"Setelah dari kamar mandi, saya ke dapur, terus sama dia (korban) dIomeli terus. Saya bilang sebentar, (saya) capek, tapi diomeli terus."
"Jadi setelah dari kamar mandi, terus keluar, saya pukul pakai elpiji. Saya khilaf, terus mata itu gelap, saya merasa bersalah," tambah Riyadi.
Tak lama, Riyadi mendatangi rumah orangtuanya yang berada tidak jauh dari tempat tinggalnya.
Bahkan, dia berteriak agar tetangga tahu istrinya meninggal dunia bersimbah darah.
Akan tetapi, Riyadi mengaku kepada sejumlah orang tersebut, telah menjadi korban pembobolan rumah.
Selain itu, dia juga mengarang cerita istrinya telah dibunuh seseorang.
"Saya panik, takut ketahuan, terus saya mengarang cerita seperti itu. Saya juga langsung teriak, semua biar orang-orang tahu istri saya dibunuh," ujar dia.
Riyadi mengaku menyesal karena telah melakukan penganiyaan hingga korban meninggal dunia. Dia pun kerap terbayang wajah istrinya tersebut saat berada di balik jeruji besi. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com