TRIBUNNEWSWIKI.COM – Calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik, Donald Trump buka suara usai pesaingnya dalam kontestasi Pemilu AS 2024, Joe Biden mengundurkan diri dalam pencalonan sebagai calon presiden berikutnya.
Menurut Trump, pengunduran diri Biden dari kontestasi Pemilu AS 2024 dinilai sudah tepat. Kinerja Biden sendiri juga tengah jadi sorotan dalam beberapa waktu terakhir.
“Memang sudah waktunya untuk dia (Biden) tak ikut dalam Pemilu AS 2024,” kata Trump ketika diwawancai oleh CNN.
Usai pengunduran Biden, Partai Demokrat kemudian menunjuk Kamala Harris untuk menjadi pesaing Trump di Pemilu AS 2024.
Sejumlah anggota dari Partai Demokrat juga telah setuju untuk mendukung Harris dalam Pemilu AS tahun ini.
Baca: Joe Biden Putuskan Mundur dalam Pemilu AS 2024, Sosok ini Jadi Calon Penggantinya
Tak hanya itu, Gubernur California Gavin Newsom, yang disebut-sebut sebagai calon pengganti Biden, memberikan dukungannya kepada Harris.
“Dengan demokrasi kita yang dipertaruhkan dan masa depan kita yang dipertaruhkan, tidak ada orang yang lebih baik dalam mengadili kasus visi gelap Donald Trump dan membimbing negara kita ke arah yang lebih sehat daripada Wakil Presiden Amerika, @KamalaHarris,” tulis Newsom di platform X.
Reaksi Trump
Trump sendiri mengaku lebih senang untuk bertarung dengan Harris dalam Pemilu AS yang akan dilaksanakan November mendatang,
Menurut Trump, Harris akan lebih mudah dikalahkan dalam pemilu jika dibandingkan dengan Biden.
“Harris akan lebih mudah dikalahkan dibandingkan Joe Biden,” kata Trump kepada CNN.
Trump dan tim kampanyenya kemudian menyerang Biden dan Harris di media sosial dengan mengatakan Biden tidak layak untuk terus menjabat sebagai presiden.
Saluran YouTube resmi Komite Nasional Partai Republik juga menerbitkan video berdurasi dua menit pada Minggu sore yang menyerang Harris atas kebijakan imigrasi, menuduh Harris mengabaikan masalah itu.
Dalam beberapa minggu terakhir, tim kampanye Trump dan beberapa sekutunya telah melancarkan serangan politik preventif terhadap Harris untuk mencoba mendiskreditkannya di tengah pembicaraan bahwa Harris dapat menggantikan Biden sebagai calon presiden dari partai tersebut pada tahun 2024.
Baca: Kamala Harris Ukir Dua Sejarah: Wanita Pertama dan Wanita Kulit Berwarna Pertama Jadi Wapres AS
Biden mundur sebagai calon presiden AS
Sebagaimana diketahui, Biden memutuskan untuk tidak akan maju kembali untuk menjadi Presiden Amerika Serikat mendatang.
Keputusan tersebut diambil Biden usai dirinya terus mendapat tekanan dari rekan-rekannya di Partai Demokrat untuk tak lagi mencalonkan diri sebagai Presiden AS.
Biden yang telah berusia 81 tahun dianggap tidak lagi mampu untuk menjadi pemimpin rakyat Amerika.
Selain itu, kinerja Biden yang buruk dalam debat tanggal 27 Juni 2024 juga menjadi catatan tersendiri bagi rekan-rekannya di Partai Demokrat.
“Meskipun saya berniat untuk mencalonkan diri kembali, saya yakin ini demi kepentingan terbaik partai dan negara saya jika saya mundur dan fokus hanya pada memenuhi tugas saya sebagai Presiden selama sisa masa jabatan saya,” tulis Biden di platform X miliknya pada Minggu (21/7/2024).
Meski telah mengumumkan pengunduran dirinya dari kontestasi Pemilu AS 2024, Biden mengatakan dirinya akan tetap menjalankan tugasnya sebagai Presiden AS hingga masa jabatannya berakhir pada 20 Januari 2025.
(TRIBUNNEWSWIKI.com/Mikael Dafit)