TKN Tak Terima PDIP Bawa-bawa Prabowo Terkait Pengeroyokan Relawan Ganjar oleh TNI: Asal Tuduh!

TKN Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka bereaksi setelah Sekjen PDI-P hasto Kristiyanto membawa-bawa nama Prabowo dalam kasus penganiaayaan.


zoom-inlihat foto
Ganjar-dan-Prabowo-Subianto.jpg
Yasuyoshi CHIBA / AFP
Calon presiden Prabowo Subianto (kanan) dan Ganjar Pranowo berjabat tangan usai debat perdana pilpres di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jakarta pada 12 Desember 2023.


TRIBUNNEWSWIKI.COM - Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka bereaksi setelah Sekjen PDI-P hasto Kristiyanto membawa-bawa nama Prabowo dalam kasus pengeroyokan 7 relawan ganjar Pranowo-Mahfud MD oleh 15 anggota TNI di Boyolai, Jawa Tengah.

Menurut Wakil Ketua TKN Prabowo-Gibran, Habiburokhman, Hasto sudah asal tuduh dalam kasus itu.

Sebelumnya Hasto menyebut nama Prabowo ketika mengomentari penganiayaan tersebut.

Hasto menduga bahwa penganiayaan itu berkaitan dengan simpatisan Prabowo di TNI.

Habiburokhman pun prihatin atas sikap Hasto yang asal tuduh itu.

"Kami prihatin dengan sahabat kami Pak Hasto yang biasanya bijaksana, kok sekarang asal tuduh seperti itu," kata Habiburokhman saat dikonfirmasi, Senin, 1 Januari 2024, dikutip dari Kompas.com.

Habiburokhman menilai bahwa Hasto merupakan tokoh politik yang sangat disegani.

Emosi Dengar Suara Knalpot Brong, Anggota TNI Aniaya Pendukung Ganjar-Mahfud di Boyolali
Emosi Dengar Suara Knalpot Brong, Anggota TNI Aniaya Pendukung Ganjar-Mahfud di Boyolali (Ist)

Baca: Sindiran Menohok Andre Taulany ke Pencipta Lagu Mungkinkah: Salah Woy Salah

Oleh karena itu, seharusnya, kata dia, Hasto bisa menghindari narasi yang bernada provokatif seperti itu.

"Kasus ini kan sedang diusut oleh pihak yang berwenang, kita jangan berasumsi secara prematur yang bisa menjadi fitnah," ucapnya.

"Kalau mau berasumsi, ada juga pihak yang berasumsi sebaliknya bahwa insiden itu terjadi karena pengendara motor yang arogan dan mengganggu ketertiban dengan knalpot brong. Tapi para pemimpin atau elite sebaiknya jangan lah berasumsi," imbuhnya.

Menurut Habiburokhman, ucapan elite seperti Hasto bisa disalahpahami oleh masyarakat di akar rumput.

Habib menyarankan Hasto dan semua pihak untuk saling menahan diri terkait peristiwa penganiayaan relawan Ganjar-Mahfud.

Hal senada juga diungkapkan oleh Sekretaris TKN Prabowo-Gibran, Nusron Wahid, yang meminta Hasto tidak berlebihan dalam menarik kesimpulan.

"Pak Hasto sebaiknya juga tidak berlebihan dalam menarik kesimpulan, seperti drama sinetron yang mendayu-dayu," kata Nusron.

Baca: Ini Sosok Ndhank Surahman Hartono yang Melarang Andre Taulany cs Nyanyi Lagu Mungkinkah

Nusron meminta agar Hasto mengintrospeksi dan menasihati pendukung supaya tetap menjaga sopan santun dan tata krama dalam berkampanye.

"Supaya tidak terulang-ulang kejadian di Pati, di mana Ketum PSI Mas Kaesang digeruduk dengan menggunakan sepeda motor pakai knalpot keras. Hal yang sama juga di Boyolali. Tidak menutup kemungkinan daerah yang lain juga," ujar dia.

