TKN Tak Terima PDIP Bawa-bawa Prabowo Terkait Pengeroyokan Relawan Ganjar oleh TNI: Asal Tuduh!

TKN Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka bereaksi setelah Sekjen PDI-P hasto Kristiyanto membawa-bawa nama Prabowo dalam kasus penganiaayaan.


zoom-inlihat foto
Ganjar-dan-Prabowo-Subianto.jpg
Yasuyoshi CHIBA / AFP
Calon presiden Prabowo Subianto (kanan) dan Ganjar Pranowo berjabat tangan usai debat perdana pilpres di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Jakarta pada 12 Desember 2023.


"Kami protes keras atas tindakan oknum TNI tersebut. Para oknum TNI tersebut bertindak seperti itu diduga karena ada elemen-elemen di dalam TNI yang jadi simpatisan Pak Prabowo karena sama-sama berlatar belakang militer. Padahal Prabowo sudah diberhentikan dari TNI," ujar Hasto dalam keterangannya, Minggu (31/12/2023).

Dalam diskusi dengan salah satu tokoh HAM guna mencari akar kekerasan oleh oknum TNI tersebut, Hasto menduga bahwa tindak kekerasan tersebut berawal dari kerancuan Prabowo sebagai Menhan dan sebagai capres.

Baca: Pantas Hamish Daud Tak Bayar Gaji Karyawan, Terkuak Kondisi Ekonominya, Suami Raisa Ngeluh Hal Ini

Sehingga, kata dia, tercipta kesan adanya ‘emotional bonding’ di kalangan oknum TNI tertentu dengan Prabowo.

"Hal ini dibuktikan dengan tidak adanya tanggapan Pak Prabowo yang mengutuk aksi kekerasan tersebut," ucapnya.

Respons Ganjar Pranowo

Calon presiden (capres) nomor urut 03, Ganjar Pranowo langsung melakukan tindakan cepat setelah mengetahui pendukungnya diduga dikeroyok oleh belasan oknum anggota TNI di Boyolali, Jawa Tengah.

Ganjar mengaku bahwa ia langsung menghubungi Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto untuk mengonfirmasi kasus pengeroyokan tersebut.

Selain itu, bekas Gubernur Jawa Tengah tersebut juga menghubungi Kepala Staf Angkata Darat (KSAD) Jenderal Marulis Simanjuntak hingga Panglima Kodam (Pangdam) setempat.

Ganjar Pranowo menegaskan bahwa kekerasan tidak bisa dibenarkan.

Hal ini diungkapkan Ganjar ketika menyampaikan sambutan di Pondok Pesantren (Ponpes) An-Nawawi Berjan di Lugosobo, Gebang, Purworejo, Minggu (31/12/2023).

Baca: Mengenal Sosok Budi Djiwandono, Keponakan Prabowo yang Menikah dengan Cinta Pertamanya, Ludmilla FS

"(Ada relawan) bawa motor, dicegat, kemudian dikamplengi (dipukuli). Langsung kita urus, Panglima TNI, Kasad, Pangdam, saya kontak semua, (tindakan oknum ini) tidak benar ini, langsung semua dihukum, responsnya cepat," kata Ganjar.

Ganjar mengatakan, kekerasan tidak boleh dijadikan senjata untuk menyelesaikan urusan.

Ia pun meminta Panglima TNI memanggil oknum yang terlibat dalam pemukulan relawan tersebut.

"Ini saya peringatkan, dan kita minta panggil kalau perlu itu. DPR-nya saya minta panggil kalau perlu, tidak bisa kita berbuat semena-mena sehingga kemudian ketakutan ditebarkan ke siapa pun," ujar Ganjar.

Ganjar memastikan tidak ada relawan Ganjar-Mahfud MD yang meninggal dunia usai diduga dianiaya oleh sejumlah oknum TNI.

Ia menyebut bahwa isu relawan meninggal dunia usai diduga dikeroyok oknum TNI adalah hoaks.

"Bahkan, tadi fitnahnya pagi-pagi satu orang meninggal. (Setelah) Saya tanya, 'ada yang meninggal?' Dijawab, tidak. Nah, jadi hoaks lagi," kata Ganjar.

Baca: Cak Imin Tak Paham SGIE Pertanyaan Gibran, Anies Baswedan Beri Respons yang Buat Orang Tersenyum

"Tidak ada yang meninggal, tapi masih ada dua (yang dirawat intensif) di RS (rumah sakit). Nanti mau saya tengok," ujarnya melanjutkan.

Lebih lanjut Ganjar meminta semua pihak turut serta menciptakan kondusivitas di masa kampanye.

Tak hanya itu, ia mengingatkan kepada pendukung dan para relawan tetap berhati-hati.





Halaman
123
Penulis: Rakli Almughni
BERITATERKAIT
Ikuti kami di


KOMENTAR

ARTIKEL TERKINI

Artikel POPULER

  • Film - Malam 3 Yasinan

    Malam 3 Yasinan adalah sebuah film horor Indonesia
  • Film - Pokun Roxy (2013)

    Pokun Roxy adalah sebuah film horor komedi Indonesia
© 2026 tribunnnewswiki.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved