Polisi Pukuli & Ancam Tembak Mati Oman Jika Tak Ngaku Rampok, Korban Dapat Ganti Rugi Rp222 Juta

Marbot majid ini dipukuli polisi dan diancam akan ditembak mati jika tak mengaku, padahal ia tak melakukan perampokan.


zoom-inlihat foto
Polisi-Pukuli-Ancam-Tembak-Mati-Oman-Jika-Tak-Ngaku-Rampok-Korban-Dapat-Ganti-Rugi-Rp222-Juta.jpg
Tribun Sumsel
Polisi Pukuli & Ancam Tembak Mati Oman Jika Tak Ngaku Rampok, Korban Dapat Ganti Rugi Rp222 Juta


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Masyarakat dihebohkan dengan kisah polisi yang memukuli dan mengancam tembak mati marbot masjid yang tidak mengaku perampok.

Kini korban salah tangkap polisi mendapatkan uang gangi rugi sebesar Rp 222  juta.

Oman Abdurohman adalah marbot masjid yang menjadi korban salah tangkap polisi.

Bahkan Oman Abdurahman mendapatkan perlakuan tak mengenakkan.

Marbot majid ini dipukuli polisi dan diancam akan ditembak mati jika tak mengaku, padahal ia tak melakukan perampokan.

Korban salah tangkap polisi, Oman Abudrohman kini mendapat ganti rugi ratusan juta rupiah setelah divonis bebas.

Baca: Kisah Marbot Masjid Dipaksa Ngaku Perampok dan Dipukuli Polisi, Cuma Dibayar Ganti Rugi Rp222 Juta

Baca: Sosok Satria Mahathir, Seleb TikTok yang Aniaya Anak DPRD Kepri, Bapaknya Polisi Jendral Bintang Dua

Diketahui, Oman Abudrohman sempat ditangkap polisi karena dituduh melakukan perampokan di wilayah Lampung Utara.

Kini terungkap pekerjaan Oman Abudrohman, ternyata sehari-harinya ia bekerja sebagai marbot masjid.

Saat itu Oman ditangkap pada 22 Agustus 2017.

KOMPAS.COM/DOK. Polres Lampung Utara
Oman Abdurohman, warga asal banten yang menjadi korban salah tangkap polisi kini menerima uang ganti rugi sebesar Rp 222 juta.
KOMPAS.COM/DOK. Polres Lampung Utara Oman Abdurohman, warga asal banten yang menjadi korban salah tangkap polisi kini menerima uang ganti rugi sebesar Rp 222 juta. (tribun trends)

Oman dituding melakukan perampokan di Kotabumi, Lampung Utara.

Padahal Oman tinggal di Balaraja, Banten, ditangkap oleh anggota kepolisian lalu dibawa ke Polres Lampung Utara.

Ketika ditangkap, Oman dipaksa mengaku telah melakukan perampokan.

Bahkan, dalam perjalanan ke Lampung Utara, polisi menurunkan Oman di kawasan perkebunan dan dianiaya hingga kakinya ditembak agar mau mengaku.

Merasa tak tahan, Oman terpaksa mengaku perbuatan yang tidak dilakukannya.

Hingga akhirnya, setelah karena terbukti tak bersalah, Oman akhirnya divonis bebas.

Baca: Heboh 2 Cewek Open BO Dijebak Polisi di Hotel, Pura-pura Ngambek ke Pacar Biar Dapat Job

Baca: Wanita Ini Ditembak Polisi di Depan Anak sampai Meninggal, Padahal Minta Tolong Karena di-KDRT

Majelis hakim menemukan fakta bahwa Oman sama sekali tidak bersalah hingga dia divonis bebas pada 4 Juni 2018.

Pada upaya kasasi di Mahkamah Agung, majelis hakim juga menguatkan putusan bebas PN Kotabumi tersebut dan menyatakan Oman tidak terbukti melakukan perampokan.

Atas kesalahan yang dilakukan, negara harus mengganti rugi sebesar Rp 222 juta sesuai dengan petikan penetapan No:1/Pid.Pra/2019/ PN. Kbu tanggal 17 Juni 2019.

Uang ganti rugi ini diwajibkan dibayar oleh kepolisian setelah praperadilan atas kasus itu dimenangkan oleh Oman pada 17 Juni 2019.

Hal tersebut sebagaimana tercantum dalam petikan penetapan No. 1/Pid.Pra/2019/PN.Kbu.

Perjuangan permintaan ganti rugi ini telah berjalan selama lima tahun sejak Oman divonis bebas oleh pengadilan pada 2019.

Penyerahan uang ganti rugi ini dilakukan di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Kotabumi, Lampung Utara, Senin (8/1/2024).

Kisah Marbot Masjid Dipaksa Ngaku Perampok dan Dipukuli Polisi, Cuma Dibayar Ganti Rugi Rp222 Juta
Kisah Marbot Masjid Dipaksa Ngaku Perampok dan Dipukuli Polisi, Cuma Dibayar Ganti Rugi Rp222 Juta (tribun trends)

Oman Abdurohman yang seorang marbot masjid ini masih ingat betul ketika penangkapannya terjadi.

Berikut ini cerita lengkap Oman yang mengaku dipukuli hingga kakinya ditembak oleh polisi.

"Saya ditangkap itu jam 9 pagi tanggal 22 Agustus 2017 di masjid waktu lagi bersih-bersih, saya kan marbot masjid.

Saya kemudian dibawa sejumlah polisi ke Polsek Balaraja.

Di sana mereka bilang saya ini pelaku perampokan yang terjadi di Kotabumi, Lampung Utara.

Saya disiksa disuruh ngaku, padahal saya ke Lampung aja belum pernah waktu itu," kata dia, belum lama ini dilansir dari Kompas.com

Oman menuturkan, dalam perjalanan ke Polres Lampung Utara, dia sempat diturunkan di wilayah perkebunan yang tak dikenalnya.

Di situ, dia disiksa lagi karena tetap tidak mengakui tuduhan tersebut.

Oman mengaku mendapatkan pukulan secara terus-menerus di sekujur tubuhnya.

"Saya dipukuli lagi hingga kaki saya ditembak, karena kalau nggak ngaku saya ini mau ditembak mati.

Ini lukanya sampai tembus ke belakang laki, kena tulang juga.

Kalau dipukulin itu sudah nggak tahu berapa banyak pake pentungan hansip, pokoknya saya dipukulin terus sampai harus ngaku.

Baca: Sempat Dikurung 300 Hari, Korban Salah Tangkap Ini Dibebaskan Berkat Investigasi Mandiri Sang Ibu

Baca: Dosen Jadi Korban Salah Tangkap saat Demo Tolak Omnibus Law, Dipukuli dan Diinjak hingga Babak Belur

Alhamdulillah saya selamat masih hidup," kata dia.

Dalam perjalanan kasusnya, Oman akhirnya disidang di Pengadilan Negeri Kotabumi, Lampung Utara pada tahun 2018.

Dia didakwa terlibat dalam kasus perampokan di Kotabumi oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Lampung Utara.

Hingga akhirnya pada 4 Juni 2018, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kotabumi memutuskan Oman tidak bersalah dan tidak terbukti atas kasus perampokan yang dituduhkannya.

Penjelasan Polisi

Oman Abdurohman(pakaian hitam) saat menerima uang ganti rugi atas kasus salah tangkap yang dialaminya, Senin (8/1/2024).
Oman Abdurohman(pakaian hitam) saat menerima uang ganti rugi atas kasus salah tangkap yang dialaminya, Senin (8/1/2024). (tribun trends)

Kepala Kepolisian Resor Lampung Utara AKBP Teddy Rachesna mengatakan, uang ganti rugi ini merupakan bentuk keseriusan terhadap legitimasi hukum sesuai arahan Kapolda Lampung Inspektur Jenderal (Irjen) Helmy Santika.

Selain itu, Polres Lampung Utara juga telah meminta maaf atas apa yang menimpa Oman.

"Kita konsisten melaksanakan komitmen agar rasa keadilan bisa dirasakan seluruh masyarakat," kata Teddy melalui sambungan telepon, Selasa (9/1/2024).

Teddy menambahkan, Polres Lampung Utara telah meminta maaf atas apa yang menimpa Oman.

(TRIBUNTRENDS/TRIBUNNEWSWIKI)

Baca berita terkait di sini





BERITATERKAIT
Ikuti kami di


KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved