu aja.
Banyak kata seandainya di pikiranku, penyesalan selalu berkecamuk di benakku, tapi tidak ada kata seandainya dalam ketetapan Allah.
Tidak ada yang perlu disesai, karena semua itu memang jalan yang terbaik untuk mama.