Hasto PDIP protes

Sebelumnya, Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto mengatakan PDI-P memprotes keras tindakan oknum TNI yang menganiaya relawan Ganjar Pranowo-Mahfud MD di Boyolali, Jawa Tengah.

Hasto menyebut PDI-P sangat menyesalkan terjadinya tindak kekerasan dan penyiksaan tersebut.

Bahkan, Hasto membawa-bawa nama Menteri Pertahanan sekaligus capres nomor urut 2 Prabowo Subianto.

"Kami protes keras atas tindakan oknum TNI tersebut. Para oknum TNI tersebut bertindak seperti itu diduga karena ada elemen-elemen di dalam TNI yang jadi simpatisan Pak Prabowo karena sama-sama berlatar belakang militer. Padahal Prabowo sudah diberhentikan dari TNI," ujar Hasto dalam keterangannya, Minggu (31/12/2023).

Dalam diskusi dengan salah satu tokoh HAM guna mencari akar kekerasan oleh oknum TNI tersebut, Hasto menduga bahwa tindak kekerasan tersebut berawal dari kerancuan Prabowo sebagai Menhan dan sebagai capres.

Baca: Pantas Hamish Daud Tak Bayar Gaji Karyawan, Terkuak Kondisi Ekonominya, Suami Raisa Ngeluh Hal Ini

Sehingga, kata dia, tercipta kesan adanya ‘emotional bonding’ di kalangan oknum TNI tertentu dengan Prabowo.

"Hal ini dibuktikan dengan tidak adanya tanggapan Pak Prabowo yang mengutuk aksi kekerasan tersebut," ucapnya.

Respons Ganjar Pranowo

Calon presiden (capres) nomor urut 03, Ganjar Pranowo langsung melakukan tindakan cepat setelah mengetahui pendukungnya diduga dikeroyok oleh belasan oknum anggota TNI di Boyolali, Jawa Tengah.

Ganjar mengaku bahwa ia langsung menghubungi Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto untuk mengonfirmasi kasus pengeroyokan tersebut.

Selain itu, bekas Gubernur Jawa Tengah tersebut juga menghubungi Kepala Staf Angkata Darat (KSAD) Jenderal Marulis Simanjuntak hingga Panglima Kodam (Pangdam) setempat.

Ganjar Pranowo menegaskan bahwa kekerasan tidak bisa dibenarkan.

Hal ini diungkapkan Ganjar ketika menyampaikan sambutan di Pondok Pesantren (Ponpes) An-Nawawi Berjan di Lugosobo, Gebang, Purworejo, Minggu (31/12/2023).

Baca: Mengenal Sosok Budi Djiwandono, Keponakan Prabowo yang Menikah dengan Cinta Pertamanya, Ludmilla FS

"(Ada relawan) bawa motor, dicegat, kemudian dikamplengi (dipukuli). Langsung kita urus, Panglima TNI, Kasad, Pangdam, saya kontak semua, (tindakan oknum ini) tidak benar ini, langsung semua dihukum, responsnya cepat," kata Ganjar.

Ganjar mengatakan, kekerasan tidak boleh dijadikan senjata untuk menyelesaikan urusan.

Ia pun meminta Panglima TNI memanggil oknum yang terlibat dalam pemukulan relawan tersebut.

"Ini saya peringatkan, dan kita minta panggil kalau perlu itu. DPR-nya saya minta panggil kalau perlu, tidak bisa kita berbuat semena-mena sehingga kemudian ketakutan ditebarkan ke siapa pun," ujar Ganjar.

Ganjar memastikan tidak ada relawan Ganjar-Mahfud MD yang meninggal dunia usai diduga dianiaya oleh sejumlah oknum TNI.

Ia menyebut bahwa isu relawan meninggal dunia usai diduga dikeroyok oknum TNI adalah hoaks.

"Bahkan, tadi fitnahnya pagi-pagi satu orang meninggal. (Setelah) Saya tanya, 'ada yang meninggal?' Dijawab, tidak. Nah, jadi hoaks lagi," kata Ganjar.

