"Saya juga mengingatkan kepada pendukung siapa pun untuk kita hati-hati. Apa masalahnya? Penyelesaian tidak boleh dengan kekerasan, semena-mena bukan zamannya lagi, jangan sakiti rakyat," kata Ganjar.
Ganjar sendiri juga langsung menjenguk relawan yang diduga menjadi korban penganiayaan oleh aparat TNI itu.
Kronologi penganiayaan
Kapendam IV Diponegoro Kolonel Inf Richard Harison mengatakan insiden yang terjadi di depan Markas Kompi B Yonif Raider 408/Sbh jalan Perintis Kemerdekaan Boyolali itu karena kesalahpahaman.
"Informasi sementara yang diterima, bahwa peristiwa tersebut terjadi secara spontanitas karena adanya kesalahpahaman antara kedua belah pihak," kata Richard saat dihubungi, Sabtu.
Awalnya, kata Richard, sejumlah anggota Kompi B tengah bermain bola voly sekira pukul 11.19 WIB mendengar adanya suara berisik yang berasal dari kendaraan sepeda motor.
"Tiba-tiba mendengar suara bising rombongan sepeda motor kenalpot brong yang oleh pengendaranya dimain-mainkan gasnya," ungkapnya.
Saat itu, sejumlah anggota keluar markas untuk mengecek.
Setelahnya, terdapat lagi dua orang lainnya yang juga melakukan hal yang sama.
"Lalu dihentikan dan ditegur oleh anggota. Selanjutnya terjadi cek-cok mulut hingga berujung terjadinya tindak penganiayaan oleh oknum anggota," jelasnya.
Viral di media sosial
Penganiayaan ini diduga dilakukan oleh oknum prajurit TNI dari satuan Batalion Infanteri 408/Raider yang berada di bawah komando wilayah Kodam IV/Diponegoro.
Dua pendukung atau relawan dari capres-cawapres Ganjar Pranowo-Mahfud MD dianiaya oleh anggota TNI di Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu, 30 Desember 2023.
Baca: Elektabilitas Kian Jeblok, Begini Reaksi Ganjar Pranowo & Mahfud MD yang Buat Pendukungnya Tersenyum
Video pendek penganiayaan pendukung Ganjar-Mahfud oleh TNI tersebut viral di media sosial.
Dalam video yang diunggah akun X @YRadianto, tampak sejumlah orang berambut cepak awalnya berada di pinggir jalan.
Akan tetapi, tidak lama kemudian langsung menghampiri pemotor yang sedang melintas.
Narasi dalam video tersebut tertulis bahwa korban penganiayaan merupakan seorang relawan paslon Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.
Saat itu, korban baru selesai dari sebuah acara dan langsung dicegat oleh sejumlah orang yang disebut oknum TNI dari Batalyon 408 tepatnya di traffic light Sonolayu, Boyolali, Jawa Tengah.
Dituliskan pula bahwa korban langsung dibawa ke pos penjagaan saat itu.
Penyebab penganiayaan itu disebut karena pendukung Ganjar-Mahfud tersebut mengendarai sepeda motor dengan knalpot tidak standar yang bersuara keras.
Dalam video tersebut terlihat korban yang mengenakan kaus bertuliskan Ganjar-Mahfud 2024 untuk Indonesia menunjukkan bibirnya yang jontor akibat pukulan oknum TNI.
Beberapa giginya juga terlihat rompal.
(tribunnewswiki.com/kompas.com)
Baca lebih lengkap seputar berita terkait lainnya di sini