TRIBUNNEWSWIKI.COM - Hamas memberikan hadiah kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin dengan membebaskan warganya yang ikut disandera.
Hadiah ini sebagai bentuk penghargaan atas sikap yang diambil oleh Putin terhadap serangan Israel di Jalur Gaza.
Hal ini langsung ditanggapi oleh pihak Moskow.
Rusia berterima kasih kepada Hamas atas pembebasan sandera di Gaza.
Hamas sendiri saat ini telah membebaskan tiga sandera Rusia-Israel dari Gaza secara terpisah dari perjanjian gencatan senjata dengan Israel.
Kementerian Luar Negeri Moskow berjanji akan terus berupaya untuk segera membebaskan sisa warga Rusia yang ditahan di Jalur Gaza.
Sebelumnya, kabar pembebasan warga Rusia-Israel ini diungkapkan oleh Moussa Abu Marzouk, seorang pejabat dari sayap politik Hamas.
Namun tak dijelaskan apakah warga yang dilepaskan tersebut juga memiliki kewarganegaraan Israel.
Baca: Israel Buat Situs Palsu Hamas.com yang Sebarkan Informasi Bohong
Baca: ISI Surat Ibu Asal Israel Ucapkan Terima Kasih ke Hamas Sudah Perlakukan Anaknya Seperti Ratu
Kerabat sandera Israel-Rusia yang ditawan oleh Hamas di Gaza sempat pergi ke Moskow minggu ini.
Hal itu untuk mencari bantuan Kremlin agar anggota keluarga mereka dibebaskan oleh Hamas.
Moskow pun membantu pembebasan Roni Krivoi pada hari Minggu.
Krivoi dibebaskan dalam perjanjian terpisah dari perjanjian pembebasan sandera.
Hal itu diduga sebagai bantuan Hamas kepada Moskow.
Warga Israel Lambaikan Tangan dan Senyum ke HAMAS saat Dibebaskan dari Tawanan
Sayap militer Hamas Brigade Izz al-Din al-Qassam merilis rekaman di saluran telegramnya yang menunjukkan pembebasan tawanan Israel, yang diserahkan kepada Komite Palang Merah Internasional (ICRC).
Beberapa tawanan terlihat tersenyum ke arah kamera dan melambaikan tangan kepada anggota al-Qassam sebelum dimasukkan ke dalam mobil ICRC.
Sementara itu ribuan orang berkumpul sepanjang malam dengan harapan bisa bertemu dengan para tahanan, dan merayakannya bersama dan keluarga mereka.
Salah satunya, Fawzi Sawalmeh yang sangat ingin bertemu dengan cucunya, Mohammed, yang termasuk di antara tahanan Palestina putaran kedua yang diperkirakan akan dibebaskan pada Sabtu malam.
Pria berusia 87 tahun itu berdiri di luar penjara Ofer di Beitunia di Tepi Barat yang diduduki.
Ia mengatakan sangat senang melihat nama Mohammed dimasukkan dalam daftar yang dirilis oleh Hamas beberapa waktu lalu.
Baca: RIBUAN Tentara Israel Alami Cacat Fisik Usai Lawan Hamas, Banyak Pasukan IDF Stres