TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Jawa Tengah menggelar aksi solidaritas bela Palestina di Car Free Day Karanganyar, Minggu (9/6/2024)x.
Aksi tersebut dihadiri ratusan orang yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Karanganyar, Pimpinan Daerah Aisyiyah Karanganyar, Pj Bupati Karanganyar dan masyarakat umum.
Ketua Umum PWNA Jawa Tengah, Monica Subastia mengatakan, turut prihatin dan bersimpati atas tindakan keji yang dilakukan Israel kepada Palestina.
Menurutnya, tindakan Palestina itu tidak sejalan dengan peri kemanusiaan.
"Kita terus suarakan stop genosida di Palestina karena itu tidak sejalan dengan kemanusiaan," ucapnya.
Baca: PW Nasyiatul ‘Aisyiyah Jawa Tengah Adakan Konsolidasi Wilayah, Bahas Soal Penguatan Gerakan Rahajeng
Senada dengan Monica, Ketua NA Karanganyar Rosi Arde Kurnia mengatakan, aksi tersebut digunakan untuk menyuarakan hati nurani atas penderitaan dan ketidakadilan yang terjadi pada rakyat Palestina.
Menurutnya, Palestina bukan sekadar sebuah wilayah di peta dunia. Palestina adalah simbol perlawanan terhadap penindasan, simbol perjuangan untuk keadilan, simbol harapan bagi semua yang tertindas di seluruh dunia.
"Ketika kita berbicara tentang Palestina, kita berbicara tentang hak asasi manusia, tentang kebebasan, tentang keadilan, dan tentang martabat," ungkapnya.
Rosi lantas membeberkan penderitaan yang dialammi rakyat Palestina.
"Anak-anak yang kehilangan masa kecil mereka, wanita-wanita yang kehilangan suami dan anak-anak mereka, keluarga yang kehilangan tempat tinggal, dan masyarakat yang kehilangan harapan."
"Kita tidak bisa tinggal diam saat ketidakadilan dan kekejaman terjadi di depan mata kita," lanjutnya.
Baca: Tak Muluk-muluk, Dodok Sartono Ingin Nasyiatul Aisyiyah Jateng Punya 1 Program Kerja Saja, Kenapa?
Rosi mengatakan, sebagai bagian dari umat manusia, kita memiliki tanggung jawab moral untuk berdiri bersama mereka yang tertindas.
Oleh sebab itu, kata Rosi, kita tidak boleh membiarkan ketidakadilan ini berlanjut tanpa perlawanan.
"Kita tidak boleh membiarkan suara-suara yang memohon bantuan dan dukungan ini tenggelam dalam keheningan," tutur Rosi.
Ia mendesak pemerintah dan komunitas internasional mengambil tindakan tegas dan konkret untuk menghentikan penindasan ini.
Baca: Profil dan Biodata Lengkap 11 Formatur Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Jawa Tengah 2023-2027
Rosi mengajak hadirin untuk menyuarakan dukungan terhadap Palestina lewat media sosial, forum diskusi, mimbar-mimbar di masjid dan gereja.
Selain itu, ia juga mengajak hadirin untuk memberikan dukungan finansial serta berdoa untuk keselamatan dan kebebasan mereka (Palestina).
Pihaknya berkomitmen untuk memperjuangkan keadilan, bukan hanya untuk Palestina, tetapi untuk semua yang tertindas di seluruh dunia.
"Karena perjuangan ini bukan hanya perjuangan satu bangsa, tetapi perjuangan seluruh umat manusia untuk kebebasan, keadilan, dan kedamaian."
"Semoga perdamaian dan keadilan dapat segera terwujud di Palestina dan di seluruh dunia," tandasnya.