Inilah yang Terjadi di Rafah Palestina hingga Menggema Seruan 'All Eyes on Rafah' di Seluruh Dunia

Kata kunci "All Eyes on Rafah" tengah menjadi trending topik di X dengan 1,25 juta postingan hingga Rabu (29/5/2024) sore.


zoom-inlihat foto
Inilah-yang-Terjadi-di-Rafah-Palestina-hingga-Menggema-Seruan-All-Eyes-on-Rafah-di-Seluruh-Dunia-1.jpg
Tribun Network
Inilah yang Terjadi di Rafah Palestina hingga Menggema Seruan 'All Eyes on Rafah' di Seluruh Dunia


Baca juga: Bendera Palestina Berkibar di Seluruh Dunia, Kecam Israel yang Bakar Kamp Pengungsian Rafah

Situasi ini diperburuk dengan menurunnya jumlah makanan, bahan bakar dan pasokan lainnya yang sampai ke PBB dan kelompok bantuan lainnya untuk didistribusikan kepada masyarakat.

Warga Palestina, yang sebagian besar bergantung pada bantuan kemanusiaan bahkan sebelum perang, harus berjuang sendiri untuk mendapatkan kebutuhan dasar untuk bertahan hidup.

“Situasinya tragis. Ada 20 orang di tenda, tanpa air bersih, tanpa listrik. Kami tidak punya apa-apa,” kata Mohammad Abu Radwan, seorang guru sekolah bersama istri, enam anak, dan keluarga besar lainnya, dikutip dari AP News.

“Saya tidak bisa menjelaskan bagaimana rasanya hidup dalam pengungsian terus-menerus, kehilangan orang-orang yang Anda cintai,” katanya.

“Semua ini menghancurkan mental kami," lanjut dia.

Baca: Usir Warga Gaza, Israel Minta Eropa Bikin Pulau untuk Dirikan Palestina Merdeka di Laut Mediterania

Mengenal Tal al-Sultan

Tal al-Sultan tidak termasuk dalam daftar wilayah yang diperintahkan IDF untuk dievakuasi awal bulan ini.

Menurut Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina dan lembaga lainnya, kawasan tersebut telah ditetapkan sebagai zona kemanusiaan, di mana warga sipil dapat mencari perlindungan.

Pejabat Israel mengklaim, serangan itu terjadi di luar zona kemanusiaan.

Peta IDF yang diterbitkan kemarin menunjukkan serangan terjadi di wilayah yang tidak tercakup dalam jaminan keamanan apa pun.

Namun pekan lalu, juru bicara IDF mengatakan dalam sebuah video bahwa kawasan tersebut aman.

Warga sipil yang berlindung di daerah tersebut kemungkinan besar merasa nyaman karena lokasinya yang sangat dekat dengan gudang UNRWA, sehingga tidak boleh diserang berdasarkan hukum internasional.

Badan PBB telah mengecam apa yang disebutnya sebagai “serangan lebih lanjut terhadap keluarga yang mencari perlindungan”.

Diketahui, perang Israel yang berlangsung hampir delapan bulan di Gaza telah menyebabkan lebih dari 36.000 kematian di daerah kantong pantai yang dilanda perang dan telah melukai lebih dari 81.100 korban lainnya.

Kampanye militer Israel telah mengubah sebagian besar wilayah kantong berpenduduk 2,3 juta orang menjadi reruntuhan, menyebabkan sebagian besar warga sipil kehilangan tempat tinggal dan berisiko kelaparan.

Serangan pada hari Minggu terjadi meskipun ada keputusan Mahkamah Internasional pekan lalu yang memerintahkan Israel untuk menghentikan serangannya di Rafah.

(TRIBUNNEWS/TRIBUNNEWSWIKI)

Baca berita terkait Palestina di sini





BERITATERKAIT
Ikuti kami di


KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - The Period of

    The Period of Her adalah sebuah film drama
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved