TRIBUNNEWSWIKI.COM - Pimpinan Wilayah Nasyiatul ‘Aisyiyah Jawa Tengah adakan Konsolidasi Wilayah di Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) pada Sabtu-Minggu (6-7/1/2024).
Ketua PWNA Jawa Tengah, Monica Subastia mengatakan, Konsolidasi Wilayah (Konsolwil) ini dilakukan untuk memperkuat Gerakan Rahajeng.
Selain itu kata Monica, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk bersilaturahmi antar Pimpinan Daerah Nasyiatul ‘Aisyiyah se-Jawa Tengah.
Menurutnya, Konsolwil ini penting dilakukan karena di dalamnya terdapat program untuk pendataan yang mana pendataan tersebut menjadi tolok ukur keberhasilan dan capaian-capaian selama satu periode yang harapannya dapat dilakukan evaluasi secara berkelanjutan.
Adapun tema yang diambil yakni "Sinergitas Organisasi dalam Mewujudkan Gerakan Perempuan Jawa Tengah Berkemajuan".
Ditambahkan oleh Sekretaris Umum Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Dodok Sartono, suksesnya Gerakan Rahajeng ini harus ada ukurannya. Sehingga dirasa penting adanya KPI (Key Performance Indicator) dalam organisasi untuk dapat diukur keberhasilan kepemimpinan selama masa periodesasi berjalan. Dalam penutupan sambutan, beliau menyampaikan kepada kader Nasyiah untuk memegang 3K dalam berjuang di Nasyiah, 3K tersebut yaitu: Kesungguhan, Keikhlasan dan Kesabaran.
Baca: Apa Itu Gerakan Nasyiah Jateng Rahajeng? Bakal Dilaunching di Musywil: Tersimpan Makna dan Harapan
Baca: Berikut Susunan Pimpinan Wilayah Nasyiatul ‘Aisyiyah Jawa Tengah Periode 2022–2026, Dipimpin Monica
Diketahui, Gerakan Nasyiah Rahajeng ini dilaunching pada Musywil Nasyiatul Aisyiyah, Jumat (25/8/2023).
Gerakan Rahajeng merupakan gerakan perempuan berkemajuan dengan tetap menjunjung tinggi lokalitas di seluruh wilayah Indonesia.
Ditambahkan oleh Sekretaris PWNA Jawa Tengah, Mutmainnah, kata Rahajeng sendiri diambil dari bahasa Jawa yang berarti berarti 'selamat' atau 'sejahtera'.
Mutmainnah mengatakan, di balik penyebutan gerakan Rahajeng tersimpan berpuluh makna sekaligus harapan.
Rahajeng sendiri merupakan akronim dari: Ramah, Harmonis, Jejaring dan Ngayomi.
Masing-masing akronim menjadi pilar yang mewakili representasi nilai-nilai yang dibawa.
Simak penjelasan lengkapnya berikut ini:
1. Ramah
Pilar Ramah terbagi dalam 3 aspek: Ramah Perubahan (Adaptif); Ramah Lingkungan; dan Ramah Pengembangan Kreativitas Perempuan.
2. Harmonis
Pilar Harmonis terbagi dalam 2 aspek: Harmonis dalam Keluarga & Harmonis dalam Keberagaman Masyarakat.
3. Jejaring
Pilar Jejaring dibangun dari unsur: Strategi Menciptakan Local Leader Perempuan; Mendorong Upaya Diaspora Kader (Persyarikatan, Umat dan Bangsa); Membangun dan merawat Jaringan Lintas Sektor; serta Membangun Literasi Digital guna Mewujudkan Digital Citizenship Berkemajuan.
4. Ngayomi