Curhatan Ciro Juliano Anak Pasutri Lansia Meninggal di Bogor, Akui Tak Harmonis dengan Hans dan Rita

Ciro Juliano Tomasoa, anak bungsu Hans Tomasoa dan Rita Tomasoa pasutri lansia meninggal di Jonggol, Bogor, sempat mencurahkan isi hatinya ke Pak RT.


zoom-inlihat foto
Ciro-Juliano-Tomasoa.jpg
Kolase TribunnewsWiki/Ist
Curhatan Ciro Juliano Anak Pasutri Lansia Meninggal di Bogor, Akui Tak Harmonis dengan Hans dan Rita


Kakek nenek lansia itu diduga sudah meninggal sekitar 4 hari sebelum ditemukan.

Kapolsek Jonggol Kompol Wagiman mengatakan, keduanya diduga meninggal karena sakit.

"Tidak ada keluarga maupun anak yang tinggal bersama, istri mengalami stroke," kata dia.

Kompol Wagiman juga sudah berusaha menghubungi anak Hans Tomasoa, namun belum membuahkan hasil.

Sempat dikabarkan tidak datang saat orangtuanya meninggal, rupanya anak bungsu Opa Hans dan Oma Rita sempat menghadiri pemakaman.

Baca: Kronologis Oknum Polisi Cabuli Siswi SMP Korban Pencabulan Panti Asuhan, Melapor Berujung Petaka

Pengurus RT tempat tinggal oma opa meninggal di Jonggol, Jonathan Tobing mengatakan, anak pertama dan kedua oma opa baru datang pada malam harinya.

"Jujur saya pertama kali melihat anak-anak dari almarhum itu setelah kejadian, sebelumnya saya tidak pernah melihat sama sekali," katanya.

Tiga putranya itu, kata Jonathan, selama ini tidak pernah datang berkunjung dan warga sekitar pun tak pernah melihatnya.

"Sejauh sepengetahuan saya memang betul anak dari almarhum tidak pernah, atau kalaupun memang pernah saya tidak tahu, atau mungkin menjenguknya hanya sebentar, tapi menurut pengakuan temen-temen yang lain itu tidak pernah," kata Jonathan Tobing, Kamis (18/7/2024).

Jonathan Tobing mengatakan, Hans Tomasoa dan Rita Tomasoa menempati tempat tersebut antara akhir tahun 2017 atau awal tahun 2018 hanya berdua.

Sedangkan tiga anaknya tinggal di luar kota, ada yang di wilayah Jakarta, Bandung, dan Bekasi.

"Saya engga tau apakah ada warga lain yang bukan jajaran pengurus pernah melihat (berkunjung), tapi dari sesama kita, kita tidak pernah melihat ada kunjungan dari anak-anaknya," terangnya.

Jonathan Tobing mengungkapkan, pernah suatu ketika ia menemui Opa Hans sedang berjalan kaki hendak pergi ke ATM.

Melihat hal itu, Jonathan Tobing meminta Opa Hans untuk naik ke dalam mobilnya dan diantarkan olehnya ke ATM.

"Opa bilang, saya mau cek ke ATM katanya anak saya ada transfer Rp100 ribu, ngomong begitu kemudian saya antar ke ATM," ungkapnya.

Akan tetapi, kata dia, setelah tiba di ATM, ternyata uang yang disebut sudah dikirimkan oleh anaknya itu tidak ada.

Dengan kondisi demikian ia pun merasa iba membayangkan seorang pria tua berjalan kaki dengan jarak yang cukup jauh namun hasilnya nihil.

"Sampai di ATM (ternyata) nol. Bayangin kalo opa jalan sendiri siang-siang sampai ke lokasi ATM ternyata tidak ada harus balik lagi," katanya.

Kendati demikian, Jonathan Tobing mengatakan dengan kondisi Opa Hans dan Oma Rita yang memprihatinkan, warga sekitar dan juga jemaat gereja sangat memperhatikannya.

Mulai dari makanan, kesehatan, hingga kebersihan rumahnya diurus oleh orang-orang yang peduli terhadapnya.

"Kita tidak menutup mata sebenarnya dengan keberadaan opa dan oma, kita perhatiin walaupun memang kita juga bukan manusia sempurna yang bisa memenuhi segala kebutuhan mereka," pungkasnya.

(tribunnewswiki.com/tribun bogor)

Baca lebih lengkap seputar berita terkait lainnya di sini





Penulis: Rakli Almughni
BERITATERKAIT
Ikuti kami di


KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved