TRIBUNNEWSWIKI.COM - Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan melalui Majelis Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan Hidup (MPM dan LH) sukses melaksanakan panen padi organik di Desa Karangsari, Kecamatan Karanganyar.
Panen ini merupakan bagian dari program Beras Muhammadiyah atau BerasMu yang dimulai sejak akhir Mei 2024, pada lahan seluas 7.200 m⊃2;.
Ketua MPM-LH Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pekalongan, Islah Milono, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan tindak lanjut dari Musyawarah Daerah PDM Kabupaten Pekalongan tahun lalu.
"Kami berharap program ini dapat meningkatkan kesejahteraan petani serta mendukung kedaulatan pangan warga Muhammadiyah," ucapnya.
Ia mengapresiasi dukungan yang diterima dari berbagai pihak, termasuk jajaran PDM, majelis, dan pimpinan amal usaha Muhammadiyah.
"Dukungan ini adalah bagian dari ekosistem ekonomi riil Muhammadiyah yang harus kita kembangkan bersama," ungkap Islah kepada TribunnewsWiki, Sabtu (14/9/2024).
Islah Milono mengatakan, pada panen tahap pertama, di lahan seluas 3.100 m⊃2; menghasilkan 700 kg beras yang sudah terjual habis dalam kemasan 5 kg kepada pimpinan PDM dan karyawan amal usaha Muhammadiyah.
Sementara, panen tahap kedua dilaksanakan pada 24 September 2024 di lahan seluas 3.200 m⊃2;, sedangkan panen tahap ketiga dijadwalkan pada 1 Oktober 2024 dengan luas lahan 1.200 m⊃2;.
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Ketua Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan, Achmad Sholeh, menegaskan pentingnya program BerasMu untuk memenuhi kebutuhan beras anggota dan amal usaha Muhammadiyah, seperti rumah sakit dan sekolah.
“Produksi berasMu ini sangat baik untuk diteruskan,” tambahnya.
Koordinator Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) Kabupaten Pekalongan, Safrudin, menyatakan bahwa program ini juga bertujuan memberdayakan petani dengan pola tanam berbasis organik.
"Kami ingin para petani lebih sejahtera dan memberikan manfaat bagi masyarakat," jelasnya.
Wakil Ketua PDM Kabupaten Pekalongan, Mardhi Rahardjo, berharap panen selanjutnya dapat dihadiri oleh perwakilan dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk menyaksikan langsung keberhasilan program ini.
"Dengan langkah ini, Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan tidak hanya berkontribusi pada penyediaan pangan organik, tetapi juga membangun kemandirian dan kesejahteraan petani lokal," tandasnya. (*)