"Saya sebenarnya sangat kesal sama anak-anaknya, kalau emang gak mau mengakui orangtua ini ya sudah berikan ke orang lain dan jangan mengejar hal-hal lain setelah mereka meninggal," kata dia.
Baca: Sosok Ciro Juliano Tomasoa, Anak Pasutri Lansia yang Meninggal & Membusuk di Bogor, Akhirnya Muncul
Ia bahkan mengaku kesal dengan perilaku anak-anak Hans Tomasoa.
"Apalagi di saat meninggalnya itu saya coba telepon itu gak diangkat, saya coba kirim videonya itu pun gak direspon," ujarnya.
Bahkan pihak gereja yang mencoba menghubungi anak bungsunya itu juga sama-sama tak mendapat respon.
Barulah saat oma dan opa dibawa ke RSUD Cileungsi, anak bungsunya baru menanggapi.
"Terus begitu kita bawa ke RSUD barulah di situ direspon. Pas direspon itu sebetulnya gak enak ngeresponnya," kata dia.
Kirimi uang
Anak-anak Hans Tomasoa dan Rita Tomasoa baru datang setelah kedua orangtuanya meninggal dunia.
Mereka bahkan datang tanpa melihat wajah terakhir Opa Hans dan Oma Rita di dalam peti jenazah.
Baca: Bukan Orang Sembarangan, Ini Sosok Hans Tomasoa dan Rita Tomasoa, Pasutri Lansia Meninggal di Bogor
Anak bungsu Hans Tomasoa baru datang di akhir pemakaman saat peti mati sudah dimasukkan ke liang lahat.
Sementara anak pertama dan kedua baru datang pada malam harinya setelah acara pemakaman selesai.
Semua urusan soal pemakaman Hans Tomasoa dan istrinya dilakukan oleh warga dan jemaat gereja.
Tak meminta maaf, anak pertama dan kedua Hans Tomasoa bahkan tiba-tiba ingin masuk ke dalam rumah oma dan opa.
Keinginan itu ditolak oleh warga karena mereka sudah lama tak pernah mengurus orangtuanya.
Jasad Hans Tomasoa dan Rita Tomasoa ditemukan oleh warga di dalam kamar rumahnya, pada Sabtu (13/7/2024).
Kondisi Opa Hans dan Oma Rita saat ditemukan sudah membusuk.
Pasutri lansia itu diketahui tinggal berdua saja di rumahnya.
Baca: Foto dan Biodata Eritza Dwi Ardani, Selebgram Makassar yang Ditangkap karena Open BO Rp10 Juta
Mereka memiliki tiga anak laki-laki, namun jarang menjenguk kedua orangtuanya.
Opa Hans Tomasoa sehari-harinya merawat sang istri yang menderita stroke seorang diri.
Bahkan di akhir hayatnya, Opa Hans dan Oma Rita hanya berdua saja.