Baca: Cak Imin Tak Paham SGIE Pertanyaan Gibran, Anies Baswedan Beri Respons yang Buat Orang Tersenyum

"Tidak ada yang meninggal, tapi masih ada dua (yang dirawat intensif) di RS (rumah sakit). Nanti mau saya tengok," ujarnya melanjutkan.

Lebih lanjut Ganjar meminta semua pihak turut serta menciptakan kondusivitas di masa kampanye.

Tak hanya itu, ia mengingatkan kepada pendukung dan para relawan tetap berhati-hati.

"Saya juga mengingatkan kepada pendukung siapa pun untuk kita hati-hati. Apa masalahnya? Penyelesaian tidak boleh dengan kekerasan, semena-mena bukan zamannya lagi, jangan sakiti rakyat," kata Ganjar.

Ganjar sendiri juga langsung menjenguk relawan yang diduga menjadi korban penganiayaan oleh aparat TNI itu.

Kronologi penganiayaan

Kapendam IV Diponegoro Kolonel Inf Richard Harison mengatakan insiden yang terjadi di depan Markas Kompi B Yonif Raider 408/Sbh jalan Perintis Kemerdekaan Boyolali itu karena kesalahpahaman.

"Informasi sementara yang diterima, bahwa peristiwa tersebut terjadi secara spontanitas karena adanya kesalahpahaman antara kedua belah pihak," kata Richard saat dihubungi, Sabtu.

Awalnya, kata Richard, sejumlah anggota Kompi B tengah bermain bola voly sekira pukul 11.19 WIB mendengar adanya suara berisik yang berasal dari kendaraan sepeda motor.

"Tiba-tiba mendengar suara bising rombongan sepeda motor kenalpot brong yang oleh pengendaranya dimain-mainkan gasnya," ungkapnya.

Saat itu, sejumlah anggota keluar markas untuk mengecek.

Setelahnya, terdapat lagi dua orang lainnya yang juga melakukan hal yang sama.

"Lalu dihentikan dan ditegur oleh anggota. Selanjutnya terjadi cek-cok mulut hingga berujung terjadinya tindak penganiayaan oleh oknum anggota," jelasnya.

Viral di media sosial

Penganiayaan ini diduga dilakukan oleh oknum prajurit TNI dari satuan Batalion Infanteri 408/Raider yang berada di bawah komando wilayah Kodam IV/Diponegoro.

Dua pendukung atau relawan dari capres-cawapres Ganjar Pranowo-Mahfud MD dianiaya oleh anggota TNI di Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu, 30 Desember 2023.

Baca: Elektabilitas Kian Jeblok, Begini Reaksi Ganjar Pranowo & Mahfud MD yang Buat Pendukungnya Tersenyum

Video pendek penganiayaan pendukung Ganjar-Mahfud oleh TNI tersebut viral di media sosial.

Dalam video yang diunggah akun X @YRadianto, tampak sejumlah orang berambut cepak awalnya berada di pinggir jalan.

Akan tetapi, tidak lama kemudian langsung menghampiri pemotor yang sedang melintas.

Narasi dalam video tersebut tertulis bahwa korban penganiayaan merupakan seorang relawan paslon Ganjar Pranowo dan Mahfud MD.

Saat itu, korban baru selesai dari sebuah acara dan langsung dicegat oleh sejumlah orang yang disebut oknum TNI dari Batalyon 408 tepatnya di traffic light Sonolayu, Boyolali, Jawa Tengah.

Dituliskan pula bahwa korban langsung dibawa ke pos penjagaan saat itu.

Penyebab penganiayaan itu disebut karena pendukung Ganjar-Mahfud tersebut mengendarai sepeda motor dengan knalpot tidak standar yang bersuara keras.

Dalam video tersebut terlihat korban yang mengenakan kaus bertuliskan Ganjar-Mahfud 2024 untuk Indonesia menunjukkan bibirnya yang jontor akibat pukulan oknum TNI.

Beberapa giginya juga terlihat rompal.

(tribunnewswiki.com/kompas.com)

Baca lebih lengkap seputar berita terkait lainnya di sini





Penulis: Rakli Almughni
BERITATERKAIT
Ikuti kami di


KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved