TRIBUNNEWSWIKI.COM - Sosok Vladimir Putin kembali menjadi perbincangan dunia usai dirinya kembali memenangkan pemilu di Rusia.
Vladimir Putin bahkan mengancam NATO dengan Perang Dunia III dalam pidato pertama pasca pemilu.
Lantas siapa sosok Vladimir Putin ?
Berikut Tribunnewswiki rangkum terkait profil Vladimir Putin, presiden Rusia yang kembali terpilih dalam pemilu dan berani Ancam NATO:
Valdimir Putin lahir dengan nama asli Vladimir Vladimirovich Putin.
Putin lahir 7 Oktober 1952 di Leningrad yang sekarang dikenal dengan nama St. Petersburg, Rusia.
Vladimir Putin lahir dari keluarga kelas pekerja.
Ibu Putin seorang pekerja pabrik sedangkan ayahnya direkrut oleh Angkatan Laut Soviet.
Kakek Vladimir Putin merupakan seorang juru masak Lenin dan Stalin.
Vladimir Putin adalah seorang politisi Rusia yang telah menjabat sebagai presiden Rusia sejak 2012, sebelumnya memegang posisi dari tahun 2000 hingga 2008.
Putin adalah Perdana Menteri Rusia dari tahun 1999 hingga 2000 dan lagi dari 2008 hingga 2012.
Baca: Daftar Pemimpin Dunia yang Ucapkan Selamat ke Prabowo Atas Kemenangan Pemilu: Ada Putin sampai Biden
Vladimir Putin lahir di Leningrad dan belajar hukum di Universitas Negeri Leningrad, lulus pada tahun 1975.
Putin bekerja sebagai perwira intelijen asing KGB selama 16 tahun.
Kemudian dia naik pangkat menjadi Letnan Kolonel, sebelum mengundurkan diri pada tahun 1991 untuk memulai karier politik di Saint Petersburg.
Putin kemudian pindah ke Moskow pada tahun 1996 untuk bergabung dengan administrasi Presiden Boris Yeltsin, melayani pertama sebagai Direktur Layanan Keamanan Federal (FSB), agen penerus KGB, sebelum diangkat sebagai perdana menteri pada Agustus 1999.
Setelah pengunduran diri Yeltsin, Putin terpilih untuk menggantikannya.
Kemudian menjabat sebagai perdana menteri di bawah Dmitry Medvedev.
Vladimir Putin mengumumkan ia akan mencari jalan untuk menjabat sebagai presiden.
Baca: HAMAS Beri Hadiah ke Putin Atas Sikap Tegasnya, Bebaskan Sandera Rusia yang Ditahan Israel
Putin memenangkan pemilihan Maret 2012 dengan 64% suara.
Putin memperoleh kenaikan suara 76% pemilu 2018 Maret dan terpilih kembali untuk masa jabatan enam tahun yang akan berakhir pada 2024.
Berikut rekam jejak Vladimir Putin dari dulu hingga sekarang :
- Putin menjabat sebagai staf Direktorat Intelijen Luar Negeri untuk KGB, dan ditugaskan untuk membayangi pengunjung asing ke Leningrad.
- Putin belajar bahasa Jerman dan bahasa Inggris di sana.
- Kabarnya, Putin menjadi pemantau loyalitas diplomat Soviet.
- Dikabarkan dia memonitor loyalitas siswa dan menantau orang asing.
- Putin mencalonkan diri sebagai Wali Kota Leningrad.
- Putin 1997 - Putin ditunjuk wakil kepala administrator Kremlin di bawah Presiden Boris Yeltsin.
- Putin menduduki tempat 1999 - Sekretaris Dewan Keamanan Rusia.
- 31 Desember 1999 - Yeltsin turun dari jabatannya di tengah skandal dan Putin naik menggantikannya sebagai presiden Dia memberikan Yeltsin kekebalan penuntutan.
- 7 Mei 2000 - Putin dilantik untuk pertama kalinya menjadi presiden Rusia.
- 15 Maret 2004 - Putin terpilih kembali setelah berkampanye sebagai calon independen.
- 27 April 2005 - Menjadi pemimpin Rusia pertama yang mengunjungi Israel.
- 5 September 2006 - Bertemu Presiden Afrika Selatan Thabo Mbekiyang merupakan kunjungan pertama.
- 2 Maret 2008 - Dmitry Medvedev, anak didik Putin, terpilih menjadi presiden Rusia.
- Agustus 2008 - Rusia terlibat konflik militer denganGeorgia.
- 4 Maret 2012 - Putin kembali memenangkan jabatan pemilu Rusia dan menjadi presiden untuk ketiga kalinya dengan suara di bawah 65 persen.
- Kritikus mempertanyakan hasil tersebut dan menduga ada kecurangan pemilih.
- 14 Desember 2012 - Presiden Barack Obama menandatangani Undang-Undang Magnitsky, undang-undang yang memberlakukan pembatasan perjalanan dan keuangan terhadap individu-individu di Rusia yang dicurigai melakukan pelanggaran hak asasi manusia. Undang-undang tersebut dinamai Sergey Magnitsky, yaitu nama pengacara yang meninggal dalam keadaan misterius pada 2009 setelah menemukan bukti bahwa pejabat Rusia kedapatan curang dalam membayar pajak.
Baca: EPIC Hakim ICC Diburu Rusia usai Keluarkan Surat Perintah Penangkapan Presiden Putin
- 6 Juni 2013 - Vladimir dan Lyudmila Putin mengumumkan pernikahan mereka berakhir.
Maret 2014 - Putin mengirim pasukan ke Krimea setelah Presiden Ukraina, Viktor Yanukovych, melarikan diri di tengah demonstrasi kekerasan. - 21 November 2014 - Federasi Karate-do Rusia, Kyokushin-kan, menyatakan Putin mendapatkan sabuk hitam karate.
- 25 Juli 2016 - FBI mengumumkan pihaknya melakukan penyelidikan terkait peretasan sistem komputer Komite Nasional Demokratik.
- 6 Januari 2017 - Kantor Direktur Intelijen Nasional merilis laporan yang menyimpulkan bahwa Putin memerintahkan sebuah kampanye berpengaruh yang bertujuan merugikan Hillary
- Clinton dan membantu Donald Trump dalam pemilihan presiden Amerika Serikat pada 2016.
- 7 Juli 2017 - Bertemu Donald Trump untuk pertama kalinya di sela-sela KTT G20 di Hamburg, Jerman.
- 6 Desember 2017 - Putin mengumumkan dirinya kembali pada pemilu di pilpres Rusia pada 2018.
Kabar terbaru, kemenangan Vladimir Putin dalam pemilu Rusia membuat negara-negara Barat dan NATO harus tetap waspada.
Vladimir Putin menancapkan kembali pengaruh besar di Rusia dan kawasan.
Sejumlah negara yang dekat dengan Rusia juga sudah mengucapkan selamat atas terpilihnya Vladimir Putin.
Presiden Rusia Vladimir Putin pada Senin (18/3/2024) memperingatkan negara-negara Barat bahwa konflik langsung antara Rusia dan aliansi militer NATO pimpinan AS akan membuat planet ini selangkah lagi menuju Perang Dunia Ketiga.
Mengutip Reuters, namun dia mengatakan hampir tidak ada orang yang menginginkan skenario konflik seperti itu.
Perang Ukraina telah memicu krisis terdalam dalam hubungan Moskow dengan Barat sejak Krisis Rudal Kuba tahun 1962.
Putin telah sering memperingatkan risiko perang nuklir, namun mengatakan dia tidak pernah merasa perlu menggunakan senjata nuklir di Ukraina.
Baca: Arti Diam Putin Atas Tindakan Hamas ke Israel, Moskow Tolak Sebut Hamas Kelompok Teroris
Presiden Prancis Emmanuel Macron bulan lalu mengatakan dia tidak bisa mengesampingkan pengerahan pasukan darat di Ukraina di masa depan.
Karena banyak negara Barat yang menjauhkan diri dari hal tersebut sementara negara lain, terutama di Eropa Timur, menyatakan dukungannya.
Ketika ditanya oleh Reuters tentang pernyataan Macron dan risiko serta kemungkinan konflik antara Rusia dan NATO, Putin menjawab: “Segalanya mungkin terjadi di dunia modern.”
Dia menambahkan, "Jelas bagi semua orang, bahwa ini akan menjadi satu langkah lagi dari Perang Dunia Ketiga yang berskala penuh.
Saya pikir hampir tidak ada orang yang tertarik dengan hal ini," kata Putin kepada wartawan setelah memenangkan pemilu dengan kemenangan telak terbesar dalam sejarah Rusia pasca-Soviet.
Menjelang pemilu Rusia pada 15-17 Maret, Ukraina meningkatkan serangan terhadap Rusia, menembaki wilayah perbatasan dan bahkan menggunakan proksi untuk mencoba menembus perbatasan Rusia.
Ketika ditanya apakah ia menganggap perlu untuk mengambil alih wilayah Kharkiv di Ukraina.
Putin mengatakan jika serangan terus berlanjut, Rusia akan menciptakan zona penyangga di lebih banyak wilayah Ukraina untuk mempertahankan wilayah Rusia.
“Saya tidak mengecualikan bahwa, mengingat peristiwa tragis yang terjadi hari ini, kita akan dipaksa pada suatu saat, jika kita anggap tepat, untuk menciptakan ‘zona sanitasi’ tertentu di wilayah yang saat ini berada di bawah rezim Kyiv,” kata Putin.
Dia menolak memberikan rincian lebih lanjut namun mengatakan zona tersebut mungkin harus cukup besar untuk menghalangi persenjataan buatan asing mencapai wilayah Rusia.
Putin memerintahkan invasi besar-besaran ke Ukraina pada Februari 2022.
Hal ini memicu perang besar di Eropa setelah delapan tahun konflik di Ukraina timur antara pasukan Ukraina di satu pihak dan pihak Ukraina yang pro-Rusia serta proksi Rusia di pihak lain.
Putin mengatakan dia berharap Macron berhenti dengan upayanya untuk memperburuk perang di Ukraina, namun memainkan peran dalam menemukan perdamaian.
"Tampaknya Prancis bisa memainkan peran. Semua belum hilang. Saya sudah mengatakannya berulang kali dan saya akan mengatakannya lagi.
Kami menginginkan perundingan damai, tapi bukan hanya karena musuh kehabisan peluru," kata Putin.
“Jika mereka benar-benar serius ingin membangun hubungan bertetangga yang damai dan baik antara kedua negara dalam jangka panjang, dan tidak hanya mengambil jeda untuk persenjataan kembali selama 1,5-2 tahun,” tambah Putin lagi.
(Kontan/TRIBUNNEWSWIKI/Kaa)
Baca berita terkait sosok di sini
| Donald Trump: Mengalahkan Kamala Harris Jauh Lebih Mudah Dibandingkan Joe Biden |
|
|---|
| Joe Biden Putuskan Mundur dalam Pemilu AS 2024, Sosok ini Jadi Calon Penggantinya |
|
|---|
| Hasyim Asy'ari Dipecat DKPP dari Jabatan Ketua KPU, Terbukti Lakukan Asusila |
|
|---|
| Refly Harun Yakin Pilpres 2024 Diulang Tanpa 02, Sebut Putusan MK Akan Diskualifikasi Gibran |
|
|---|
| Mengenal Untung Cahyono, Khatib Sholat Id di Bantul Viral yang Sebut Pemilu Curang Saat Khotbah |
|
|---|