Pak RW Minta Pasren Jujur di Kasus Vina Cirebon, Keluarga Terpidana Nangis Bersimpuh di Kaki Pak RT

Itno Aryanto menangis ketika melihat keluarga terpidana kasus Vina Cirebon bersimpuh di kaki Ketua RT Abdul Pasren.


zoom-inlihat foto
Pak-RW-Minta-Pasren-Jujur-di-Kasus-Vina-Cirebon-Keluarga-Terpidana-Nangis-Bersimpuh-di-Kaki-Pak-RT.jpg
Kolase Ist/Tribunnewsbogor
Pak RW Minta Pasren Jujur di Kasus Vina Cirebon, Keluarga Terpidana Nangis Bersimpuh di Kaki Pak RT. Ketua RW 10 Kelurahan Karyamulya, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon Itno Aryanto membongkar kebohongan Pak RT Abdul Pasren di kasus Vina.


"Bukan. Yang saya tahu itu, minta pak RT jujur," kata Itno.

Itno menegaskan dirinya bersedia menjadi saksi. Ia mengungkapkan pada saat pertemuan itu tidak ada pengacara.

Keluarga terpidana juga tidak mengiming-imingi uang. "Pengacara enggak ada. Saya dan orangtua yang anaknya masuk penjara," kata Itno menahan tangis.

"Ibu Aminah sambil nangis minta kejujuran. Saya juga ikut menangis. Makanya saya ngomong dengan pak istri, saya ada kalau saya tidak meluruskan saya dapat dosa jariyah," katanya.

Baca: Terpidana Kasus Vina Cirebon Dijanjikan Dapat Fasilitas Enak di Penjara, Sebut Diiming-imingi HP

Momen Datangi Pasren

Keluarga terpidana kasus Vina Cirebon, yakni Supriyanto, Jaya, Eka Sandi, Hadi Saputra, dan, Eko Ramadhani, juga masih mengingat dengan jelas momen saat mereka mendatangi rumah Ketua RT Abdul Pasren, di Kelurahan Karyamula, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon.

Kala itu mereka memohon kepada Pasren untuk mengatakan yang sejujurnya kepada polisi, yakni kelima kuli bangunan tersebut tidur di rumah anak sang ketua RT di malam tewasnya Vina dan Eky, di Agustus 2016.

"Di 2016, kita semua nemuin Pak RT," ucap Kakak Supriyanto dikutip TribunJakart.com dari YouTube Dedi Mulyadi, pada Minggu (23/6/2024).

"Saat itu belum ada pengacara, abis magrib, ada Pak RTnya Abdul Pasren. Diterimanya di teras," imbuhnya.

Sore itu, Kakak Supriyanto mengaku bersimpuh di lantai seraya mengantupkan kedua tangannya memohon kepada Pasren yang duduk di atas kursi.

Mengingat momen tersebut Kakak Supriyanto langsung berderai air mata.

"Pak Punten kami dari keluarga, mohon bapak jujur aja," ucap Kakak Supriyanto kala itu.

"Karena keterangan dari anaknya mereka tidur di sini. Kami keluarga memohon sambil nangis," imbuhnya.

Namun bukannya iba, Pasren tetap kekeh dan ogah mengakui kalau kelima terpidana kasus Vina Cirebon tidur di rumahnya di malam kejadian.

"Tidak bisa, tidak bisa, bukan urusan saya, itu urusannya polisi," kata Pasren.

Dengan hati yang hancur, akhirnya keluarga ke-5 terpidana meninggalkan rumah Pasren.

"Terus kita pulang," ujar Kakak Supriyanto.

Keluarga terpidana kasus Vina Cirebon, juga membantah pengakuan Pasren yang menyebut mereka memberikan amplop agar dirinya memberikan keterangan palsu.

Menurut Kakak Supriyanto kenyataanya mereka malah meminta Pasren untuk berbicara jujur.

"Saya enggak nawarin duit, demi Allah," ucap Kakak Supriyanto.

Baca: 4 Tampang Narapidana Kasus Vina Cirebon usai 8 Tahun Dijebloskan ke Penjara, Sosok Ucil Jadi Sorotan

(TRIBUN JAKARTA/TRIBUNNEWSWIKI.COM)

Baca berita terkait Vina Cirebon di sini





BERITATERKAIT
Ikuti kami di


KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Suka Duka Tawa

    Suka Duka Tawa adalah sebuah film drama komedi
  • Film - Caleg by Accident

    Caleg by Accident adalah sebuah film drama Indonesia
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved